Olympic.or.id – Kabar mengejutkan baru saja menggegerkan jagat teknologi dan finansial dunia setelah perusahaan kecerdasan buatan terkemuka, Anthropic, secara resmi melepas dokumen pendaftaran penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ke ruang publik pada hari Senin (26/10/2026). Langkah yang sangat berani dari kreator chatbot pintar Claude ini mendadak menyedot perhatian jutaan pasang mata di pasar global, lantaran momen penawaran saham ini bakal menjadi salah satu aksi korporasi paling fenomenal sepanjang tahun ini.

Pihak manajemen Anthropic sendiri langsung menyerahkan berkas pendaftaran bernilai krusial tersebut kepada lembaga pengawas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC) guna menjamin legalitas penuh atas langkah besar ini. Selain itu, sang pembuat teknologi kecerdasan buatan Claude ini pun telah mengunci posisi perdagangan mereka di bursa Nasdaq dengan memilih kode saham yang sangat ringkas dan mudah diingat, yaitu “ANT”.
Lompatan Pendapatan Fantastis di Tengah Catatan Kerugian Jumbo
Di dalam lembar dokumen keuangan resmi tersebut, Anthropic membeberkan pencapaian finansial yang benar-benar luar biasa karena mereka berhasil meraup total pendapatan sebesar 16,3 miliar dollar AS atau setara Rp 295,6 triliun hanya dalam periode kurun waktu enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Pencapaian pendapatan yang terbilang fantastis ini langsung menandai lonjakan performa bisnis yang sangat dahsyat hingga menggelembung lebih dari 13 kali lipat jika kita menyandingkannya dengan kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya. Sebab, pada rentang waktu awal perjalanannya dulu, pendapatan Anthropic baru mencatatkan nilai sebesar 1,2 miliar dollar AS atau setara Rp 21,8 triliun saja.
Namun demikian, tepat di balik kilaunya angka pendapatan yang meroket tajam tersebut, Anthropic ternyata masih membukukan catatan rugi bersih yang terhitung sangat masif, yaitu menyentuh angka 80,7 miliar dollar AS atau setara Rp 1.463,5 triliun pada paruh pertama tahun ini. Meskipun begitu, pembengkakan angka kerugian bernilai jumbo ini sebenarnya timbul akibat dampak langsung dari penyesuaian pos akuntansi teknis yang berkaitan erat dengan skema perjanjian pendanaan investasi jangka panjang milik perusahaan.
Oleh sebab itu, hingga detik ini publik beserta para pengamat industri finansial masih dibuat penasaran setengah mati karena pihak manajemen Anthropic sendiri belum bersedia membeberkan besaran target valuasi resmi maupun jumlah lembaran saham yang bakal mereka lepas ke tangan investor umum.
Informasi terperinci mengenai harga maupun porsi saham tersebut kemungkinan baru akan menyapa ruang publik sekitar dua pekan mendatang. Pada saat itulah, pihak Anthropic berencana menyerahkan dokumen prospektus pembaruan secara lengkap setelah mereka selesai menghitung dan mengukur secara akurat tingkat antusiasme dari para calon investor potensial.
Valuasi Siap Tembus Angka 2 Triliun Dollar AS dan Geser Rekor SpaceX!
Berdasarkan keterangan beberapa sumber tepercaya yang mengetahui seluk-beluk rencana rahasia ini, Anthropic sebenarnya memasang target untuk resmi melantai di papan bursa pada rentang pekan 16 November 2026. Kendati demikian, tenggat waktu strategis tersebut disinyalir masih bersifat sangat fleksibel dan tentu bisa berubah sewaktu-waktu menyelaraskan perkembangan iklim pasar modal global terkini.
Melalui pergelaran hajatan IPO berskala raksasa ini, Anthropic diyakini memiliki potensi besar untuk menghimpun kucuran dana segar dari masyarakat investor hingga menyentuh angka luar biasa sebesar 100 miliar dollar AS atau setara Rp 1.813,5 triliun, bahkan berpeluang melampaui angka tersebut.
Bahkan, estimasi nilai kapitalisasi pasar atau valuasi Anthropic diperkirakan bakal melejit drastis dan melayang kokoh pada kisaran angka 1,5 triliun hingga 2 triliun dollar AS—yang bila kita konversikan ke dalam mata uang rupiah nilainya mencapai Rp 27.202,5 triliun sampai Rp 36.270 triliun—sebagaimana telah dirangkum secara mendalam oleh media bisnis ternama The Wall Street Journal.
Seandainya target pengumpulan dana sebesar 100 miliar dollar AS tersebut benar-benar berhasil terealisasi dengan sempurna, maka momen IPO Anthropic ini dipastikan bakal langsung memecahkan serta meruntuhkan rekor fantastis yang baru saja ditorehkan oleh perusahaan SpaceX. Pasalnya, pada bulan Juni 2026 lalu, SpaceX diketahui berhasil menyedot dana segar masyarakat sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.360,1 triliun sewaktu pertama kali melepas sahamnya ke bursa publik.
Sebelum munculnya kabar pembaruan ini, mayoritas pengamat pasar saham awalnya memperkirakan bahwa hajatan IPO Anthropic bakal berlangsung lebih cepat pada bulan Oktober. Akan tetapi, penundaan jadwal ke bulan November ini justru memberi keuntungan taktis yang amat berharga bagi Anthropic, sebab kini mereka mempunyai kesempatan emas untuk menyajikan serta memamerkan laporan performa keuangan kuartal ketiga secara transparan kepada para calon pembeli saham.
Dikawal Perbankan Raksasa Dunia dan Kepemilikan Saham Para Pendiri Kunci
Guna menjamin kelancaran seluruh proses transaksi penawaran saham di lantai bursa ini, pihak Anthropic telah menunjuk dua raksasa perbankan investasi dunia, yaitu Goldman Sachs dan Morgan Stanley, sebagai tim penjamin emisi utama (lead underwriters). Selain itu, kedua bank papan atas tersebut juga bakal mendapatkan sokongan penuh dari armada 20 perusahaan penjamin emisi tambahan yang siap mengawal kesuksesan proses IPO ini dari awal sampai akhir.
Bukan hanya itu saja, manajemen Anthropic juga mengambil langkah strategis dengan memberikan mandat khusus kepada Morgan Stanley untuk bertindak selaku agen stabilisasi resmi. Lewat posisi penting tersebut, Morgan Stanley memikul tugas berat untuk memantau, mengendalikan, serta menjaga stabilitas pergerakan harga saham Anthropic selama hari-hari pertama perdagangan awal setelah resmi melantai di papan Nasdaq.
Lebih lanjut lagi, pembukaan berkas pendaftaran S-1 tersebut juga ikut menyingkap tabir mengenai jajaran pemegang porsi saham terbesar di tubuh internal Anthropic. Berkas resmi ini mengonfirmasi bahwa sang Chief Executive Officer (CEO) Anthropic, Dario Amodei, saat ini tercatat menggenggam serta mengendalikan kepemilikan sekitar 245 juta lembar saham perusahaan secara langsung.
Selain keberadaan sosok Dario Amodei yang mendominasi kepemilikan saham, enam figur pendiri penting Anthropic lainnya ternyata masing-masing menguasai lebih dari 200 juta lembar saham Kelas A. Tokoh-tokoh hebat di balik kebangkitan raksasa teknologi AI ini mencakup Daniela Amodei, Tom Brown, Jack Clark, Jared Kaplan, Sam McCandlish, dan juga Christopher Olah.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









