Olympic.or.id – Di tengah hiruk-pikuk para raksasa teknologi dunia, ada satu nama yang punya gaya hidup paling nyeleneh. Bukan Elon Musk yang tidur di pabrik, apalagi Mark Zuckerberg yang terkenal disiplin. Dia adalah Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, yang justru memilih tidur saat matahari terik menyinari bumi!
Hanya Enam Jam, tapi Bukan di Malam Hari
Coba bayangkan: sementara Sundar Pichai, Tim Cook, dan bos-bos teknologi lainnya terlelap di malam hari untuk menjaga ritme tubuh ideal, Hassabis melakukan sebaliknya. Dia mengaku hanya tidur sekitar enam jam sehari—bukan dari tengah malam hingga subuh, melainkan dari pukul 04.00 pagi hingga 10.00 siang!
“Saya memang berusaha tidur enam jam, tapi jadwalnya tidak biasa. Saya tidur di siang hari,” ujarnya terus terang dalam wawancara eksklusif dengan Fortune belum lama ini. Bayangkan, saat kita baru membuka mata, dia justru baru mau memejamkannya!
Satu Hari Terbagi Jadi Dua Sesi Kerja Gila
Nah, inilah yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Dalam kesehariannya, Hassabis menjalani dua sesi kerja yang jadwalnya benar-benar terpaut jauh bagai langit dan bumi.
Sesi pertama dia habiskan di kantor seperti karyawan biasa: rapat-rapat panas, urusan operasional yang bikin pusing, dan koordinasi tim. Setelah lelah, dia pulang ke rumah, makan malam santai bersama keluarga, dan seolah-olah “hari kerjanya” sudah berakhir. Tapi tunggu dulu—ini baru permulaan!
Begitu jarum jam menunjukkan pukul 22.00 malam, sesi kerja kedua langsung dia mulai. Dari jam 10 malam hingga 4 pagi! Iya, benar, dia bekerja saat seluruh dunia sedang terlelap. Di rentang waktu senyap inilah Hassabis mencurahkan seluruh energi otaknya untuk berpikir jernih, mendalami riset berat, dan mengerjakan tugas-tugas yang butuh kreativitas super tinggi.
Kenapa Tengah Malam? Ini Alasannya!
Bukan tanpa alasan bos Google ini memilih jadwal kacau balau begitu. Hassabis dengan jujur mengakui bahwa dia bukan tipe orang yang bekerja optimal saat pagi atau siang hari. Justru ketika kebanyakan orang mulai mengantuk dan lampu kamar mulai diredupkan, pikirannya malah meledak-ledak dengan ide-ide segar. Dia merasa produktivitasnya memuncak persis di tengah malam, saat dunia benar-benar hening tanpa gangguan notifikasi atau dering telepon.
Setelah puas bekerja selama enam jam penuh di malam buta, barulah pukul 04.00 dia beristirahat. Dia tidur hingga sekitar pukul 10.00 siang, lalu bangun dan langsung memulai aktivitas lagi di kantor. Luar biasa, bukan? Pola hidup seperti ini sudah dia jalani hampir satu dekade, sejak pertama kali memimpin DeepMind.
Sejarah Panjang di Balik Gemini
Perlu kamu tahu, Google membeli DeepMind pada tahun 2014. Kemudian pada 2023, perusahaan ini digabungkan dengan Google Brain untuk membentuk Google DeepMind—divisi super yang kini bertanggung jawab mengembangkan berbagai produk AI canggih Google, termasuk Gemini yang terkenal itu. Jadi, di balik kecerdasan buatan Gemini, ada seorang bos yang memprogram sambil ngopi di dini hari!
Peringatan Keras: JANGAN Tiru Kebiasaan Ini!
Meskipun sudah hampir sepuluh tahun menjalani pola hidup ekstrem ini, Hassabis sendiri tidak menutup mata terhadap risikonya. Dia dengan rendah hati mengakui bahwa tidur hanya enam jam sehari berpotensi membawa dampak buruk bagi kesehatan otak dalam jangka panjang. Para ahli kesehatan merekomendasikan orang dewasa tidur tujuh hingga sembilan jam per malam, jadi kebiasaannya itu jelas melenceng jauh dari standar medis.
Bukan Cuma Hassabis, Tapi Tetap Bahaya!
Cerita tentang petinggi teknologi yang kerja keras dengan jam tidur minim memang bukan barang baru. Siapa yang tak kenal Elon Musk? Bos Tesla itu pernah menyatakan bahwa dia tidur sekitar enam jam agar tetap bisa bekerja optimal. Bahkan dalam wawancara dengan Bloomberg pada 2018, Musk mengungkap pernah tidur di lantai pabrik Tesla saat tekanan produksi mencapai puncaknya. Gila, kan?
Tapi ingat, meskipun orang-orang super sukses ini melakukannya, bukan berarti kamu harus meniru. Hassabis sendiri memberi pesan yang sangat jelas: pola kerja ekstrem dan minim waktu tidur sama sekali bukan sesuatu yang patut dijadikan inspirasi. Meskipun kebiasaan itu datang dari para pemimpin industri teknologi global yang sudah terbukti sukses, kesehatanmu tetap nomor satu.
Jadi, kalau kamu melihat artikel motivasi yang bilang “tidur sedikit itu kunci sukses”—abaikan saja. Biarkan Hassabis dan Musk yang punya tim dokter pribadi siap sedia. Kamu cukup tidur nyenyak 7-8 jam, bangun segar, dan tetap produktif dengan cara sehat. Karena pada akhirnya, kesuksesan sejati bukan diukur dari seberapa larut kamu begadang, tapi seberapa berkualitas hidup yang kamu jalani dengan tubuh bugar dan pikiran jernih.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









