Olympic.or.id – Dunia fotografi kembali dihebohkan dengan kehadiran Tamron 12-20mm F2.8 yang baru saja mendarat secara resmi untuk para pengguna kamera full-frame dengan mount Nikon Z dan Sony E. Lensa ini bukan main-main, karena hadir dengan spesifikasi yang terbilang sangat menggoda, terutama bagi para pemburu momen di alam liar hingga para penggila astrofotografi yang suka mengabadikan keindahan bintang. Keunggulan lainnya, Tamron berhasil memadatkan teknologi mutakhir dalam bodi yang tergolong ringkas dan ringan, sehingga sangat nyaman digenggam untuk perjalanan jauh.
Tamron benar-benar serius ketika merancang lensa ini. Mereka membenamkan 17 elemen optik yang tersusun rapi dalam 12 grup. Di dalam konfigurasi tersebut, pabrikan menyisipkan elemen aspherical khusus serta elemen low dispersion (LD) dan extra low dispersion (XLD) yang diklaim ampuh menghadirkan ketajaman luar biasa, bahkan hingga ke sudut-sudut terjauh frame. Inilah fitur yang paling diidam-idamkan oleh fotografer astro: Tamron mendesain lensa ini secara khusus untuk meminimalisasi dan mengoreksi berbagai aberasi, termasuk color fringing yang mengganggu serta sagittal coma flare yang sering merusak bentuk bintang. Hasilnya, bidikan langit malam pun tampak lebih bersih dan memukau.
Di sektor otot fokus, Tamron membekali lensa ini dengan motor linear internal yang bekerja senyap namun responsif. Kelebihannya, saat pengguna memutar ring zoom, panjang fisik lensa sama sekali tidak berubah karena semua pergerakan elemen depan terjadi di dalam bodi. Ini tentu memudahkan saat menggunakan rig atau filter holder. Selain itu, lensa ini terbukti cukup andal untuk menjangkau objek dari jarak sangat dekat. Pada posisi 12mm, fotografer bisa mengunci fokus dari jarak hanya 0,18 meter, sementara pada 20mm, jarak fokus minimumnya sekitar 0,28 meter. Dukungan aperture 12-blade juga turut memperhalus efek bokeh, sehingga latar belakang tampak lebih lembut dan sinematik.
Solusi Pintar untuk Masalah Filter
Karena Tamron mengusung elemen kaca depan yang melengkung cembung, pengguna tidak bisa sembarangan memasang filter bundar standar di depan lensa. Namun, Tamron tak tinggal diam. Sebagai solusi cerdas, mereka menyertakan penahan filter di bagian belakang serta lens hood yang sudah terintegrasi langsung ke bodi. Ini adalah terobosan yang memudahkan pengguna tetap bisa berkreasi dengan filter tanpa harus repot dengan sistem yang ribet.
Deretan Tombol Kustomisasi yang Bikin Ketagihan
Salah satu daya tarik terkuat dari Tamron 12-20mm F2.8 adalah banyaknya kontrol manual yang bisa langsung dijangkau di bodi lensa. Tombol-tombol tersebut antara lain:
- Manual Focus Lock Switch: Tombol ini sangat vital bagi fotografer astro yang sering mengalami pergeseran titik fokus tak terhingga hanya karena ring lensa tersenggol di kegelapan. Dengan fitur ini, fokus terkunci aman.
- Custom Function: Tersedia dua tombol yang diletakkan secara praktis dan mudah diakses, baik saat orientasi lanskap maupun potret. Pengguna bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan.
- Zoom Lock: Fitur ini berguna untuk mengunci lensa secara presisi di posisi 12mm atau 20mm, mencegah pergeseran yang tidak diinginkan saat dibawa dalam tas.
- Aperture Ring & Declick: Khusus pengguna E-mount, ring aperture bisa diatur dalam mode click atau senyap (declick) untuk kebutuhan video. Sementara bagi pengguna Nikon Z, mereka akan mendapatkan ring kontrol fungsional yang tak kalah canggih.
Konektivitas Modern dengan USB-C
Tamron juga tidak ketinggalan zaman dengan menyematkan port USB-C di bodi lensa. Fitur ini memungkinkan pengguna memperbarui firmware secara mandiri tanpa perlu mengunjungi service center. Bahkan, melalui kabel atau adapter nirkabel, lensa bisa terhubung ke aplikasi Tamron Link. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa mengubah fungsi cincin, membatasi jangkauan fokus, dan melakukan berbagai penyesuaian lainnya dengan mudah.
Lensa ini menjadi debut bagi bahasa desain terbaru Tamron. Ring putar untuk zoom, fokus, dan aperture kini dibuat lebih tebal. Hal ini memungkinkan akses yang lebih cepat dan intuitif tanpa harus menunduk melihat lensa. Selain itu, ring champagne khas Tamron di dekat mount kamera juga dirampingkan. Hasilnya, tampilan lensa menjadi lebih elegan dan menyatu sempurna dengan bodi kamera mirrorless modern.
Bobot Ringan dengan Kemampuan Berat
Meski dipenuhi fitur canggih dan material premium, Tamron 12-20mm F2.8 tetap mempertahankan ciri khas mereka yang ringkas. Versi E-mount hanya memiliki berat 570 gram dengan panjang 119mm. Sedangkan versi Z-mount sedikit lebih panjang (bertambah 2mm) dan lebih berat (bertambah 15 gram), namun tetap terhitung lebih ringan jika dibandingkan lensa lain di kelas yang sama. Ini adalah kabar baik bagi para petualang yang selalu ingin membawa perlengkapan ringan namun berkualitas.
Tentu saja, semua kecanggihan ini datang dengan banderol yang tidak murah. Tamron 12-20mm F2.8 dibanderol seharga $1.699 (sekitar Rp 30,5 juta) untuk versi Sony E-mount yang akan dirilis pada 30 Juli. Sementara itu, pengguna Nikon harus bersabar sedikit lebih lama hingga 27 Agustus dan merogoh kocek lebih dalam di angka $1799 (sekitar Rp 32 juta). Menurut penjelasan Tamron, selisih harga ini dipengaruhi oleh faktor volume produksi dan dinamika persaingan di masing-masing jenis dudukan kamera.
Siapa yang Cocok Memakai Lensa Ini?
Tamron 12-20 F2.8 jelas menjadi pilihan utama bagi para fotografer lanskap dan astrofotografi. Berkat sudut pandang ultra-wide serta kemampuannya meminimalisasi flare pada subjek bintang, lensa ini siap menemani pengguna menangkap momen epik di alam bebas. Apalagi, ukurannya yang tergolong ringan dan ringkas menjadikannya sahabat karib bagi para fotografer yang mobilitasnya tinggi di alam liar.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








