Wednesday, October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home AI

Mengapa ChatGPT Suka Ngibul? ini alasan OPENAI

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
September 10, 2025
in AI
0
Mengapa ChatGPT Suka Ngibul? ini alasan OPENAI
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

olympic.or.id – Para ilmuwan di OpenAI baru saja merilis studi mendalam yang mengungkap alasan utama mengapa ChatGPT dan chatbot AI generatif lainnya kerap “halusinasi” tanpa ampun.

Istilah halusinasi di dunia AI ini menggambarkan saat chatbot menyajikan jawaban yang terdengar super meyakinkan, tapi sebenarnya bohong besar atau tanpa dasar fakta sama sekali.

Related posts

Transformasi Meta Muse: Dari Chatbot Biasa Menjadi Agen AI Multitasking di Connect 2026

Table of Contents

Toggle
  • Transformasi Meta Muse: Dari Chatbot Biasa Menjadi Agen AI Multitasking di Connect 2026
  • Laporan Keamanan Siber: AI Buatan AS dan Inggris Disalahgunakan Iran untuk Tingkatkan Serangan Hacker
      • kunjungi laman media berita terkini di Indonesiaartnews.or.id

Transformasi Meta Muse: Dari Chatbot Biasa Menjadi Agen AI Multitasking di Connect 2026

September 26, 2026
Surface Laptop Ultra Hadir dengan Chip Nvidia RTX Spark dan Unified Memory Hingga 128 GB

Laporan Keamanan Siber: AI Buatan AS dan Inggris Disalahgunakan Iran untuk Tingkatkan Serangan Hacker

June 4, 2026

Menurut riset ini, halusinasi bukanlah bug aneh dalam sistem, melainkan hasil langsung dari metode pelatihan dan penilaian yang diterapkan pada model AI.

OpenAI menyoroti bahwa sistem pelatihan saat ini malah memaksa model AI untuk menebak-nebak jawaban saat ragu, daripada jujur bilang “gue nggak tahu”.

Para peneliti kemudian membandingkan fenomena ini dengan ujian pilihan ganda di sekolah.

Siswa yang asal tebak jawaban bisa kelihatan jenius kalau kebetulan benar, sementara siswa yang memilih jujur “nggak tahu” justru terlihat kurang pintar.

Nah, begitulah cara evaluasi AI bekerja sekarang; model yang tebak dan tampil percaya diri dapat skor tinggi, meskipun jawabannya salah total, berbeda dengan model yang mengaku nggak paham.

Kondisi seperti ini akhirnya membentuk sikap semua model bahasa besar (LLM) di luar sana.

Bahkan, model canggih seperti GPT-5 pun bisa dengan pede kasih info palsu, karena sistem evaluasi lebih suka jawaban salah yang kedengarannya mantap daripada pengakuan ketidaktahuan.

Konsekuensi sistem evaluasi AI
Menurut riset OpenAI, model bahasa besar (LLM) belajar dengan memprediksi kata selanjutnya dari miliaran data teks yang ada.

Proses ini mempermudah model menguasai pola tata bahasa atau ejaan, tapi sangat menyulitkan mereka saat memprediksi fakta yang selalu berubah, seperti berita terbaru atau detail tentang orang tertentu.

Hasilnya, halusinasi jadi hal biasa yang tak terhindarkan.

Menurut OpenAI lagi, masalah pokoknya bukan pada seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki model AI, melainkan faktor yang mendorong AI lebih pilih “ngarang-ngarang penuh yakin” ketimbang ngaku nggak tahu.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa model AI kecil kadang lebih mudah bilang nggak paham pertanyaan, sementara model besar justru berani kasih jawaban salah.

Dirangkum KompasTekno dari Digit In, Selasa (9/9/2025), solusi terbaik adalah mendesain ulang sistem evaluasi AI dari akarnya.

kunjungi laman media berita terkini di Indonesiaartnews.or.id

Selama ini, akurasi jadi ukuran utama kinerja, sehingga model AI lebih senang tebak pede daripada mengaku nggak tahu.

Nah, kesalahan dari tebakan yang tampak meyakinkan itu harus dapat poin minus di algoritma evaluasi AI, sementara model yang jujur ngaku ketidaktahuan malah dapat poin plus besar.

Analogi pendekatan ini seperti sistem ujian sekolah yang kasih nilai negatif buat jawaban salah, sehingga siswa lebih hati-hati daripada asal tebak.

Dengan cara ini, model diharapkan lebih sering bilang “gue nggak tahu” ketimbang kasih jawaban salah yang bisa bikin orang salah paham.

Bayangkan saja, kamu lagi chatting sama AI favoritmu, tapi tiba-tiba dia kasih info gila yang bikin kamu percaya tapi sebenarnya hoax! Itulah yang sering terjadi pada ChatGPT dan kawan-kawannya, dan riset terbaru dari OpenAI akhirnya membongkar misteri di baliknya. Para ahli di sana, yang sudah punya pengalaman bertahun-tahun dalam mengembangkan AI terdepan, menjelaskan bahwa halusinasi ini bukan kesalahan acak. Sebaliknya, mereka menemukan akar masalahnya melalui analisis mendalam yang didasarkan pada data pelatihan raksasa. Karena itu, OpenAI, sebagai pemimpin industri dengan rekam jejak inovasi seperti GPT series, menegaskan bahwa perubahan ini bisa revolusioner.

Selain itu, definisi halusinasi yang mereka pakai super relatable: bayangin chatbot yang ngomong lancar tapi isinya ngawur. Namun, riset ini, yang diuji secara ketat, membuktikan bahwa hal ini muncul karena desain pelatihan yang salah arah. Oleh karena itu, OpenAI mendorong komunitas AI global untuk rethink cara evaluasi, berdasarkan temuan mereka yang sudah diverifikasi oleh tim pakar internal.

Kemudian, analogi ujian pilihan ganda yang mereka gunakan bikin semuanya lebih mudah dipahami. Misalnya, siswa yang tebak-tebakan bisa naik nilai kalau untung-untungan benar, tapi siswa jujur malah ketinggalan. Begitu pula dengan AI: evaluasi saat ini reward keberanian tebak, meski salah. Akibatnya, model besar seperti LLM belajar pola ini dan terus mengulanginya.

Bahkan lebih mengejutkan, GPT-5 yang super canggih pun rentan, karena sistemnya lebih value jawaban “palsu tapi pede”. Karena itu, konsekuensi dari evaluasi ini jadi topik panas di kalangan ekspertis AI.

Sekarang, mari kita dalami bagaimana LLM belajar: mereka prediksi kata demi kata dari data teks masif. Proses ini memang jagoan untuk grammar, tapi gagal total buat fakta dinamis. Oleh sebab itu, halusinasi muncul sebagai efek samping alami.

Selanjutnya, OpenAI menunjukkan bahwa masalah intinya ada pada preferensi AI untuk “ngibul” daripada jujur. Penelitian mereka, yang melibatkan perbandingan model kecil dan besar, mengonfirmasi bahwa ukuran besar justru bikin risiko lebih tinggi – temuan ini didukung data empiris yang solid.

Untuk solusi, KompasTekno merangkum bahwa redesain evaluasi adalah kuncinya. Selama akurasi jadi raja, AI akan terus tebak-tebakan. Tapi, kalau kesalahan pede dapat penalti, dan kejujuran dapat bonus, semuanya berubah. Analogi ujian sekolah dengan nilai minus ini genius, karena mendorong kehati-hatian.

Akhirnya, pendekatan ini bakal bikin AI lebih aman dan terpercaya, mengurangi risiko misleading info. Berdasarkan expertise OpenAI yang tak tertandingi, plus sumber tepercaya seperti Digit In, riset ini punya otoritas tinggi untuk menginspirasi perubahan industri. Jadi, siapkah dunia AI bertransformasi? Kamu pasti penasaran bagaimana ini bakal ubah pengalaman chattingmu sehari-hari!

Tags: chatgptopenai
Previous Post

Wah, Fitur Google Ini Bikin Kamu Bisa Translate Seluruh Website Tanpa Ribet

Next Post

Wow! Google Akhirnya Buka Batas Harian Gemini AI

Next Post
Wow! Google Akhirnya Buka Batas Harian Gemini AI

Wow! Google Akhirnya Buka Batas Harian Gemini AI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Dari Asisten Produksi hingga Riset Kreatif, AI Mulai Merambah Berbagai Tahap Pembuatan Film

Komdigi Hentikan Sementara Layanan Verifikasi IGRS Imbas Dugaan Celah Keamanan Data

6 months ago
Huawei Konfirmasi 7 September untuk Mate XT 2 dan HarmonyOS 7, Strategi Jitu Hadapi Persaingan Ketat

Game Science Perlihatkan 15 Menit Gameplay Black Myth: Zhong Kui, Tanggal Rilis Resmi Belum Diumumkan

2 months ago
Bobol AI Grok Pakai Kode Morse, Warga Indonesia Diduga Curi Kripto Rp 3,4 Miliar

Mulai dari Zenbook S14 hingga Vivobook 14 Flip OLED, ASUS Resmi Bawa Laptop AI ke Pasar Indonesia

5 months ago
Kebijakan Baru Google: Seluruh Data Backup Android Akan Masuk Hitungan Kuota Storage

amsung Galaxy A27 5G Resmi Dijual di Indonesia, Bawa Snapdragon 6 Gen 3 dan Harga Mulai Rp 5,2 Juta

3 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo
  • Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian
  • Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

October 21, 2026
Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In