Olympic.or.id – Siapa sangka, bisnis iklan yang baru digarap OpenAI sejak Februari 2026 lalu langsung menjelma menjadi mesin cuan anyar yang dahsyat bagi induk usaha ChatGPT. Seorang juru bicara OpenAI baru saja mengumumkan kabar mengejutkan: pendapatan iklan perusahaan ini sudah menembus lebih dari 100 juta dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 1,6 triliun. Bayangkan, angka fantastis itu berhasil mereka raih dalam waktu kurang dari dua bulan setelah uji coba iklan dimulai, khususnya di pasar Amerika Serikat.
OpenAI Berkolaborasi dengan Lebih dari 600 Pengiklan
Dalam menjalankan langkah agresif ini, perusahaan kecerdasan buatan tersebut tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng lebih dari 600 pengiklan untuk memeriahkan ekosistem iklan di platform ChatGPT. Meski ekspansi ini tergolong cepat, perwakilan OpenAI menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan adanya dampak negatif yang berarti, terutama yang berkaitan dengan isu privasi pengguna.
Saat ini, uji coba iklan menyasar pengguna ChatGPT gratis dan pengguna ChatGPT Go di Amerika Serikat. Menurut keterangan juru bicara OpenAI, sekitar 85 persen pengguna dari layanan tersebut memenuhi syarat untuk terpapar iklan. Namun, menariknya, kurang dari 20 persen dari mereka yang benar-benar melihat iklan setiap hari. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun potensi pasarnya luas, OpenAI masih bermain aman dengan tidak menjejali pengguna dengan iklan secara berlebihan.
Kesuksesan Uji Coba di Tengah Keluhan Pengiklan
Secara keseluruhan, uji coba iklan OpenAI untuk pengguna gratis dan ChatGPT Go ini bisa dibilang berjalan sukses. Namun, di balik gemerlap kesuksesan itu, beberapa pengiklan sempat melontarkan keluhan. Mereka menilai peluncuran iklan terasa lambat dan tampilannya kurang modern. Menanggapi hal ini, OpenAI dengan percaya diri mengklaim bahwa mereka sengaja mengatur kecepatan peluncuran iklan secara lambat. Mengapa? Tujuannya jelas, yaitu untuk benar-benar memahami dan menjaga pengalaman pengguna tetap optimal.
“Kami masih berada di fase pengujian awal iklan di ChatGPT. Saat ini, fokus utama kami adalah mempelajari perilaku konsumen dan menyempurnakan pengalaman mereka sebelum akhirnya memperluas jangkauan iklan ini,” ujar juru bicara OpenAI dalam pernyataannya kepada CNBC, Senin (30/3/2026). Ia menambahkan, “Kami merasa sangat optimistis dengan sinyal awal yang datang dari pengguna dan merek yang berpartisipasi. Kami pun terus melihat antusiasme serta minat yang kuat dari para pengiklan.”
Laporan dari The Information dan Rencana Ekspansi Global
Laporan mengenai pendapatan bisnis iklan OpenAI yang cemerlang ini awalnya dibagikan oleh outlet media ternama, The Information. Setelah sukses diterapkan di AS, OpenAI tidak akan berhenti di sini. Mereka segera memperluas uji coba iklan ini ke wilayah lain dalam waktu dekat, termasuk Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Langkah ini menandai ambisi besar OpenAI untuk menguasai pasar iklan digital global.
Keputusan OpenAI memasang iklan di ChatGPT bukanlah kebetulan. Ini merupakan bagian dari strategi jitu untuk mendongkrak pemasukan (revenue), setelah perusahaan bertransformasi dari status nirlaba menjadi entitas yang lebih agresif dalam mencari profit. Mereka memilih untuk menguji coba iklan ini khusus pada pengguna dewasa di Amerika Serikat yang menggunakan versi gratis serta paket berlangganan ChatGPT Go.
Iklan Tidak Mengganggu Percakapan
Pada tahap awal ini, OpenAI memberikan jaminan penting: iklan tidak akan menyela percakapan atau mengubah respons AI. Sebaliknya, iklan ditampilkan secara terpisah setelah jawaban ChatGPT diberikan. Berdasarkan pantauan terhadap screenshot yang beredar, iklan tersebut muncul dengan rapi di bagian bawah antarmuka percakapan, tepat setelah jawaban dari ChatGPT.
Transparansi Iklan: Label Konten Bersponsor yang Jelas
OpenAI memastikan bahwa setiap iklan diberi label yang jelas sebagai konten bersponsor. Mereka menempatkannya di luar area respons utama, sehingga pengguna tetap bisa menikmati jawaban AI terlebih dahulu tanpa gangguan apapun. Dilansir dari CNET, iklan ini diklaim sudah dirancang secara cermat agar tidak mempengaruhi kualitas atau netralitas jawaban ChatGPT. Perusahaan menegaskan bahwa respons yang diberikan tetap murni berasal dari AI dan tidak didikte oleh isi iklan.
OpenAI menetapkan aturan main yang cukup ketat terkait audiens iklan. Iklan hanya akan muncul untuk pengguna yang login pada layanan ChatGPT versi gratis dan ChatGPT Go—paket baru yang dibanderol sekitar 8 dollar AS per bulan di AS. Kabar baiknya, bagi pengguna setia paket berbayar seperti Plus, Pro, atau Enterprise, mereka tetap bisa menikmati pengalaman bebas iklan seperti sedia kala.
Privasi Tetap Prioritas Utama
OpenAI juga sangat memperhatikan topik sensitif. Iklan di ChatGPT tidak akan muncul dalam percakapan yang berkaitan dengan kesehatan, kondisi mental, atau politik. Selain itu, mereka memastikan iklan tidak akan ditampilkan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun.
Untuk menjaga privasi, OpenAI memberikan komitmen kuat: mereka tidak akan membagikan isi percakapan atau data pribadi pengguna kepada pihak pengiklan. Iklan akan disesuaikan berdasarkan konteks topik percakapan pengguna, bukan melalui pelacakan aktivitas di luar ChatGPT. Perusahaan juga menyediakan opsi pengaturan yang ramah pengguna, seperti menon-aktifkan personalisasi iklan atau menghapus data iklan secara manual tanpa harus berhenti menggunakan layanan tersebut.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










