olympic.or.id – Pernah nggak sih kalian lagi ngincer laptop baru, eh pas dicek spesifikasinya di Indonesia kok beda sama yang dipamerin di luar negeri? Nah, baru-baru ini netizen tanah air heboh gara-gara Tecno Megabook S14 yang resmi masuk Indonesia pake prosesor “aneh”. Versi global rata-rata pakai Intel Core i5-13420H atau i7-13620H generasi 13, tapi yang masuk Indo malah Intel Core Ultra 5 125H (Meteor Lake). Banyak yang bingung: ini downgrade atau malah upgrade? Tenang, kita bongkar bareng-bareng biar nggak penasaran lagi.
Jadi, Apa sih Intel Core Ultra 5 125H Ini?

Secara nama, memang kedengarannya “lebih rendah” dari i7-13620H. Tapi jangan salah, seri Core Ultra itu arsitektur terbaru Intel (Meteor Lake) yang dirilis akhir 2023. Yang bikin beda banget:
- Punya NPU (Neural Processing Unit) khusus buat AI, sesuatu yang nggak ada di Raptor Lake (gen 13)
- GPU terintegrasi Arc yang jauh lebih kencang buat gaming ringan dan editing
- Efisiensi daya lebih baik, baterai lebih awet
- Dukungan Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 6E bawaan
Jadi meskipun nomor modelnya “125H” (yang bikin orang mikir seri 5), performa single-core dan multi-core-nya nyaris setara bahkan kadang ngalahin i7-13620H di beberapa skenario, apalagi kalau aplikasi udah mulai manfaatin AI.
Kenapa Tecno Kasih Versi Ini ke Indonesia?

Ini yang bikin orang bertanya-tanya. Ada beberapa alasan logis yang beredar dari pihak Tecno Indonesia dan distributor resmi:
- Strategi Harga Super Agresif
Tecno Megabook S14 di Indonesia dijual mulai Rp 8,999 jutaan aja (14/512 GB). Kalau pakai Core i7-13620H versi global, harga pasti tembus 12-13 juta mudah. Dengan Core Ultra 5 125H, mereka bisa tekan harga tanpa mengorbankan terlalu banyak performa. - Chip Shortage & Supply Chain
Intel Core gen 13 (Raptor Lake) lagi susah banget stoknya secara global. Banyak brand kecil sampai menengah beralih ke stok Meteor Lake yang lebih ready. Tecno sebagai pendatang baru nggak punya bargaining power sebesar ASUS, Lenovo, atau HP, jadi ambil yang tersedia aja. - Fokus ke AI & Masa Depan
Tecno lagi gencar promosiin fitur AI di semua produknya (termasuk HP). Pakai prosesor yang sudah punya NPU bikin mereka bisa klaim “laptop AI-ready” tanpa harus nambah hardware tambahan. Cocok sama tagline mereka “Stop at Nothing” yang lagi push inovasi. - Regulasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)
Ini yang paling krusial. Buat bisa dapet insentif pajak dan dijual resmi dengan harga kompetitif, laptop yang masuk Indonesia harus penuhi TKDN minimal 35-40%. Versi Core Ultra 5 125H ini rupanya lebih gampang memenuhi syarat karena beberapa komponennya bisa dirakit lokal atau kerja sama dengan partner Indonesia. Kalau pakai chipset gen 13, susah masuk kuota TKDN-nya.
Jadi, Rugi Nggak Sih yang Beli Versi Indonesia?
Singkatnya: nggak rugi kok. Malah di beberapa aspek lebih untung:
- Performa CPU hampir setara i7-13620H
- GPU jauh lebih kencang (Arc vs UHD biasa)
- Baterai lebih hemat (bisa 12-14 jam pemakaian normal)
- Sudah siap buat fitur AI Windows Copilot+ yang bakal rilis besar-besaran 2025-2026
- Harga jauh lebih murah (selisih bisa 3-4 juta!)
Satu-satunya “kekurangan” cuma di branding doang. Orang awam lihat “Core Ultra 5” pasti mikir lebih rendah dari “Core i7”. Padahal di dunia nyata, buat kerja kantoran, edit video 1080p, main game eSports, bahkan rendering ringan, versi Indonesia ini nggak kalah malah kadang lebih gesit.
kunjungi laman berita eksklusif dong di Exposenews.id
Dengan ngasih Core Ultra 5 125H, Tecno berhasil bawa laptop 14 inci yang ringkas (1,4 kg), layar 2.8K 120 Hz, RAM 16 GB LPDDR5, SSD 1 TB, baterai 70 Wh, dan harga di bawah 10 juta. Bandingkan sama kompetitor yang masih jualan Core i5 gen 12 dengan harga segitu—jelas Tecno lagi main cerdas.
Jadi buat kalian yang lagi cari laptop tipis, kencang, baterai awet, dan budget nggak sampai 10 juta, Tecno Megabook S14 versi Indonesia ini malah jadi hidden gem. Bukan downgrade, tapi smart move yang disesuaikan sama kondisi pasar kita.
Penasaran? Langsung cek gerai resmi atau e-commerce, stoknya katanya cepet banget habis! 🚀








