Olympic.or.id – Setelah sebelumnya dengan percaya diri mempromosikan kecerdasan buatan sebagai masa depan gaming, Microsoft kini justru menarik rem darurat. Perusahaan raksasa asal Redmond, Washington itu secara mengejutkan mengonfirmasi bahwa mereka menghentikan pengembangan fitur Copilot AI untuk konsol Xbox. Bahkan, mereka juga mulai mematikan fitur serupa di aplikasi mobile Xbox. Keputusan kontroversial ini langsung diumumkan sendiri oleh CEO Xbox, Asha Sharma, dalam sebuah pertemuan internal yang membahas restrukturisasi besar-besaran divisi Xbox. Menurutnya, langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi baru yang lebih gesit.

Baca Juga: Honor Play 11 Plus Resmi Meluncur: Tipis Nan Ramping, Tetap Bertenaga 7.000 mAh
Mengapa Microsoft Mengambil Langkah Dramatis Ini?
“Xbox harus bergerak lebih cepat, membangun hubungan yang lebih erat dengan komunitas, serta mengurangi berbagai hambatan yang menghalangi pemain dan pengembang,” tegas Sharma di hadapan jajarannya. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mulai menghentikan berbagai fitur yang dianggap tidak lagi relevan dengan visi baru perusahaan. Dalam pernyataan resminya, ia menjelaskan bahwa penghentian Copilot di aplikasi mobile dan penghentian total pengembangan Copilot di konsol adalah dua langkah konkret yang segera mereka lakukan.
Baca Juga: Mengikuti Tren AI, Coinbase Rombak Organisasi dan PHK Ratusan Pegawai
Keputusan mendadak ini cukup mencengangkan banyak pihak. Sebab, baru pada bulan Maret 2025 lalu, Microsoft dengan gempar memperkenalkan konsep ambisius bertajuk “Copilot for Gaming.” Waktu itu, mereka mendemonstrasikan fitur AI tersebut sebagai asisten pintar yang siap membantu pemain saat bermain game. Dalam demo yang menarik perhatian publik, Copilot mampu memberikan saran langkah selanjutnya kepada pemain Minecraft setelah mereka mendapatkan item tertentu. Tidak hanya untuk game santai, di game kompetitif seperti Overwatch, AI ini bahkan dengan sigap merekomendasikan karakter terbaik untuk melawan strategi musuh. Tak berhenti di situ, ia juga membantu menyusun strategi tim sekaligus menganalisis penyebab kekalahan pemain secara otomatis.
Fitur Canggih yang Kini Harus Rela Ditinggalkan
Bukan cuma itu, Copilot juga dirancang untuk memudahkan berbagai aktivitas di luar jalannya permainan. Pemain bisa menyuruh AI ini untuk mengunduh ulang game yang pernah mereka mainkan sebelumnya di Xbox. Lebih canggih lagi, Copilot mampu merangkum misi terakhir yang sempat pemain tinggalkan, sehingga gamer bisa langsung lanjut bermain tanpa pusing mengingat-ingat progres lama. Microsoft bahkan sempat menguji fitur ini di aplikasi Xbox mobile sejak Mei 2025, dan mereka berencana membawanya ke konsol Xbox pada tahun ini. Namun, semua rencana gemilang itu kini resmi mereka kubur.
Baca Juga: 12 Mei 2026, Google Akan Gelar The Android Show: Panggung Potensial untuk Android 17
Meskipun Copilot untuk konsumen perlahan mereka tarik, jangan salah sangka: Microsoft tidak meninggalkan AI sepenuhnya dari ekosistem Xbox. Justru sebaliknya, mereka malah memperkuat sisi teknis AI di balik layar. Asha Sharma, yang sebelumnya memimpin divisi CoreAI Microsoft, kini membawa sejumlah eksekutif andal di bidang AI ke jajaran pimpinan Xbox. Beberapa nama yang ikut bergabung adalah Jared Palmer, yang kini memimpin divisi engineering Xbox; Tim Allen sebagai kepala desain; serta Evan Chaki yang mengepalai tim engineering baru untuk menyederhanakan proses pengembangan. Langkah ini sengaja mereka lakukan demi mempercepat inovasi internal.
Apa Masa Depan AI di Xbox Setelah Keputusan Ini?
Dari serangkaian perubahan ini, para pengamat dan media seperti Engadget menduga keras bahwa AI akan lebih banyak mereka gunakan secara tersembunyi atau di belakang layar. Artinya, kecerdasan buatan tidak lagi hadir sebagai fitur utama yang langsung berinteraksi dengan gamer, melainkan sebagai alat canggih yang membantu para developer dan operasional internal Xbox. Dengan kata lain, AI tetap menjadi tulang punggung, hanya saja tidak lagi tampak mencolok di depan mata para pemain. Keputusan ini bisa jadi mengecewakan bagi yang sudah tidak sabar mencoba Copilot, tapi bisa juga menjadi langkah cerdas agar Xbox lebih fokus pada pengalaman bermain yang alami dan manusiawi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









