Olympic.or.id – Wah, geger nih dunia AI! Perusahaan kecerdasan buatan raksasa, Anthropic, secara mengejutkan memutuskan untuk menghentikan dukungannya terhadap platform keren OpenClaw di layanan langganan chatbot Claude. Keputusan mengejutkan ini mereka ambil lantaran penggunaan OpenClaw dinilai terlalu membebani kapasitas komputasi sistem Anthropic. Bisa dibilang, OpenClaw kayak “anak bawang” yang bikin sistem kewalahan!

Sang Kepala Claude Code di Anthropic, Boris Cherny, dengan terus terang mengumumkan bahwa mulai Sabtu pukul 12.00 waktu setempat, para pelanggan Claude AI yang setia tidak bisa lagi menikmati integrasi seru dengan OpenClaw. Nah, buat kalian yang masih ngotot ingin mengakses layanan tersebut, Anthropic menyediakan alternatif: kalian wajib membeli paket penggunaan tambahan (extra usage bundles) atau memakai API key Claude secara terpisah melalui platform pengembang Anthropic. Jadi, masih ada harapan sih, tapi dengan cara yang sedikit lebih ribet!
Lonjakan Pengguna Bikin Sistem Jebol!
Cherny membeberkan alasan di balik kebijakan drastis ini. Menurutnya, lonjakan permintaan terhadap Claude dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama. Bayangkan, model AI keren ini bahkan sempat menduduki peringkat teratas di Apple App Store Amerika Serikat pada Maret lalu! Wah, luar biasa populer, ya! Akibat tingginya permintaan tersebut, Anthropic juga dilaporkan sempat menyesuaikan batas penggunaan (usage limits) bagi para pelanggan setia mereka. Jadi, ini bukan keputusan dadakan, melainkan langkah darurat karena sistem nyaris kolaps!
Dengan tegas Cherny menuliskan di media sosial X (dulu Twitter): “Kami telah bekerja keras untuk memenuhi permintaan terhadap Claude, dan langganan kami tidak dirancang untuk pola penggunaan dari alat pihak ketiga seperti ini.” Pernyataan ini sekaligus menjadi tamparan halus bagi para pengguna OpenClaw yang selama ini “memanfaatkan” sistem secara intensif.
Lebih lanjut, Cherny menjelaskan bahwa kapasitas merupakan sumber daya berharga yang harus dikelola dengan hati-hati. Oleh karena itu, perusahaan lebih memprioritaskan pengguna yang memakai produk dan API resmi mereka secara langsung. Seorang juru bicara Anthropic juga menambahkan bahwa penggunaan Claude melalui alat pihak ketiga seperti OpenClaw melanggar ketentuan layanan (terms of service) dan memberikan “beban yang tidak proporsional” terhadap sistem. Artinya, OpenClaw dianggap terlalu “rakus” dalam mengonsumsi sumber daya!
OpenClaw Ngamuk! Sempat Lobi Tapi Gagal Total
Sontak saja, keputusan ini memicu kemarahan pendiri OpenClaw, Peter Steinberger. Di akun X miliknya, Steinberger mengaku bahwa dirinya bersama Dave Morin, anggota dewan OpenClaw Foundation, sebelumnya telah mati-matian berusaha “membujuk” Anthropic untuk membatalkan keputusan penghentian dukungan tersebut. Mereka bahkan sempat berhasil menunda kebijakan ini selama satu minggu! Tapi sayang, pada akhirnya Anthropic tetap kukuh memberlakukan kebijakan tersebut sepenuhnya.
Steinberger dengan nada kesal mengatakan kepada Business Insider melalui pesan teks: “Kami mengatakan kepada Anthropic bahwa banyak pengguna yang berlangganan hanya karena OpenClaw, dan akan menjadi kerugian besar jika mereka diputus aksesnya.” Artinya, menurut Steinberger, Anthropic justru mendapatkan banyak pelanggan berkat keberadaan OpenClaw. Jadi, kebijakan ini dianggap seperti “gigit tangan yang memberi makan”!
Dengan nada frustrasi, Steinberger menambahkan: “Namun sekarang mereka mencoba mengumumkan ini secara diam-diam pada Jumat malam.” Wah, kelihatannya Anthropic sengaja memilih waktu sepi biar tidak terlalu ramai diperbincangkan, ya? Tapi sayang, berita bocor juga!
OpenClaw: Pemicu Tren AI Agent yang MENDUNIA!
Nah, buat kalian yang masih bingung, OpenClaw itu sebenarnya platform agen AI super canggih yang memungkinkan pengguna menjalankan layanan AI seperti Claude untuk melakukan berbagai tugas secara otomatis. Bayangkan punya asisten pribadi yang bisa mengerjakan banyak hal di berbagai aplikasi lain dan membantu alur kerja kalian secara otomatis. Keren, kan?
Popularitas OpenClaw bahkan dinilai telah memicu tren besar penggunaan AI di kalangan pengguna. Banyak orang memanfaatkan teknologi canggih ini untuk mengelola aktivitas harian mereka. Bahkan, seorang pendiri perusahaan rintisan (startup) mengaku telah membuat sembilan AI Agent sekaligus untuk menangani pekerjaan administratif dan kebutuhan rumah tangganya! Gila nggak tuh? Sembilan asisten AI dalam satu rumah!
Dengan dihentikannya dukungan ini, para pengguna OpenClaw pun kebingungan mencari alternatif. Apakah mereka akan pindah ke platform lain? Atau memilih membeli extra usage bundles yang lebih mahal? Atau mungkin akan beralih ke API key Claude? Yang jelas, kekacauan ini menjadi pelajaran berharga bahwa popularitas sekaligus bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan kapasitas sistem yang memadai.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








