Olympic.or.id – Dunia gaming kembali dikejutkan oleh kabar burung yang kini menjadi kenyataan pahit. Refactor Games, studio yang menjadi otak di balik pengembangan game eksklusif Netflix bertajuk FIFA World Cup: Launch Edition, secara mengejutkan mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap hampir seluruh personelnya. Angka yang beredar sungguh fantastis dan memilukan, yakni mencapai 85% dari total karyawan yang harus kehilangan pekerjaan mereka dalam sekejap.
Kabar Duka dari Balik Layar Game Sepak Bola Netflix
Laporan terpercaya dari Inside Gaming secara terpisah mengungkapkan skala tragedi ini lebih detail, menyebutkan bahwa setidaknya ada sekitar 80 orang talenta industri yang harus merasakan pahitnya surat pemutusan hubungan kerja. Sumber-sumber internal yang dekat dengan situasi studio membocorkan bahwa akar masalah utama dari peristiwa nahas ini berkaitan langsung dengan ditariknya pendanaan secara mendadak oleh pengembang sekaligus penerbit game tersebut, yaitu Delphi Interactive. Keputusan sepihak ini menjadi pukulan telak yang membuat struktur perusahaan ambruk.
Seorang pekerja yang terkena dampak mengungkapkan keprihatinannya, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi begitu cepat setelah mereka berhasil menyelesaikan tugas besar. “Setelah kami berhasil merilis FIFA World Cup Launch Edition untuk platform Netflix Games, perusahaan induk yang menaungi studio kami dengan tragis menarik seluruh aliran pendanaan. Akibatnya, seluruh tim, termasuk saya pribadi, harus menerima kenyataan pahit bahwa kami diberhentikan pada hari yang sama,” ungkap seorang mantan staf yang masih enggan disebutkan namanya dalam wawancara dengan Game Industry pada Rabu (5/8/2026).
Bukan Sekadar PHK, Studio Ditutup Paksa oleh Pemasok Dana
Lebih parah lagi, kondisi yang dialami Refactor Games ternyata bukan sekadar pengurangan jumlah karyawan biasa. Seorang mantan karyawan lainnya menyampaikan informasi yang lebih mengerikan: bahwa pemasok dana utama mereka tidak hanya menghentikan injeksi modal, melainkan memilih opsi paling ekstrem yaitu menutup studio tersebut untuk selamanya. Hal ini menandakan bahwa bukan hanya nyawa proyek yang melayang, tetapi juga eksistensi studio sebagai entitas bisnis yang harus berakhir tragis.
Mantan staf tersebut dengan gamblang menuliskan curahan hatinya di platform profesional LinkedIn, yang langsung menjadi sorotan banyak pihak. “Delphi baru saja mengubur mimpi dengan menutup paksa studio Refactor tepat setelah kita semua bersama-sama merilis game Piala Dunia FIFA untuk Netflix. Seluruh studio diberhentikan hari ini, dan ini adalah kenyataan yang harus kami hadapi. Jadi, jika di luar sana ada pihak yang sedang mencari talenta mumpuni atau tenaga ahli baru, saya dengan senang hati bisa menghubungkan Anda dengan beberapa orang yang sangat hebat dari tim kami yang kini menganggur,” tulisnya dalam status yang penuh haru namun tetap berusaha membantu rekan-rekannya.
Jejak Refactor: Dari Mimpi Besar Hingga Kritik Pedas
Jika kita menelusuri jejak perjalanan Refactor Games, studio ini sebenarnya memiliki fondasi yang cukup kuat. Saat masih beroperasi dengan normal, mereka berhasil meluncurkan game perdana mereka yang berjudul Football Simulator dengan akses awal (early access) pada tahun 2022. Game ini cukup menarik perhatian pasar indie saat itu. Yang membuat studio ini istimewa adalah kualitas sumber daya manusianya; mereka berhasil mempekerjakan beberapa nama besar yang merupakan mantan pengembang dari raksasa industri seperti EA Sports, 2K Sports, hingga OneTeam Partners. Kombinasi pengalaman ini awalnya diyakini akan melahirkan produk yang spektakuler.
Kemudian, babak baru dimulai ketika Refactor menjalin kerja sama strategis dengan Delphi Interactive untuk menggarap proyek ambisius FIFA World Cup: Launch Edition. Proyek ini dirancang secara eksklusif untuk platform streaming raksasa, Netflix, dan akhirnya meluncur dengan meriah pada Juni 2026 yang lalu. Sayangnya, kemeriahan peluncuran tidak berbanding lurus dengan masa depan studio.
Meskipun Netflix secara diplomatis menyebut game ini sebagai produk dengan performa “kelas atas” dalam pernyataan resmi mereka, para pengulas dan gamer di lapangan memiliki pendapat yang bertolak belakang. Banyak reviewer yang dengan pedas mengkritik berbagai aspek teknis dalam game tersebut. Mereka menyoroti kontrol yang terasa kaku dan tidak responsif, kualitas grafis yang dinilai masih jauh di bawah standar game sepak bola modern, serta kecerdasan buatan (AI) pemain yang dianggap buruk dan sering membuat keputusan tidak masuk akal di lapangan. Faktor inilah yang mungkin menjadi salah satu pemicu kurangnya antusiasme pemain.
Sebagai informasi tambahan yang perlu diketahui publik, FIFA World Cup: Launch Edition sebenarnya merupakan proyek besar hasil kerja sama resmi antara Netflix dengan FIFA. Game ini sengaja dirilis bertepatan dengan gelaran akbar Piala Dunia 2026 untuk memanfaatkan momen euforia sepak bola global. Konsepnya sendiri terdengar inovatif, di mana Netflix mencoba menghadirkan pengalaman menonton dan bermain yang terintegrasi.
Dalam konsep permainan yang dipromosikan, TV atau komputer Anda berfungsi layaknya stadion megah, sementara ponsel pintar Anda menjelma menjadi pengontrol permainan yang intuitif. Para anggota Netflix dapat meluncurkan game ini langsung melalui aplikasi Netflix Games dan menggunakan perangkat seluler mereka untuk terhubung serta bermain. Daya tarik utamanya adalah kemampuan untuk mengakomodasi hingga empat pemain sekaligus, sehingga memudahkan para penggemar untuk menikmati turnamen mini bersama teman dan keluarga dari kenyamanan rumah masing-masing. Namun, inovasi ini sayangnya tidak cukup untuk menyelamatkan nasib Refactor Games dari jurang pemutusan hubungan kerja massal.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









