Olympic.or.id – Perusahaan teknologi raksasa, Apple, akhirnya mengambil langkah tegas! Mereka secara resmi memangkas produksi headset realitas virtual (VR) andalannya, Vision Pro. Bahkan, bukan cuma produksinya yang dipotong, anggaran pemasaran untuk perangkat canggih ini juga mereka pangkas secara signifikan. Langkah ini jelas menunjukkan sebuah fakta: penjualan Apple Vision Pro sepanjang 2025 ternyata jauh dari kata moncer dan tidak memenuhi harapan tinggi perusahaan. Financial Times, media ternama, yang pertama kali mengungkap laporan mengejutkan ini.
Menurut investigasi Financial Times, Apple dengan terpaksa memotong jumlah produksi sekaligus anggaran pemasaran Vision Pro hingga 95 persen di pasar utama seperti AS dan Inggris. Namun, sayangnya, persentase pasti pemangkasan produksi ini mereka sembunyikan dari publik. “Mitra manufaktur Apple di China, Luxshare, sudah menghentikan produksi perangkat ‘komputasi spasial’ ini sejak awal tahun lalu (2024),” ungkap Michael Acton dari Financial Times, yang berhasil mengutip data eksklusif dari firma riset International Data Corporation (IDC).
Sebenarnya, Apple selalu bersikap sangat tertutup mengenai data pengiriman Vision Pro. Akan tetapi, para analis berhasil memprediksi bahwa Apple hanya mengirimkan sekitar 390.000 unit sepanjang tahun 2024. Memang, angka ini terlihat sangat kecil jika kita bandingkan dengan penjualan iPhone yang mencapai puluhan juta unit. Namun, menariknya, sebagian analis justru berpendapat bahwa angka tersebut sebenarnya sudah sesuai dengan ekspektasi awal Apple yang tidak muluk-muluk.
Target Awal yang Rendah: Cuma Satu Unit per Hari?
Mari kita kilas balik ke Januari 2021, dua tahun sebelum Vision Pro diumumkan. Saat itu, Mark Gurman dari Bloomberg sudah mengungkapkan sebuah rahasia internal. Menurut sumber terpercaya di dalam Apple, headset VR ini memang sengaja tidak mereka desain untuk pasar massal. Ambisi Apple sederhana: mereka hanya berharap bisa menjual satu unit per hari di setiap Apple Store di seluruh dunia.
Nah, mengingat jumlah Apple Store global mencapai sekitar 500 toko, kita bisa memperkirakan bahwa Apple sebenarnya hanya menyiapkan stok sekitar 180.000 unit Vision Pro per tahun. Dengan kata lain, target mereka memang tidak pernah tinggi sejak awal.
Namun, ceritanya jadi lain ketika Vision Pro akhirnya mereka resmikan pada Juni 2023. Saat itu, gelombang ekspektasi justru melonjak tinggi! Sebagian analis awalnya memproyeksikan Apple akan memproduksi hingga 800.000 unit untuk memenuhi permintaan sepanjang 2024. Akan tetapi, proyeksi optimis ini akhirnya harus direvisi turun drastis menjadi sekitar 400.000 unit. Financial Times melaporkan, pemangkasan target produksi ini sudah terjadi pada musim panas 2023.
Sementara itu, analis ternama Ming-Chi Kuo memiliki pandangan berbeda. Dia meyakini bahwa pemangkasan baru benar-benar terjadi pada April 2024, terutama setelah Apple memutuskan untuk membatalkan rencana model baru Vision Pro karena penjualannya yang sangat mengecewakan. Terlepas dari perbedaan waktu ini, satu hal yang pasti: Apple sendiri akhirnya menyadari bahwa produk mutakhir mereka ini tidak laku dalam jumlah signifikan.
Keterbatasan Pasar dan Realita Penjualan yang Pahit
Selain itu, ketersediaan headset VR ini hingga kini masih sangat terbatas. Apple baru meluncurkannya di 13 negara saja, termasuk Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, Australia, Kanada, Perancis, Jerman, serta Inggris. Pada kuartal pertama 2024, ketika Vision Pro masih dijual eksklusif di AS, penjualannya bahkan tidak mencapai 100.000 unit.
Kemudian, ketika perangkat yang menjembatani dunia nyata dan virtual ini akhirnya mereka perluas ke beberapa negara lain, total penjualannya global tahun 2024 diperkirakan nyaris menyentuh 400.000 unit. Namun, fakta pahitnya, separuh dari angka itu masih berasal dari pasar Amerika Serikat. Artinya, minat di negara lain ternyata sangat rendah.
Lalu, bagaimana prospeknya untuk tahun 2025? IDC memprediksi pengiriman Vision Pro akan terus merosot, menjadi hanya sekitar 45.000 unit di kuartal IV-2025. Padahal, periode akhir tahun biasanya menjadi momen krusial dan puncak penjualan berbagai gadget. Prediksi suram ini tentu bukan tanpa alasan. Mengingat Vision Pro dibanderol dengan harga fantastis, yaitu 3.500 dolar AS atau setara dengan Rp 58 juta, perangkat ini jelas sangat sulit untuk menembus pasar konsumen umum.
Strategi Pembaruan yang Dinilai Gagal Pikat Konsumen
Di sisi lain, upaya Apple untuk menyegarkan produk pun dinilai kurang tepat sasaran. Pada Oktober 2025, mereka memperbarui Vision Pro dengan memasukkan chip M5 terbaru, namun tanpa melakukan perubahan desain yang signifikan. Pembaruan ini dinilai lebih menyasar kebutuhan pasar bisnis ketimbang mengatasi keluhan utama konsumen, khususnya soal bobot yang berat dan ketidaknyamanan saat digunakan dalam waktu lama.
Lalu, Bagaimana Masa Depan Vision Pro dan Penerusnya?

Lantas, apa rencana Apple ke depan? Jangan khawatir, kabarnya perusahaan asal Cupertino itu sedang mengeksplorasi pengembangan Vision Pro generasi kedua. Bahkan, mereka juga dikabarkan tengah merancang model yang lebih ringan dan terjangkau, yang konon akan diberi nama “Vision Air”. Akan tetapi, jangan terlalu berharap perangkat baru ini akan segera hadir. Pasalnya, Apple dilaporkan lebih fokus mengembangkan kacamata pintar augmented reality (AR) yang lebih praktis untuk mengikuti tren pasar saat ini. Jadi, kita mungkin harus bersabar cukup lama sebelum melihat penerus Vision Pro yang lebih sempurna akhirnya diluncurkan ke pasar.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id








