Saturday, October 17, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Alibaba Ambil Langkah Tegas, Blokir Claude Code Usai Dituding Curi Teknologi AI

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
July 12, 2026
in Teknologi
0
Discord Akui Kesalahan Sistem, 8.000 Akun Pengguna Terblokir Akibat Bug Moderasi AI
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Langkah mengejutkan justru datang dari raksasa e-commerce milik Jack Ma yang kini sudah bertransformasi menjadi konglatorat teknologi superbesar, Alibaba. Perusahaan ini secara mengejutkan mengeluarkan larangan tegas bagi seluruh jajaran karyawannya untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) buatan Anthropic, Claude, dalam aktivitas pekerjaan mereka. Kebijakan radikal tersebut mulai berlaku efektif pada tanggal 10 Juli mendatang, dan Alibaba beralasan bahwa langkah ini diambil karena mereka mengkhawatirkan adanya celah keamanan serius dari produk buatan perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Bahkan, Alibaba dengan sigap memasukkan Claude Code—produk unggulan Anthropic—ke dalam daftar hitam software berisiko tinggi yang dilarang di lingkungan internal perusahaan. Informasi ini terkuak dari sumber internal yang mengetahui secara langsung dinamika kebijakan mendadak tersebut, dan mereka menyebut bahwa ini bukan sekadar imbauan, melainkan perintah keras yang wajib dipatuhi.

Related posts

Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang

Table of Contents

Toggle
  • Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang
  • SK Hynix Terbangkan Chip Memori ke Luar Angkasa Lewat Satelit E3T Unit 2
  • Perang Dingin di Balik Layar: Antara Tuduhan dan Baku Tembak
  • Kode Tersembunyi dan Kecaman Publik yang Meledak
  • Dari Reimbursement hingga Larangan Total: Dampak ke Industri

Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang

October 17, 2026
SK Hynix Terbangkan Chip Memori ke Luar Angkasa Lewat Satelit E3T Unit 2

SK Hynix Terbangkan Chip Memori ke Luar Angkasa Lewat Satelit E3T Unit 2

October 17, 2026

Perang Dingin di Balik Layar: Antara Tuduhan dan Baku Tembak

Langkah drastis Alibaba ini bukannya tanpa sebab, melainkan respons langsung atas baku tembak yang telah dipicu lebih dulu oleh Anthropic di ranah internasional. Beberapa waktu lalu, Anthropic mengirimkan surat resmi yang sangat keras kepada Senat Amerika Serikat, dan dalam surat tersebut mereka secara terang-terangan menuduh Alibaba melakukan aksi pencurian teknologi berskala besar. Tudingan itu begitu serius karena Anthropic mengklaim bahwa Alibaba dengan sengaja dan ilegal berupaya mengekstrak kemampuan mumpuni dari Claude untuk mengembangkan produk AI mereka sendiri.

Mereka bahkan menyebut bahwa apa yang dilakukan Alibaba merupakan serangan distilasi terbesar yang pernah mereka alami sepanjang sejarah perusahaan. Metode distilasi yang dimaksud adalah sebuah teknik canggih dalam pelatihan AI, di mana sebuah model yang lebih kecil dan kurang mumpuni dibangun dengan memanfaatkan output dari model besar yang sudah lebih kuat, mirip seperti menjiplak kemampuan otak dewasa ke otak anak kecil. Akibat tuduhan ini, suasana antara kedua perusahaan menjadi panas dan memicu perang dingin di industri teknologi global.

Jika kita menilik lebih jauh ke belakang, sebenarnya ketegangan ini sudah terlihat sejak lama, karena dalam ketentuan layanan atau terms of service milik Anthropic sendiri sudah secara eksplisit melarang perusahaan-perusahaan yang berbasis di China maupun negara-negara yang masuk dalam daftar ‘musuh’ Amerika untuk mengakses atau menggunakan model AI mereka. Melihat hal tersebut, Alibaba pun kemudian bertindak cepat dan mengambil keputusan ekstrem untuk melindungi keamanan data internal mereka. Pihak manajemen Alibaba kini mewajibkan setiap karyawan untuk segera melakukan uninstall atau penghapusan total semua model dan produk agen Anthropic yang terpasang di perangkat kerja mereka.

Tak hanya itu, sebagai pengganti Claude yang dilarang tersebut, perusahaan memerintahkan seluruh stafnya untuk beralih menggunakan asisten AI buatan dalam negeri yang mereka kembangkan sendiri, yaitu Qoder. Hingga berita ini diturunkan, baik perwakilan dari Alibaba maupun Anthropic masih bungkam seribu bahasa dan kompak menolak memberikan komentar resmi kepada media, sehingga publik hanya bisa berspekulasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Kode Tersembunyi dan Kecaman Publik yang Meledak

Di tengah ketegangan yang memanas ini, gelombang kecaman dari warganet China terhadap Anthropic tiba-tiba meledak di dunia maya, terutama setelah beredarnya unggahan-unggahan viral di platform Reddit dan GitHub. Dalam unggahan tersebut, para pengguna teknologi mengungkapkan temuan mengejutkan tentang adanya kode tersembunyi yang dengan cerdik dirancang untuk mendeteksi lokasi geografis pengguna, secara spesifik untuk mengidentifikasi apakah mereka berada di wilayah China atau tidak. Keberadaan kode ini sontak membuat publik China geram, karena mereka menganggapnya sebagai tindakan diskriminatif dan bentuk spionase digital yang tidak etis. Akibatnya, sentimen negatif terhadap Anthropic pun semakin menjadi-jadi, dan banyak pegiat teknologi di China yang mendukung penuh langkah Alibaba sebagai bentuk pembelaan atas kedaulatan data nasional.

Sementara itu, Financial Times melaporkan bahwa Anthropic saat ini benar-benar serius bergerak untuk menutup semua celah teknis yang selama ini memungkinkan perusahaan-perusahaan China memanfaatkan Claude secara ilegal. Mereka diketahui telah mengidentifikasi banyak pihak yang menggunakan negara ketiga sebagai jalur tikus untuk mengakali pembatasan wilayah yang ketat, dan kini mereka bertekad untuk menghentikan praktik tersebut. Sumber yang dikutip oleh Financial Times mengungkapkan bahwa salah satu kelompok teknologi finansial raksasa asal China, yaitu Ant Group, selama ini diketahui memfasilitasi para karyawannya dengan akun korporat Claude yang diakses melalui intranet perusahaan mereka. Trik yang digunakan adalah dengan menghubungkan jaringan internal tersebut ke entitas bisnis mereka yang berdomisili di Singapura, sehingga seolah-olah lalu lintas data berasal dari negara yang tidak diblokir oleh kebijakan Anthropic.

Dari Reimbursement hingga Larangan Total: Dampak ke Industri

Selain Ant Group, perusahaan lain yang juga terseret arus isu ini adalah ByteDance, induk usaha dari aplikasi video pendek fenomenal, TikTok. Menurut laporan yang sama, ByteDance memang tidak secara resmi memfasilitasi akses langsung karyawannya ke Claude, namun mereka diketahui menjalankan program reimbursement atau penggantian biaya yang cukup longgar. Melalui program ini, para insinyur dan pengembang di ByteDance diizinkan untuk mengajukan klaim atas biaya langganan pribadi mereka untuk menggunakan Claude, dan perusahaan akan mengganti biaya tersebut.

Tentu saja, untuk dapat mengakses layanan yang diblokir tersebut, para insinyur ini harus menggunakan jaringan pribadi virtual atau VPN untuk menyamarkan lokasi mereka. Praktik ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan menjadi rahasia umum di kalangan pelaku industri teknologi di China, namun kini semuanya terancam berakhir seiring dengan langkah agresif Anthropic yang mulai menutup celah-celah tersebut secara perlahan namun pasti.

Pada akhirnya, langkah Alibaba melarang Claude dan beralih ke Qoder ini bukanlah sekadar kebijakan internal biasa, melainkan sebuah sinyal keras bahwa perang teknologi antara China dan Amerika Serikat kini telah merambah ke ranah kecerdasan buatan. Perusahaan-perusahaan besar mulai saling menjatuhkan dan melindungi aset intelektual mereka masing-masing, dan karyawan menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari gejolak ini. Dengan adanya larangan total dan keharusan beralih ke produk dalam negeri, maka masa depan penggunaan AI di lingkungan korporasi China tampaknya akan semakin mengandalkan produk-produk buatan lokal yang lebih aman dan terkendali.

Hanya waktu yang akan mampu menjawab apakah langkah berani Alibaba ini akan menjadi bumerang bagi produktivitas mereka, atau justru menjadi pemicu kebangkitan industri AI dalam negeri yang selama ini terpendam. Yang jelas, drama persaingan antara dua raksasa teknologi ini masih akan terus berlanjut dan memberikan kejutan-kejutan baru bagi kita semua.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: alibaba
Previous Post

Setelah SU7, Xiaomi Luncurkan Merek SUV Premium Sky Nomad dengan Teknologi EREV

Next Post

ChatGPT Work Resmi Dirilis, AI Serbaguna untuk Mengolah Data dan Menyusun Presentasi

Next Post
Discord Akui Kesalahan Sistem, 8.000 Akun Pengguna Terblokir Akibat Bug Moderasi AI

ChatGPT Work Resmi Dirilis, AI Serbaguna untuk Mengolah Data dan Menyusun Presentasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Apple Pangkas Produksi Vision Pro, Headset VR Rp 58 Juta Ini Ternyata Sepi Peminat

Apple Pangkas Produksi Vision Pro, Headset VR Rp 58 Juta Ini Ternyata Sepi Peminat

9 months ago

Cara Nvidia agar GPU RTX 50 Bisa Dijual di China

1 year ago
Ini Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 15 Pro Series

Ini Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 15 Pro Series

1 year ago
Resmi! iQoo Z11 Turbo Bawa Kamera 200 MP, Snapdragon 8 Gen 5, dan Baterai 7.600 mAh

Resmi! iQoo Z11 Turbo Bawa Kamera 200 MP, Snapdragon 8 Gen 5, dan Baterai 7.600 mAh

9 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS
  • Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff
  • Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS

Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Microsoft Lampaui 4 Triliun Dollar AS

October 17, 2026
Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff

Efisiensi Besar-Besaran Netflix: 1.000 Karyawan Terdampak Badai Layoff

October 17, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In