Olympic.or.id – Wah, geger nih di industri kartu grafis! Perubahan monumental yang menimpa produsen sekaligus perancang GPU asal Hong Kong, yaitu Galax. Setelah eksis selama tiga puluh tahun lamanya, merek yang sudah sangat legendaris ini kini sepenuhnya berada di bawah komando vendor GPU asal Taiwan, Palit Microsystems. Jadi, jangan heran kalau mulai sekarang, semua gerak-gerik Galax akan dikendalikan langsung dari balik layar oleh Palit. Nah, perlu kalian catat baik-baik, pengalihan bisnis ini resmi berlaku sejak 1 April 2026 lalu.
Pada tanggal tersebut, Palit secara resmi mengambil alih seluruh bisnis Galax. Bukan cuma urusan jual-beli produk, melainkan juga layanan purna jual hingga proses pengembalian barang atau yang biasa disebut Return Merchandise Authorization (RMA) untuk semua GPU yang berada di bawah naungan merek Galax.
Udah Satu Atap Sejak 2007, Kini Makin Kencang
Bicara soal hubungan kedua perusahaan ini, ternyata Palit sudah menaungi Galax sejak tahun 2007 lalu. Namun, saat itu kepemilikan tersebut hanya berlaku untuk beberapa produk tertentu yang dirilis dengan merek Galax. Nah, beda dengan kondisi sekarang. Mulai periode baru ini, seluruh manajemen global Galax untuk semua lini produknya—termasuk KFA2 yang populer di Eropa hingga lini flagship kebanggaan para overclocker, yaitu Hall of Fame (HOF)—dikontrol sepenuhnya dan secara langsung oleh Palit.
Jadi, perlu kalian pahami, mulai sekarang nama “Galax” hanya akan hidup sebagai sebuah merek GPU di pasaran. Sementara itu, di balik layar, semua urusan bisnis, strategi pemasaran, hingga manajemen operasional akan dikelola dan dikendalikan langsung oleh Palit. Bisa dibilang, Galax kini seperti “tulang tanpa daging” dalam hal manajemen, sementara Palit menjadi otak yang menggerakkan semuanya.

Isu Penutupan Global Sempat Mengguncang, Ternyata Hoaks!
Sebelum kabar resmi ini keluar, jagat maya sempat dihebohkan oleh laporan awal yang menyebut bahwa Galax menghentikan seluruh operasinya secara global. Kabar ini jelas memicu kebingungan besar di kalangan gamer, enthusiast, hingga mitra bisnis. Banyak yang khawatir bahwa merek kesayangan mereka akan lenyap begitu saja. Lantas, apa yang sebenarnya memicu kekacauan informasi ini? Menurut sumber internal, isu ini dipicu oleh keterbatasan pasokan GPU yang sangat ekstrem. Keadaan darurat ini terjadi akibat tingginya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau AI.
Seperti yang kita tahu, lonjakan permintaan untuk teknologi AI memang membuat pasokan chip GPU global menjadi sangat ketat. Namun, jangan panik dulu! Dalam pernyataan resmi yang baru saja dirilis, Palit dan Galax dengan tegas menegaskan bahwa tidak ditutup. Jadi, semua kabar burung tentang “mati total” itu hanyalah kesalahpahaman belaka. Mereka memastikan bahwa perubahan yang terjadi hanyalah bagian dari restrukturisasi internal, bukan kebangkrutan atau penghentian operasi.
Restrukturisasi Bukan Bencana: Ini Demi Efisiensi dan Inovasi
Lalu, apa tujuan di balik restrukturisasi yang mengejutkan ini? Menurut siaran pers bersama, perubahan ini dilakukan untuk menyatukan manajemen dan meningkatkan efisiensi operasional. Selama ini, Palit dan Galax memang berjalan relatif terpisah meskipun sudah satu naungan. Kini, dengan peleburan manajemen, semua keputusan bisa diambil lebih cepat, tanpa birokrasi yang berbelit-belit. Lebih lanjut, langkah berani ini juga bertujuan untuk memperkuat kehadiran global Galax di tengah persaingan GPU yang semakin sengit.
Selain itu, Palit ingin mengoptimalkan rantai pasok agar tidak mudah tersendat seperti yang terjadi belakangan ini. Yang paling penting, restrukturisasi ini disebut-sebut akan mempercepat inovasi produk GPU generasi berikutnya. Palit pun dengan lantang menegaskan bahwa roadmap produk tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada pembatalan atau penundaan proyek besar. Semua pengembangan hardware baik untuk para gamer maupun kreator konten akan terus berlanjut sesuai jadwal.
Garansi dan RMA Kini Ditangani Palit, Nasib Pengguna Lama?
Perubahan besar ini ternyata juga berpengaruh signifikan terhadap seluruh aktivitas terkait Galax di masa depan. Mulai dari layanan garansi, perbaikan, hingga pengurusan RMA, semuanya kini akan ditangani langsung oleh Palit. Jadi, jika selama ini kalian terbiasa menghubungi Galax untuk klaim garansi, mulai sekarang arahkan komunikasi kalian ke kanal-kanal resmi milik Palit. Lalu, bagaimana nasib para pengguna setia kartu grafis Galax yang sudah terlanjur membeli produk sebelumnya? Kabar baiknya, mereka tetap bisa mendapatkan dukungan teknis dan layanan garansi.
Namun, dengan satu syarat: kalian harus menghubungi kanal resmi Palit, bukan lagi Galax. Jadi, segera catat alamat dan kontak dukungan Palit agar tidak kebingungan ketika membutuhkan bantuan di kemudian hari. Dukungan untuk produk yang sudah ada pun tetap dijamin, asalkan pengguna mau proaktif mencari kanal yang tepat.
Status Mitra Nvidia Tetap Aman, Masa Depan Cerah!
Secara bisnis, kabar menggembirakan datang dari status kemitraan. Palit turut menegaskan bahwa baik Palit maupun Galax akan tetap menjadi mitra resmi Nvidia untuk GPU. Artinya, dukungan produk dari segi driver, pembaruan firmware, hingga kompatibilitas dengan teknologi terbaru dari tim hijau tersebut tetap terjamin. Informasi ini dihimpun langsung dari laporan Wccftech yang kredibel di industri hardware. Jadi, buat kalian para gamer, overclocker, dan kreator konten yang selama ini mengandalkan produk Galax, pesan kami sederhana: tetap tenang. Semua layanan tetap berjalan, hanya pintu masuknya yang berubah ke Palit.
Pantau terus kanal resmi Palit dan Galax untuk informasi lebih lanjut tentang jadwal rilis produk terbaru serta mekanisme klaim garansi yang baru. Jangan sampai ketinggalan kabar penting, dan selalu ingat untuk menyaring informasi dari sumber yang tidak jelas karena isu tentang “tutup total” terbukti tidak benar dan hanya memicu kepanikan yang tidak perlu.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









