Olympic.or.id – Pernah dengar nama Jolla? Perusahaan teknologi asal Finlandia ini ternyata belum mati langkah, lho! Setelah sukses merilis ponsel pertamanya pada 2013 lalu, kini mereka muncul lagi dengan gebrakan baru yang bikin penasaran. Yap, mereka baru saja memperkenalkan smartphone terbaru bernama Jolla Phone, dan kabar baiknya, ini bukan sekadar ponsel biasa. Yang bikin heboh, ponsel ini nekat banget meninggalkan Android yang selama ini mendominasi pasar. Sebagai gantinya, mereka mengandalkan sistem operasi (OS) Linux bernama Sailfish 5.
Jolla pun dengan pede-nya menyebut produk ini sebagai “ponsel Linux sejati”. Kenapa? Karena mereka benar-benar memakai OS Linux murni, bukan tiruan atau modifikasi yang cuma menyerupai Linux seperti kebanyakan “pseudo-Linux” yang beredar di pasaran. Nah, kalau kamu bosan dengan sistem operasi yang itu-itu saja, ponsel ini bisa jadi angin segar, lho!
Bukan Android, Tapi Linux Asli yang Mengutamakan Privasi
Sailfish 5 yang menjadi nyawa dari Jolla Phone ini punya fokus utama yang sangat relevan di era sekarang: privasi pengguna! Jangan heran kalau ponsel ini tidak melakukan pelacakan apa pun terhadap aktivitasmu. Sistem operasi ini juga tidak mengirim data secara diam-diam ke server, apalagi menyembunyikan modul analitik yang biasanya mengintai kebiasaan pengguna. Serius, ini barang langka di tengah maraknya ponsel yang “haus data”. Dan yang lebih keren lagi, meskipun Jolla Phone tetap mendukung aplikasi Android (buat kamu yang masih bergantung pada ekosistem hijau), pengguna diberikan kebebasan penuh untuk menghapus layanan Google kapan saja mereka mau.
Gak ada paksaan, gak ada ikatan! Bahkan, untuk menjaga privasi secara instan, mereka menyematkan tombol privasi fisik khusus. Tekan tombol ini, maka mikrofon, kamera, Bluetooth, dan beberapa fitur lainnya langsung mati total. Ngeri, kan? Ini benar-benar ponsel yang dibuat untuk mereka yang paranoid sama data pribadinya, tapi tetap pengin gaya!
Spesifikasi Gahar: Layar AMOLED hingga Baterai 5.500 mAh yang Bisa Dilepas
Di luar kehebatan OS dan fitur privasi yang ditawarkan, Jolla Phone juga gak mau kalah saing dari segi spesifikasi teknis. Perusahaan asal Finlandia ini memastikan bahwa ponselnya tetap setara dengan smartphone kelas menengah ke atas yang umum di pasaran. Bayangkan, mereka membekali perangkat ini dengan layar AMOLED 6,36 inci yang jernih dengan resolusi full HD dan kerapatan piksel 390 ppi. Meskipun bagian atas layarnya dihiasi poni (notch)—yang bagi sebagian orang mungkin terasa kuno—tapi tenang, lapisan kaca pelindung Gorilla Glass sudah disematkan untuk melindungi dari goresan.
Dari sektor dapur pacu, Jolla Phone mengandalkan chipset MediaTek, meskipun sayangnya mereka masih tutup mulut soal detail chip yang dipakai. Namun, yang jelas, chip ini dipadukan dengan RAM besar 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Kapasitas ini bahkan masih bisa diperluas pakai kartu microSD, jadi kamu gak perlu khawatir kehabisan ruang buat foto atau video liburan.
Urusan fotografi, Jolla Phone juga siap bersaing! Kamera belakang utamanya dipersenjatai dengan lensa 50 MP yang dibantu kamera ultrawide 13 MP, cocok banget buat kamu yang hobi jeprat-jepret pemandangan luas. Sementara untuk kamera depannya, meski tertanam di poni dan Jolla belum mau mengumbar resolusinya, kami yakin kualitasnya tetap oke buat selfie atau video call. Lalu, bicara soal daya tahan, ponsel ini dibekali baterai jumbo 5.500 mAh. Yang bikin makin keren adalah baterainya bisa dilepas-pasang sendiri oleh pengguna! Gak perlu ke tukang servis kalau baterai mulai bermasalah.
Dan bukan cuma baterai, penampang (cover) belakang ponsel ini pun bisa digonta-ganti sesuai selera. Mau tampil warna-warni atau elegan? Tinggal ganti, gampang banget! Jolla benar-benar kasih sentuhan personal yang jarang ditemui di smartphone zaman sekarang.
Gak cuma itu, ponsel ini juga dilengkapi berbagai fitur modern lainnya seperti pemindai sidik jari side-mounted yang praktis, NFC buat transaksi digital, konektivitas 5G yang siap mengejar kecepatan internet masa kini, serta dukungan dual SIM buat kamu yang punya dua nomor aktif. Semua ini dibungkus dengan janji manis dari Jolla bahwa sistem operasi Sailfish 5 akan mendapat pembaruan (update) minimal selama lima tahun sejak ponsel ini dirilis. Bayangkan, lima tahun aman dari bug dan ancaman keamanan, plus dapet fitur-fitur anyar! Tentu saja, semua keunggulan ini datang dengan harga yang lumayan menguras kantong. Jolla Phone dibanderol 499 euro, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 6,9 juta. Bukankah ini investasi menarik untuk sebuah “ponsel Linux sejati”?
Diproduksi Terbatas, Sudah Dipesan Lebih dari 3.200 Unit
Namun, ada satu hal unik yang membuat Jolla Phone terasa eksklusif. Perusahaan ini menerapkan sistem produksi berbasis “crowdfunding” atau pendanaan bersama. Artinya, Jolla Phone baru akan diproduksi massal jika pesanan yang masuk sudah mencapai minimal 2.000 unit sebelum tanggal 4 Januari 2026. Dan kabar baiknya, berdasarkan pantauan di situs resmi Jolla, pesanan saat ini bahkan sudah melampaui target! Tercatat lebih dari 3.200 unit telah dipesan oleh para penggemar gadget dan pecinta Linux dari berbagai penjuru. Antusiasme ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang haus akan alternatif selain Android dan iOS. Jika semuanya berjalan mulus, Jolla Phone direncanakan mulai dikirimkan ke tangan konsumen pada akhir semester 2026. Wah, masih cukup lama memang, tapi kesabaran pasti terbayar, kan?
Soal ketersediaan wilayah, Jolla mengonfirmasi bahwa ponsel ini akan tersedia di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Norwegia, Swiss, serta negara-negara lain di Uni Eropa. Mereka juga berencana memperluas distribusi ke negara-negara lain di masa depan. Namun sayang, rincian mengenai negara mana saja yang akan menyusul belum mereka beberkan secara gamblang. Di sisi lain, kabar ini dihimpun dari laporan GSM Arena yang selama ini dikenal kredibel soal perangkat mobile. Dari penjelasan tadi, Jolla Phone jelas bukan sekadar ponsel biasa. Dengan perpaduan OS Linux asli yang mengutamakan privasi, spesifikasi hardware yang mumpuni, serta konsep baterai dan cover yang bisa dilepas, ponsel ini berhasil menciptakan ceruk pasar sendiri di tengah dominasi raksasa teknologi.
Kesimpulannya, Jolla Phone adalah bukti nyata bahwa inovasi di dunia smartphone tidak melulu harus mengikuti arus utama. Perusahaan Finlandia ini berhasil menciptakan perangkat yang tidak hanya canggih, tapi juga mengembalikan kendali penuh ke tangan pengguna. Mulai dari sistem operasi yang anti-pelacakan, tombol privasi fisik yang instan, hingga kebebasan mengganti baterai sendiri—semuanya terasa revolusioner di tahun 2026 ini. Jadi, buat kamu yang bosan dengan ponsel-ponsel mainstream dan menginginkan sesuatu yang berbeda, lebih aman, dan keren, Jolla Phone layak banget untuk dinantikan. Yang pasti, Jolla Phone mengingatkan kita bahwa kadang, menjadi berbeda adalah bentuk keberanian paling berharga di era digital ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









