Olympic.or.id – Hayo, siapa di sini yang lahir tahun 2000-an ke atas dan enggak kenal iPod? Perangkat mungil dari Apple yang dulu jadi idola pecinta musik ini ternyata sekarang lagi naik daun lagi, lho. Tapi tunggu dulu, yang mencarinya bukan para orang tua yang nostalgia, melainkan justru anak muda Generasi Z—mereka yang lahir antara tahun 1997 sampai 2012. Enggak percaya? Simak cerita selengkapnya!
Axios baru aja ngerilis laporan bikin melongo. Mereka nemuin fakta bahwa pencarian kata kunci kayak “Original iPod” dan “iPod Nano” di Google melonjak drastis sepanjang 2025. Iya, betul! Di era streaming dan AI, anak muda justru demen banget googling barang lawas. Axios sendiri enggak nyebut angka pastinya, tapi yang jelas kenaikannya signifikan banget dibanding tahun-tahun sebelumnya.
eBay Kebanjiran Pencari iPod Bekas!

Tapi berhenti di situ aja? Jelas enggak! Tren ini juga menjalar ke marketplace raksasa kayak eBay. Periode Januari sampai Oktober 2025, pencarian iPod Classic dan iPod Nano di eBay ikut terbang tinggi. Kalau dibandingin sama tahun sebelumnya, pencarian iPod Classic naik gila-gilaan sampai 25 persen, sedangkan iPod Nano menyusul dengan kenaikan 20 persen. Keren, kan?
Nah, yang lebih seru lagi, laporan Axios ini selaras sama surveinya Emily White, seorang pengamat musik kece badai. Pas Desember 2025 lalu, Emily ngasih kuesioner ke anak-anak muda. Hasilnya? 32 persen Gen Z dalam surveinya ngaku kini lebih milih dengerin musik lewat pemutar lawas, kayak MP3 player atau iPod. Mereka rela nyari barang second yang mungkin umurnya lebih tua dari mereka sendiri!
Kenapa Gen Z Lebih Pilih Ribet?
Lantas, kira-kira kenapa sih mereka malah ninggalin iPhone yang serba canggih demi iPod yang cuma bisa muterin lagu? Jangan keburu mikir mereka aneh, soalnya alasannya justru logis banget!
iPod, yang pertama kali dirilis Steve Jobs tahun 2001 silam, memang udah resmi pensiun. Apple udah setop produksi dan pengembangannya sejak 2022. Fungsi pemutar musik sekarang juga udah tergantikan sama smartphone. Tapi justru di sinilah letak daya tariknya!
Seorang profesor keren dari Universitas Georgetown, AS, Cal Newport, ngasih pencerahan. Kata dia, orang-orang—terutama Gen Z—beralih ke pemutar lawas karena perangkat itu nawarin kesederhanaan. Bukan berarti mereka enggak bisa pake barang canggih, tapi mereka sadar milih teknologi yang lebih simpel.
Coba bayangin: iPod tuh cuma punya satu fungsi doang, yaitu muterin musik. Sederhana banget, kan? Ini beda 180 derajat sama smartphone yang isinya serba ada: notifikasi medsos enggak berhenti, internet rame, chat kerja masuk, sampai rekomendasi video random. Buat Gen Z yang pengalaman dengerin musiknya pengin maksimal, semua gangguan itu jadi musuh bebuyutan!
Detoks Digital Ala Anak Muda Zaman Now
Mereka pengin duduk santai, colokin earphone, pencet tombol play, dan menikmati album favorit dari awal sampai akhir—tanpa distraksi notifikasi Instagram atau WhatsApp yang bunyi terus. iPod jadi tempat pelarian yang sempurna dari hiruk-pikuk dunia maya. Asyik, kan?
Sebagian besar partisipan survei Emily juga ngakuin hal yang sama. Mereka bilang, dengerin musik di perangkat lawas itu kayak detoks digital. Iya, detoks dari internet yang serba cepat dan kadang bikin pusing. Mereka beralih ke perangkat yang lebih “lambat” dan sederhana biar bisa fokus sama satu hal: musik.
Selain itu, ada satu alasan lagi yang lebih filosofis. Pas mereka dengerin musik lewat iPod, lagu yang diputar bener-bener sesuai pilihan mereka. Enggak ada algoritma nakal kayak di Spotify atau YouTube Music yang sok tahu mau muterin lagu apa berdasarkan histori. Mereka bebas dari “campur tangan” AI yang kadang bikin monoton. Mereka yang pegang kendali penuh atas apa yang didenger—bukan algoritma!
Hebatnya lagi, fenomena ini punya nama keren sendiri, lho: friction-maxxing. Ribet banget bacanya? Maksud simpelnya, ini adalah tren di mana anak muda sengaja milih teknologi yang lebih ribet atau kurang praktis. Kenapa? Biar mereka bisa lepas dari ketergantungan sama perangkat yang serba instan. Justru dengan “keribetan” itulah mereka nemuin ketenangan. Unik, tapi masuk akal!
Streaming Tetap Berjaya, iPod Cuma Pelarian?
Nah, jangan keburu mikir tren iPod ini bakal bunuh industri streaming, ya. Soalnya faktanya, layanan kayak Apple Music atau Spotify justru masih merajai industri musik digital.
Berdasarkan laporan dari firma riset Mordor Intelligence, pasar streaming musik di 2026 diprediksi melejit dari 23,18 miliar dolar AS (tahun 2025) ke 25,12 miliar dolar AS. Enggak berhenti di situ, tahun 2031 nanti mereka ramal angkanya bakal tembus sampai 37,58 miliar dolar AS! Gila, kan?
Artinya apa? Tumbuhnya pasar streaming musik ini bakal berjalan beriringan sama makin banyaknya Gen Z yang beralih ke perangkat lawas kayak iPod. Mereka mungkin tetap langganan Spotify buat dapetin lagu terbaru, tapi pas mau dengerin musik dengan mindful, mereka taruh lagu-lagu favoritnya ke iPod. Dua duanya jalan bareng, saling melengkapi.
Jadi, buat kamu yang mungkin lagi nyari cara buat lepas dari hiruk-pikuk notifikasi, atau pengin ngerasain sensasi dengerin musik tanpa gangguan, mungkin udah saatnya mulai hunting iPod bekas. Siapa tahu, barang lawas ini justru bisa ngasih kamu pengalaman dengerin musik yang lebih dalam dan bermakna. Tertarik nyoba?
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










