Olympic.or.id – Siapa bilang raksasa teknologi China cuma jago e-commerce? Alibaba baru saja membuktikan diri sebagai pemain serius di kancah kecerdasan buatan global. Perusahaan yang dipimpin oleh para inovator ini secara mengejutkan meluncurkan model AI paling anyar mereka, Qwen 3.8 Max, yang langsung menggemparkan industri teknologi.

Bayangkan, model ini diklaim sebagai karya terbesar dan tercanggih yang pernah dihasilkan oleh perusahaan teknologi asal Hangzhou tersebut. Bukan tanpa alasan, Qwen 3.8-Max mengusung jumlah parameter yang fantastis, mencapai 2,4 triliun parameter! Untuk memudahkan pemahaman, parameter ini ibarat otak model AI yang belajar dari berbagai pola data selama proses pelatihan, kemudian digunakan untuk menghasilkan respons cerdas.
Meskipun para ahli sepakat bahwa jumlah parameter bukanlah satu-satunya penentu kualitas sebuah model AI, angka 2,4 triliun ini jelas menempatkan Qwen 3.8 Max di jajaran model AI raksasa yang pernah diperkenalkan Alibaba. Sebagai gambaran, pendahulunya, Qwen 3.5 yang dirilis pada Februari 2026 lalu, “hanya” memiliki 397 miliar parameter. Angka ini bahkan mendekati pencapaian Kimi K3 buatan Moonshot AI yang mengusung 2,8 triliun parameter.
Namun perlu digarisbawahi, meskipun parameter sering dijadikan indikator kapabilitas komputasi dan cakupan data yang dimiliki, para pengamat teknologi menekankan bahwa ini bukanlah tolok ukur tunggal untuk mengukur kecerdasan buatan. Ada banyak faktor lain yang turut menentukan kualitas respons dan kemampuan analisis sebuah model AI.
Langsung Melesat ke Puncak
Hebatnya lagi, begitu diperkenalkan ke publik, Qwen 3.8 Max langsung meroket ke posisi puncak sebagai model AI asal China dengan skor tertinggi di platform pembanding model AI ternama, Arena.AI. Prestasi gemilang ini terutama diraihnya dalam kategori model teks, yang merupakan kompetisi paling ketat di dunia AI saat ini.
Tak berhenti di situ, pada kategori analisis gambar dan konten visual, model teranyar Alibaba ini berhasil menduduki peringkat kedua, hanya terpaut di bawah salah satu varian Claude Fable 5 buatan Anthropic. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Alibaba tidak main-main dalam menggarap lini bisnis kecerdasan buatannya.
Alibaba dengan percaya diri mengklaim bahwa model AI tersebut telah berhasil menyelesaikan proyek software engineering yang berlangsung selama 16 hari penuh. Sayangnya, perusahaan masih merahasiakan detail spesifik mengenai proyek tersebut, sehingga masih menjadi teka-teki bagi publik.
Kemampuan Multimodal yang Mengesankan
Sejalan dengan pesaing beratnya, Kimi K3, Qwen 3.8 Max mendukung pemrosesan teks, gambar, dan video dengan konteks yang luar biasa, mencapai satu juta token. Kapasitas ini memungkinkannya menangani dokumen panjang, basis kode yang kompleks, hingga ratusan halaman dokumen dalam satu kali proses. Bayangkan betapa efisiennya pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam sekejap!
Yang lebih cerdik, Alibaba mengadopsi arsitektur mixture-of-experts yang canggih. Sistem ini hanya mengaktifkan 95 miliar parameter untuk setiap permintaan pengguna. Dengan pendekatan inovatif ini, Alibaba mengklaim mampu menekan biaya komputasi secara signifikan sekaligus mempercepat respons AI. Jadi pengguna mendapatkan kecepatan dan efisiensi dalam satu paket!
Persaingan Harga Makin Sengit
Di saat yang sama, startup AI yang sedang naik daun, DeepSeek, tidak tinggal diam. Mereka memperkenalkan model AI V4-Flash yang dibangun dengan biaya operasional jauh lebih murah dibandingkan para pesaingnya. Langkah ini jelas merupakan strategi agresif untuk merebut pangsa pasar dari para raksasa industri.
DeepSeek mematok harga super kompetitif, hanya 0,14 dollar AS (sekitar Rp 2.524) per satu juta input token dan 0,28 dollar AS (sekitar Rp 5.048) per satu juta output token. Angka yang sangat menggoda bagi para pengembang dan perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi AI tanpa menguras kantong.
Perusahaan risis terkemuka, Artificial Analysis, bahkan memperkirakan biaya rata-rata penggunaan V4-Flash hanya sekitar 3 sen dollar AS (sekitar Rp 541) per pengujian. Bayangkan, semurah itu!
Perbandingan Biaya yang Mencengangkan
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, mari kita bandingkan dengan para kompetitornya. Tugas serupa pada Kimi K3 akan menghabiskan biaya rata-rata mencapai 86 sen dollar AS (sekitar Rp 15.506). Sementara pada GPT-5.6 Sol milik OpenAI, biayanya melonjak hingga 1,86 dollar AS (sekitar Rp 33.535). Dan yang paling fantastis, Claude Fable 5 dari Anthropic mematok biaya rata-rata 3,15 dollar AS (sekitar Rp 56.793)!
Menurut Artificial Analysis, pengukuran ini memberikan gambaran biaya yang jauh lebih realistis karena memperhitungkan jumlah token yang diproses model untuk menyelesaikan suatu tugas. Dengan kata lain, jangan terkecoh dengan tarif per token yang terlihat murah, karena bisa jadi model tersebut membutuhkan lebih banyak proses untuk menghasilkan jawaban yang akurat. Efisiensi total adalah kunci!
Persaingan sengit di industri AI China ini jelas menguntungkan konsumen, dengan berbagai pilihan model canggih yang semakin terjangkau. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Waktu yang akan menjawab, sebagaimana dihimpun dari Reuters, Selasa (4/8/2026).
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










