Olympic.or.id – Setelah ditunggu-tunggu para pecinta olahraga ekstrem dan penggiat kebugaran, Garmin akhirnya secara resmi meluncurkan dua jam tangan pintar anyar dari keluarga Fenix, yaitu Fenix 9 dan Fenix 9 Pro, pada Selasa (25/8/2026) kemarin. Kehadiran kedua perangkat ini tentu langsung menyedot perhatian pasar, lantaran keduanya hadir sebagai penerus sah dari seri Fenix 8 dan Fenix 8 Pro yang sudah beredar sejak tahun lalu. Bukan sekadar pergantian model, Garmin kali ini benar-benar menyuntikkan berbagai teknologi mutakhir, terutama di sektor pemantauan stamina yang disebut-sebut jauh lebih pintar dan presisi. Dengan gebrakan ini, Garmin seolah ingin menegaskan posisinya sebagai raja di ranah smartwatch premium bagi para atlet dan petualang.
Teknologi Pelacak Stamina yang Bikin Latihan Makin Efektif
Salah satu daya tarik utama yang diusung oleh Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro terletak pada kemampuan pelacakan stamina yang diklaim makin cerdas dalam membaca kondisi tubuh. Untuk mewujudkan fitur canggih ini, Garmin mengandalkan dua teknologi andalan yang diberi nama Stamina Zones dan Stamina Curves, yang bekerja sinergis dalam memantau daya tahan pengguna secara real-time. Stamina Zones sendiri berfungsi untuk membagi tingkat intensitas olahraga ke dalam lima zona berbeda, yang disesuaikan secara otomatis berdasarkan kondisi fisik pengguna saat itu.
Dengan fitur ini, para pengguna bisa menjaga intensitas latihan agar tetap sesuai dengan target yang diinginkan, sehingga mereka terhindar dari kelelahan yang datang terlalu cepat. Sementara itu, Stamina Curve bekerja dengan memperkirakan berapa lama stamina pengguna masih mampu bertahan pada tingkat intensitas tertentu. Fitur ini sangat krusial karena dapat membantu para pelari atau pesepeda dalam menyusun strategi menentukan kecepatan (pace) yang paling efektif sepanjang aktivitas berlangsung.
Selain memanjakan pengguna dengan fitur pemantauan stamina yang revolusioner, Garmin juga membawa sejumlah peningkatan signifikan pada aspek lainnya di Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. Tampaknya pabrikan asal Amerika Serikat itu tidak ingin hanya mengandalkan satu fitur unggulan, melainkan menghadirkan peningkatan menyeluruh yang membuat pengalaman pengguna menjadi lebih maksimal. Mulai dari sektor tampilan, performa, hingga ketahanan baterai, semuanya mendapat sentuhan penyempurnaan yang patut diacungi jempol. Garmin pun seolah memastikan bahwa kedua perangkat ini bukan hanya sekadar alat pelacak aktivitas, tetapi juga asisten pintar yang siap mendampingi setiap gerakan pengguna, baik di medan ekstrem maupun dalam rutinitas harian.
Garmin Fenix 9, Layar Lebih Terang dan Memori Menggila
Mengulik lebih dalam mengenai spesifikasi, Garmin Fenix 9 hadir dengan mengusung layar AMOLED 1,4 inci yang menawarkan resolusi tajam 454 × 454 piksel. Layar cemerlang ini pun dilindungi oleh kaca Sapphire Crystal yang anti-gores, dan Garmin mengklaim tingkat kecerahannya kini dua kali lebih terang jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya. Di sektor performa, Garmin tidak tanggung-tanggung meningkatkan kapasitas memori internal dari 32 GB menjadi 64 GB, yang tentu memberikan ruang penyimpanan lebih luas bagi para pengguna. Peningkatan memori ini juga turut mendukung mesin peta terbaru yang membuat proses menggeser peta menjadi 30 persen lebih cepat dan responsif, sehingga pengguna tidak perlu lagi menunggu lama saat mengeksplorasi jalur di layar.
Dari sisi ketahanan, Fenix 9 dibekali dengan baterai berkapasitas besar yang diklaim mampu bertahan hingga 16 hari lamanya dalam mode smartwatch, sebuah durasi yang sangat mengesankan untuk perangkat sekelasnya. Pada sektor konektivitas, perangkat ini pun mendukung berbagai teknologi modern seperti GPS multi-band, SatIQ, Bluetooth, ANT Plus, dan Wi-Fi, yang memastikan pengguna tetap terhubung di mana pun berada. Untuk urusan ketahanan fisik, Fenix 9 mengantongi rating 10 ATM dan dapat digunakan untuk menyelam hingga kedalaman 40 meter, sehingga sangat andal untuk aktivitas air.
Garmin juga menyematkan beragam sensor canggih di dalamnya, meliputi sensor detak jantung Garmin Elevate, Pulse Ox, altimeter barometrik, kompas, giroskop, akselerometer, dan termometer, yang semuanya bekerja untuk memberikan data akurat. Fitur pendukung lainnya seperti Perspective View yang menyajikan tampilan peta lebih detail dan Garmin Epic untuk merangkai cerita dari setiap aktivitas, semakin melengkapi keunggulan jam tangan pintar ini.
Fenix 9 Pro, Casing Titanium dan Fitur Darurat Satelit
Beralih ke saudara kandungnya yang lebih eksklusif, Garmin Fenix 9 Pro hadir dengan membawa sejumlah fitur premium yang tidak tersedia pada versi regulernya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah seri Fenix, model “Pro” ini menggunakan casing berbahan titanium yang memberikan kesan mewah sekaligus ringan dan kuat. Pada varian 47 mm, Fenix 9 Pro turut mengandalkan layar AMOLED 1,4 inci dengan resolusi 454 × 454 piksel dan perlindungan kaca Sapphire Crystal. Yang lebih mencengangkan, layar pada model Pro ini memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nit, sehingga tampilan tetap terlihat jelas bahkan di bawah terik matahari sekalipun. Di sektor performa, Garmin membekalinya dengan memori 64 GB dan baterai yang diklaim lebih tahan lama, mampu bertahan hingga 18 hari dalam mode smartwatch.
Kemampuan pendukung lainnya pada Fenix 9 Pro sebenarnya sejajar dengan Fenix 9, namun yang membedakannya adalah penambahan fitur keselamatan ekstra yang membuatnya lebih andal di alam liar. Salah satu fitur andalan tersebut adalah InReach, yang memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan keluarga atau meminta bantuan darurat melalui koneksi satelit atau LTE, sebuah fitur yang sangat vital saat berada di area tanpa sinyal. Garmin juga turut menghadirkan lampu LED dengan mode cahaya hijau yang secara khusus dirancang untuk membantu mempertahankan penglihatan malam pengguna. Selain varian 47 mm, Fenix 9 Pro juga tersedia dalam pilihan ukuran 43 mm dan 51 mm, memberikan opsi lebih luas bagi konsumen dengan kebutuhan berbeda.
Varian 51 mm bahkan menjadi model pertama Garmin yang menggunakan layar AMOLED berukuran 1,5 inci, yang diklaim 15 persen lebih besar dibandingkan Fenix 8 tanpa menambah ukuran casing secara signifikan. Beberapa varian Fenix 9 Pro juga dilengkapi dengan layar yang memiliki kemampuan pengisian daya menggunakan tenaga surya, menjadikannya pilihan ideal untuk petualangan jangka panjang.
Tentu saja, kecanggihan yang ditawarkan oleh kedua jam tangan pintar ini dibanderol dengan harga yang cukup premium. Di pasar Amerika Serikat, Garmin Fenix 9 dibanderol mulai 1.000 dollar AS (sekitar Rp 17,6 juta) untuk model 43 mm dan 47 mm, sementara varian 51 mm dijual seharga 1.100 dollar AS (sekitar Rp 19,4 juta). Sementara itu, Garmin Fenix 9 Pro dibanderol mulai 1.100 dollar AS (sekitar Rp 19,4 juta) untuk ukuran 43 mm dan 47 mm, dan model tertinggi ukuran 51 mm dijual dengan harga 1.200 dollar AS (sekitar Rp 21,2 juta), seperti yang dirangkum dari situs resmi Garmin pada Rabu (26/8/2026).
Meski belum ada kepastian tanggal rilis, Garmin Fenix 9 dan 9 Pro kemungkinan besar akan segera masuk dan dijual di Tanah Air, mengingat kedua produk ini sudah tercantum di website resmi Garmin Indonesia. Namun, sampai saat ini, situs tersebut masih mencatumkan label “Segera Hadir” saja, dan belum mengungkap tanggal peluncuran serta kisaran harga pastinya di pasar Indonesia.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










