Friday, October 23, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Aplikasi

Penelitian Akamai: AI Generatif Picu Ledakan Edge Computing Agar AI Tak Lagi Nge-Lag!

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
September 3, 2025
in Aplikasi, AI
0
Penelitian Akamai: AI Generatif Picu Ledakan Edge Computing Agar AI Tak Lagi Nge-Lag!
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

olympic.or.id — Para pemimpin teknologi informasi di Asia Pasifik, seperti Chief Information Officer (CIO), memprediksi bahwa 80 persen dari mereka akan meninggalkan cloud tradisional dan beralih ke edge computing pada tahun 2027. Mereka mengambil langkah ini karena tren tersebut menjanjikan performa super cepat yang bikin penasaran.

Selain itu, lonjakan penggunaan AI generatif (GenAI) mendorong perubahan ini, di mana perusahaan menuntut kecepatan tinggi, penghematan biaya, serta kepatuhan ketat terhadap aturan lokal. Oleh karena itu, bisnis mulai mencari solusi yang lebih pintar untuk menghindari keterlambatan yang mengganggu.

Related posts

Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

Table of Contents

Toggle
  • Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul
  • Tingkatkan Transparansi Karya, YouTube Music Mulai Labeli Musik Hasil AI
  • Adopsi Edge Computing untuk AI yang Super Cepat Tanpa Lag
  • Perkembangan Adopsi Edge di Beberapa Negara

Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

October 20, 2026
Tingkatkan Transparansi Karya, YouTube Music Mulai Labeli Musik Hasil AI

Tingkatkan Transparansi Karya, YouTube Music Mulai Labeli Musik Hasil AI

October 19, 2026

Akamai Technologies, perusahaan keamanan siber dan cloud dari Amerika Serikat, mengungkap fakta ini melalui riset IDC berjudul “The Edge Evolution: Powering Success from Core to Edge”. Laporan tersebut, yang disusun khusus untuk Akamai, menyoroti bagaimana teknologi ini mengubah lanskap TI di kawasan tersebut.

Dalam riset itu, para ahli menemukan bahwa 31 persen perusahaan di Asia Pasifik sudah menerapkan GenAI dalam operasi produksi skala besar. Sementara itu, 64 persen lainnya masih bereksperimen melalui uji coba atau proyek percontohan yang menjanjikan hasil mengejutkan.

Lebih lanjut, 64 persen perusahaan tersebut secara aktif menguji GenAI untuk berbagai skenario, termasuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan proses internal. Dengan demikian, inovasi ini semakin menyita perhatian para pemimpin bisnis.

Namun, peningkatan adopsi AI generatif justru memunculkan tantangan besar pada infrastruktur TI. Para pakar menilai bahwa cloud tradisional tidak lagi cukup kuat karena sifatnya yang terlalu terpusat, sehingga perusahaan harus mencari alternatif yang lebih tangguh.

Berdasarkan laporan IDC, para pemimpin IT di Asia Pasifik menghadapi berbagai rintangan saat mengoperasikan infrastruktur lama untuk mendukung GenAI. Di antaranya, kompleksitas multicloud menghantam 49 persen perusahaan karena ketidakkonsistenan alat, fragmentasi data, dan kesulitan memperbarui sistem di berbagai platform. Selain itu, 50 persen dari 1.000 organisasi teratas kesulitan menghadapi perubahan regulasi dan standar kepatuhan yang terus berkembang, yang menyulitkan adaptasi pasar serta inovasi AI. Kemudian, 24 persen organisasi mengeluhkan lonjakan biaya cloud yang tak terduga sebagai hambatan utama. Akhirnya, model cloud hub-and-spoke konvensional menyebabkan latensi tinggi yang melemahkan performa aplikasi AI real-time, sehingga tidak cocok untuk beban kerja GenAI skala produksi.

Beberapa hambatan ini mendorong perusahaan untuk segera mengadopsi layanan edge computing. Dengan begitu, bisnis bisa mengatasi masalah tersebut secara efektif dan tetap kompetitif.

Adopsi Edge Computing untuk AI yang Super Cepat Tanpa Lag

Para inovator mendefinisikan edge computing sebagai teknologi yang memproses data tepat di dekat sumbernya, yaitu pengguna, alih-alih mengirimkannya ke pusat data jauh di cloud. Oleh sebab itu, perusahaan menghindari perjalanan data yang panjang dan melelahkan.

Artinya, tim TI menekan biaya secara signifikan sambil meningkatkan efisiensi. Selain itu, pendekatan ini memastikan respons yang instan, yang krusial untuk aplikasi modern.

Bayangkan saja seperti layanan administrasi publik di masa lalu, di mana masyarakat harus bepergian jauh ke kantor pusat dengan biaya tinggi dan waktu lama. Kini, pemerintah membuka cabang di berbagai daerah, sehingga warga cukup mendatangi lokasi terdekat untuk urusan cepat dan murah.

Nah, dalam dunia AI, perusahaan mengolah transmisi data dalam skala raksasa. Oleh karena itu, semakin panjang prosesnya, semakin besar risiko latensi yang mengganggu.

Padahal, AI generatif sangat peka terhadap latensi dan volume data besar. Akibatnya, latensi tinggi membuat pengolahan AI menjadi lamban dan tidak optimal.

Oleh sebab itu, infrastruktur cloud tradisional yang tersentralisasi kemungkinan besar menghambat performa AI secara real-time. Dengan demikian, bisnis mencari solusi yang lebih dekat dan responsif.

Riset IDC memproyeksikan lonjakan pesat belanja layanan edge di Asia Pasifik (kecuali Jepang), dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) mencapai 17 persen hingga 2028. Nilainya bahkan diprediksi menyentuh 29 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 476,2 triliun, yang bikin mata terbelalak.

Daphne Chung, Research Director Cloud Services & Software Research IDC Asia/Pacific, menyatakan dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno pada Rabu (3/9/2025), bahwa GenAI sedang bertransisi dari eksperimen ke penerapan perusahaan luas. Akibatnya, organisasi mengevaluasi ulang lokasi dan cara operasi infrastruktur mereka. “Strategi edge tidak lagi teori belaka; kini diterapkan secara aktif untuk memenuhi tuntutan kecerdasan, kepatuhan, dan skala di dunia nyata,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Perkembangan Adopsi Edge di Beberapa Negara

Riset ini juga mengungkap kemajuan adopsi edge di berbagai negara Asia Pasifik. Misalnya, China muncul sebagai pasar dengan pertumbuhan masif yang mengejutkan.

Perusahaan di China, sebanyak 37 persen, sudah menerapkan GenAI di tahap produksi, sementara 61 persen lainnya sedang menguji. Selain itu, 96 persen mengandalkan IaaS cloud publik.

Mereka meningkatkan investasi TI untuk edge guna mendukung operasional jarak jauh, lingkungan terisolasi, dan skenario industri spesifik. Dengan demikian, China memimpin tren ini.

Sementara di Jepang, 38 persen perusahaan sudah menggunakan GenAI di produksi. Kemudian, 98 persen berencana menjalankan beban kerja AI di IaaS cloud publik untuk pelatihan dan inferensi.

Kasus seperti AI, IoT, dan dukungan operasional di kondisi tak terhubung mendorong pemutakhiran infrastruktur. Oleh karena itu, Jepang terus berinovasi.

Di India, 82 persen perusahaan masih dalam pengujian awal GenAI, dengan hanya 16 persen di tahap produksi. Namun, mereka membangun kemampuan edge di kota-kota tingkat 2 dan 3.

Sebanyak 91 persen pengadopsi GenAI mengandalkan IaaS cloud publik, tetapi kekhawatiran biaya dan kesenjangan keterampilan memicu permintaan infrastruktur AI yang terjangkau. Akibatnya, India bergerak cepat.

Sementara di Asia Tenggara, 16 persen perusahaan sudah memperkenalkan GenAI ke produksi, dengan 84 persen lainnya dalam pengujian awal. Selain itu, 96 persen mengadopsi IaaS cloud publik untuk beban kerja AI.

kunjungi juga laman berita terkini di Exposenews.id

Investasi edge meningkat untuk operasional jarak jauh dan kontrol data. Dengan begitu, kawasan ini siap menyambut era baru.

Parimal Pandya, Senior Vice President & Managing Director Asia Pacific & Japan Akamai Technologies, menekankan bahwa edge computing menjadi kunci bagi perusahaan yang ingin memaksimalkan AI. “Hasil penelitian IDC ini mengungkap bagaimana bisnis di Asia Pasifik mengadopsi infrastruktur edge terdistribusi untuk memenuhi kebutuhan performa, keamanan, dan biaya AI modern,” katanya. “Platform edge global Akamai dirancang untuk transformasi itu, mendekatkan komputasi ke pengguna di mana pun dibutuhkan,” pungkasnya dengan optimis.

Tags: edge
Previous Post

OpenAI Rilis Fitur Keamanan ChatGPT Usai Tragedi Bunuh Diri Remaja

Next Post

Prosesor Desktop Cetak Rekor Gila: Tembus 9,13 GHz!

Next Post
Prosesor Desktop Cetak Rekor Gila: Tembus 9,13 GHz!

Prosesor Desktop Cetak Rekor Gila: Tembus 9,13 GHz!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

China Diskon Listrik 50% Buat Kalahkan Nvidia di AI!

China Diskon Listrik 50% Buat Kalahkan Nvidia di AI!

12 months ago
Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

3 days ago
Valuasi Tembus Rp28.500 Triliun, SpaceX Kandidat Kuat Akuisisi Raksasa Chip Intel

Valuasi Tembus Rp28.500 Triliun, SpaceX Kandidat Kuat Akuisisi Raksasa Chip Intel

5 months ago
Gokil! HMD Serbu Pasar TWS dengan 6 Model Baru, Fitur Premium Harga Merakyat!

Gokil! HMD Serbu Pasar TWS dengan 6 Model Baru, Fitur Premium Harga Merakyat!

10 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xbox xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Samsung Rilis SSD Portabel P7 USB4: Tawarkan Kecepatan Baca Hingga 4.000 MB/s
  • Berkat Fitur Privacy Display, Samsung S26 Ultra Terpilih Jadi Penemuan Terbaik 2026
  • Cegah Tragedi JT610 Terulang, Boeing Resmi Perbarui Sistem AOA pada Armada 737 MAX

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Samsung Rilis SSD Portabel P7 USB4: Tawarkan Kecepatan Baca Hingga 4.000 MB/s

Samsung Rilis SSD Portabel P7 USB4: Tawarkan Kecepatan Baca Hingga 4.000 MB/s

October 23, 2026
Berkat Fitur Privacy Display, Samsung S26 Ultra Terpilih Jadi Penemuan Terbaik 2026

Berkat Fitur Privacy Display, Samsung S26 Ultra Terpilih Jadi Penemuan Terbaik 2026

October 23, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In