Saturday, October 17, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Investasi Rp216 Triliun Take-Two Berujung PHK, Divisi AI Jadi Korban Pertama Restrukturisasi

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
April 8, 2026
in Berita
0
Polemik Rating Usia Game di Steam Memanas, Kemkomdigi Tegaskan Itu Bukan Hasil Verifikasi Resmi IGRS
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Langkah mengejutkan baru saja mengguncang dapur produksi salah satu waralaba game terlaris sepanjang masa. Perusahaan induk yang membesarkan nama waralaba (franchise) game populer Grand Theft Auto (GTA), Take-Two Interactive, dilaporkan secara brutal memangkas habis tim kecerdasan buatan (AI) andalan mereka.

Kabar kurang sedap ini pertama kali mencuat dan menghiasi linimasa LinkedIn berkat sebuah unggahan pilu nan jujur dari kepala divisi AI Take-Two Interactive, Luke Dicken. Dalam pernyataannya yang terasa mirip surat perpisahan, Dicken mengungkapkan kepedihan hatinya. “Ini benar-benar pukulan telak yang mengecewakan karena saya harus menyampaikan kabar bahwa masa kerja saya di T2—dan tim saya—telah berakhir,” tulis Dicken dengan nada yang sukses mengundang simpati banyak netizen.

Related posts

Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS

Table of Contents

Toggle
  • Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS
  • Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff
  • Mahar Rp216 Triliun yang Belum Juga Berbuah Manis
  • Lepas Tim AI di Saat Ingin Fokus ke AI? Sebuah Ironi yang Mengejutkan
  • Ketika Sentuhan Manusia Masih Tak Tergantikan Algoritma

Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS

October 17, 2026
Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff

Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff

October 17, 2026

Dicken dengan bangga menyebutkan bahwa tim yang ia komandoi selama ini sejatinya telah berhasil mengembangkan teknologi mutakhir guna menopang dan memuluskan proses pembuatan game di perusahaan raksasa itu selama beberapa tahun terakhir. Alih-alih menyombongkan diri di saat-saat genting, Dicken justru memilih untuk merendah dan memanfaatkan jejaring profesionalnya. “Saya jamin mereka sangat kompeten di bidangnya dan siap untuk kerja jika dibutuhkan cepat,” imbuh Dicken, memohon bantuan kepada koneksi LinkedIn-nya agar mau menampung mantan anggota timnya yang kini terkatung-katung nasib.

Kita perlu menelisik lebih dalam bahwa tim AI Take-Two ini sebagian besar diketahui berasal dari divisi AI milik Zynga, yang sukses diakuisisi oleh Take-Two pada tahun 2022 silam dengan nilai fantastis sekitar 12,7 miliar dollar AS (setara Rp 216 triliun). Namun, harapan akan lahirnya jagoan-jagoan baru dari kolaborasi mahal tersebut tampaknya belum juga membuahkan hasil yang manis. Kolaborasi itu sayangnya belum berhasil memproduksi banyak game hit atau judul populer baru sejauh ini. Oleh karena itu, sangat wajar rasanya apabila manajemen Take-Two akhirnya mengambil keputusan pahit untuk melepas beberapa karyawannya demi efisiensi bisnis.

Hingga detik laporan ini kami susun, pihak resmi Take-Two masih memilih bungkam seribu bahasa dan belum melontarkan komentar resmi terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) tim AI ini. Mereka juga masih merahasiakan jumlah pasti orang yang terkena imbas pemangkasan. Di samping itu, perusahaan raksasa ini belum juga mengumbar siapa sosok atau teknologi apa yang kelak akan menggantikan posisi tim AI yang sebelumnya dinakhodai oleh Luke Dicken tersebut. Situasi ini jelas memantik rasa penasaran para pelaku industri game global.

Mahar Rp216 Triliun yang Belum Juga Berbuah Manis

Langkah Take-Two mengakuisisi Zynga tiga tahun silam tentu bukan sekadar aksi borong aset biasa. Perusahaan yang bermarkas di New York itu merogoh kocek sedalam 12,7 miliar dollar AS demi mencaplok raksasa game mobile tersebut. Harapannya, tim AI Zynga yang terkenal lincah itu mampu menyuntikkan darah segar ke dalam mesin produksi Take-Two.

Sayangnya, ekspektasi setinggi langit itu rupanya belum berhasil mendarat di bumi. Sederet judul baru yang diharapkan meledak di pasaran justru masih sepi peminat atau bahkan mandek di tengah jalan. Kondisi ini lantas memaksa para eksekutif di lantai atas untuk kembali memutar otak dan menghitung ulang anggaran operasional.

Tidak mengherankan apabila akhirnya keputusan pemangkasan tim AI ini menjadi salah satu opsi pahit yang harus mereka telan. Dalam dunia bisnis sekelas Take-Two, loyalitas karyawan memang sering kali kalah telak oleh tuntutan neraca keuangan dan proyeksi pendapatan kuartalan. Lagipula, jika investasi sebesar itu belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan yang menggembirakan, maka langkah restrukturisasi menjadi sebuah keniscayaan yang sulit untuk dihindari.

Lepas Tim AI di Saat Ingin Fokus ke AI? Sebuah Ironi yang Mengejutkan

Menyoal aksi PHK tim AI di lingkungan Take-Two Interactive, langkah yang satu ini terbilang sungguh absurd dan cukup mengejutkan banyak kalangan. Pasalnya, Take-Two sebelumnya getol menyuarakan bahwa mereka tengah aktif mengadopsi teknologi AI generatif dalam lini pengembangan game mereka. CEO Take-Two, Strauss Zelnick, bahkan pernah dengan lantang menyatakan bahwa perusahaan “secara aktif mengadopsi AI generatif” dan tengah menjalankan ratusan proyek uji coba yang tersebar di berbagai studio internal.

Menurut sang CEO yang terkenal vokal itu, teknologi ini sengaja dimanfaatkan untuk mendongkrak efisiensi, menekan biaya produksi yang kian membengkak, serta membantu membereskan tugas-tugas rutin yang menyita waktu agar para pengembang manusia bisa lebih fokus menggarap aspek-aspek kreatif nan esensial. Meski demikian, Zelnick juga buru-buru menegaskan bahwa AI bukanlah tongkat sihir ataupun solusi utama untuk menciptakan game sukses berskala kolosal. Ia bahkan dengan tegas menyebut bahwa teknologi AI generatif sama sekali tidak dilibatkan dalam pengembangan Grand Theft Auto VI (GTA 6) yang paling ditunggu-tunggu umat manusia di muka bumi ini.

“Tidak ada bukti konkret bahwa alat semata bisa menciptakan karya hiburan hebat yang menyentuh hati,” kata Zelnick dalam sebuah pernyataan blak-blakan kepada para investor yang notabene lebih peduli pada dividen ketimbang kode pemrograman. Pernyataan ini seolah menjadi tamparan keras bagi mereka yang meyakini AI akan mengambil alih seluruh peran kreatif di industri hiburan.

Sebelumnya, Presiden Take-Two, Karl Slatoff, juga turut menyuarakan nada sumbang yang senada. Ia menyebut bahwa teknologi pembuat game instan berbasis AI seperti Genie masih berada jauh di level bawah jika dibandingkan dengan mesin game (game engine) profesional yang digunakan oleh para developer kawakan. Dengan kata lain, untuk menciptakan pengalaman sekelas Red Dead Redemption 2 atau GTA 6, sentuhan tangan manusia masih menjadi harga mati yang tak bisa ditawar oleh algoritma secanggih apa pun.

Ketika Sentuhan Manusia Masih Tak Tergantikan Algoritma

Di kancah industri yang lebih luas, penggunaan AI dalam pengembangan game memang selalu memicu perdebatan pro dan kontra yang sengit. Sejumlah gamer garis keras secara vokal mengkritik habis-habisan teknologi ini karena dinilai dapat menurunkan kualitas pengalaman bermain secara signifikan, terutama pada karakter non-pemain (NPC) dan kualitas akting pengisi suara.

Salah satu contoh paling anyar yang sempat ramai dipergunjingkan adalah teknologi DLSS 5 dari Nvidia yang menuai kritik pedas karena dinilai justru membuat perilaku dan ekspresi wajah NPC terlihat lebih kaku, aneh, dan kurang natural dari biasanya, sebagaimana yang telah dirangkum dari laporan eksklusif Kotaku. Para pemain mengeluhkan bahwa karakter yang seharusnya hidup dan penuh emosi malah tampak seperti robot yang kehilangan jiwanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun AI mampu merender grafis lebih cepat atau menciptakan dialog instan, nuansa artistik dan kedalaman emosional masih menjadi domain eksklusif milik kreator manusia. Industri game bukanlah pabrik baut yang bisa sepenuhnya diotomatisasi. Di dalamnya terdapat seni bercerita, olah rasa, dan kejutan-kejutan liar yang hanya bisa lahir dari imajinasi liar seorang manusia.

Adapun perombakan total struktur tim AI di Take-Two ini jelas-jelas mencerminkan sebuah dinamika yang masih terus bergolak dan berkembang dalam pemanfaatan AI di industri game. Langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan besar tengah berupaya keras untuk menyeimbangkan antara efisiensi yang dijanjikan oleh teknologi dengan kualitas serta kedalaman pengalaman bermain yang menjadi nyawa dari sebuah mahakarya interaktif. Meski mesin dan kode bisa memangkas biaya, nyatanya jiwa dari sebuah cerita yang menggugah dan gameplay yang memanjakan tetap tak bisa dihasilkan dari perintah bot semata. Para penggemar GTA di seluruh dunia pun kini bisa sedikit bernapas lega karena sang bos besar telah memberi jaminan bahwa proyek GTA 6 tetap steril dari campur tangan AI generatif yang masih meraba-raba arah.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: GTA
Previous Post

Polemik Rating Usia Game di Steam Memanas, Kemkomdigi Tegaskan Itu Bukan Hasil Verifikasi Resmi IGRS

Next Post

Meta Uji Coba Fitur Instagram Plus, Pengguna Bisa Pantau Stories Secara Anonim

Next Post
Polemik Rating Usia Game di Steam Memanas, Kemkomdigi Tegaskan Itu Bukan Hasil Verifikasi Resmi IGRS

Meta Uji Coba Fitur Instagram Plus, Pengguna Bisa Pantau Stories Secara Anonim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Surface Laptop Ultra Hadir dengan Chip Nvidia RTX Spark dan Unified Memory Hingga 128 GB

Instagram Hadirkan Teleprompter Internal untuk Reels, Solusi bagi yang Sering Lupa Naskah

4 months ago
Anthropic Rilis Laporan Intelijen: Claude Disalahgunakan untuk Serangan Siber dan Riset Patogen

Anthropic Rilis Laporan Intelijen: Claude Disalahgunakan untuk Serangan Siber dan Riset Patogen

1 month ago
Fangirling BTS di Seoul yang Bikin ARMY Gila!

Fangirling BTS di Seoul yang Bikin ARMY Gila!

12 months ago
China Minta Waspada! Claude Code Versi Lama Disebut Miliki Fitur Pemantauan Berbahaya

Leica Luncurkan SL3-P, Kamera Full Frame Andal untuk Fotografi dan Videografi Kelas Atas

3 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS
  • Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff
  • Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS

Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS

October 17, 2026
Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff

Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff

October 17, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In