Olympic.or.id – Geger! Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin kejutan dengan pengumuman mengejutkan yang langsung bikin jagat teknologi bergemuruh. Lewat unggahan di Truth Social pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat, Trump dengan lantang mengklaim bahwa Apple dan Intel sudah sepakat untuk merancang dan memproduksi chip secara bersama-sama di Amerika Serikat. Bayangkan, dua raksasa teknologi yang selama ini bersaing, kini kabarnya bakal bergandengan tangan!
Namun, tunggu dulu! Meskipun pernyataan ini sudah meledak di mana-mana, hingga saat ini baik Apple maupun Intel masih bungkam seribu bahasa dan belum memberikan konfirmasi resmi sedikit pun. Jadi, apakah ini benar-benar terjadi atau hanya wacana panas dari sang presiden?
Awak media CNBC dikabarkan sudah berusaha mati-matian menghubungi Intel, Apple, Gedung Putih, hingga Kantor Perwakilan Taipei di Inggris untuk meminta klarifikasi. Namun, sampai berita ini ditulis, tak satu pun dari mereka memberikan respons. Misteri pun semakin dalam!
Sebenarnya, isu ini bukan barang baru di telinga para pengamat teknologi. Sejak beberapa waktu lalu, sudah beredar kabar bahwa Apple tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Intel untuk memproduksi sebagian chip mereka. Bahkan, kabar paling panas menyebutkan bahwa pada Mei 2026 lalu, produksi uji coba itu sudah mulai berjalan. Wah, berarti ini bukan sekadar isapan jempol belaka?
Chip Apa Sih yang Bakal Dibikin Bareng?
Nah, ini dia bagian yang paling menarik! Jika kerja sama ini benar-benar terwujud, jangan berharap Intel akan langsung memproduksi chip-chip paling canggih dari Apple! Menurut laporan dari AppleInsider, Intel justru diprediksi akan memproduksi chip-chip generasi lama atau chip untuk perangkat yang bukan kategori flagship-nya Apple.
Para pengamat meyakini bahwa beberapa perangkat yang berpotensi menggunakan chip bikinan Intel antara lain adalah iPad Pro, MacBook Air, hingga model iPhone non-Pro atau yang basic. Jadi buat kamu yang ngincer iPhone 18 Pro Max atau chip M5 terbaru, mungkin masih harus bersabar dan tetap bergantung pada TSMC.
Intel sendiri diketahui baru memulai pengujian terbatas untuk proses manufaktur chip 18A-P miliknya. Karena itu, produksi chip Apple dalam skala penuh diperkirakan baru bisa dimulai paling cepat pada pertengahan 2027. Artinya, masih ada waktu hampir setahun lagi sebelum kita bisa melihat hasil nyata dari kolaborasi ini!
Saham Intel Langsung Melonjak, Pasar Antusias!
Meskipun masih belum ada konfirmasi resmi, pernyataan Trump ini terbukti ampuh mengguncang pasar saham. Saham Intel langsung melesat! Menurut laporan CNBC, pada perdagangan pra-pasar (premarket), saham Intel tercatat naik sekitar 8,8 persen, sementara saham Apple juga ikut terdongkrak naik sekitar 0,6 persen. Wow!
Kenaikan ini dinilai sebagai kelanjutan dari tren positif Intel dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan yang sempat tertinggal dalam perlombaan AI itu kini berupaya mati-matian menghidupkan kembali bisnis manufaktur chip atau foundry mereka. Salah satu caranya adalah dengan mencari pelanggan besar dari luar perusahaan, dan Apple jelas merupakan target yang sangat menggiurkan!
Trump: Ini Bagian dari Upaya Bikin AS Mandiri Chip!
Trump sendiri dengan tegas menyebut bahwa kerja sama Apple dengan Intel ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengembalikan produksi chip ke Amerika Serikat dan mengurangi ketergantungan terhadap manufaktur semikonduktor dari luar negeri. Dalam unggahan terpisah, Trump bahkan mengatakan bahwa dirinya mendukung Intel karena ingin produksi chip kembali dilakukan di dalam negeri.
“Saya memutuskan membantu Intel karena kita perlu merancang dan membangun chip kita di Amerika,” tegas Trump, sebagaimana dikutip dari CNBC. Pernyataan ini jelas sejalan dengan ambisi besar Trump untuk menjadikan AS sebagai pusat manufaktur chip dunia!
Apple Mulai Cari Alternatif Selain TSMC!
Para analis menilai bahwa potensi kerja sama dengan Intel ini bisa menjadi langkah strategis Apple untuk mendiversifikasi rantai pasokan chip mereka yang selama ini sangat bergantung pada TSMC. Seperti yang kita tahu, selama ini Apple mengandalkan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk memproduksi chip-chip terbaru mereka.
Namun, permintaan chip AI yang terus melonjak membuat kapasitas produksi TSMC semakin padat dan terserap untuk kebutuhan AI. Akibatnya, pelanggan lain termasuk Apple perlu mengamankan kapasitas produksi jangka panjang agar tidak kehabisan stok.
Laporan AppleInsider bahkan menyebutkan bahwa Nvidia kini telah mengambil alih posisi Apple sebagai pelanggan terbesar TSMC karena kebutuhan chip AI yang sangat besar. Kondisi inilah yang diduga kuat membuat Apple mulai mempertimbangkan opsi lain untuk sebagian kebutuhan produksinya.
Selain itu, kelangkaan pasokan komponen juga dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi roadmap produk Apple. Beberapa laporan menyatakan bahwa Apple terpaksa menunda peluncuran Mac Studio dengan chip M5 serta MacBook Pro layar sentuh akibat kendala pasokan. Bahkan, Apple juga disebut-sebut menghentikan penjualan sejumlah konfigurasi Mac karena ketersediaan memori yang masih terbatas.
Jadi, apakah kolaborasi Apple dan Intel ini akan benar-benar terjadi? Hanya waktu yang akan menjawabnya! Yang jelas, pernyataan Trump ini sudah berhasil menciptakan euforia di pasar dan membuat publik penasaran. Tetap pantau terus perkembangan beritanya hanya di Olympic.or.id!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









