Wednesday, October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Nvidia Rilis Platform AI Vera Rubin, Tawarkan Kinerja Lebih Dahsyat Dibanding Blackwell

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
January 9, 2026
in Teknologi
0
Nvidia Rilis Platform AI Vera Rubin, Tawarkan Kinerja Lebih Dahsyat Dibanding Blackwell
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Di panggung CES 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, raksasa semikonduktor Nvidia secara resmi meluncurkan senjata rahasia terbarunya: arsitektur chip AI bernama “Vera Rubin”. Tak tanggung-tanggung, CEO Nvidia Jensen Huang langsung menegaskan bahwa platform mutakhir ini dirancang khusus untuk menjawab lonjakan kebutuhan komputasi AI yang semakin ekstrem, baik untuk pelatihan model canggih maupun proses inferensi. “Komputasi yang dibutuhkan AI melonjak sangat cepat. Vera Rubin kami rancang untuk tantangan itu, dan kini sudah masuk tahap produksi penuh!” tegas Huang dengan penuh keyakinan.

Sebagai informasi, arsitektur Rubin pertama kali diperkenalkan Nvidia pada 2024. Kini, platform yang mengambil nama astronom Amerika Vera Florence Cooper Rubin itu resmi naik takhta, menggantikan lini chip AI canggih Blackwell sebagai fondasi paling kokoh untuk infrastruktur AI Nvidia. Perlu diingat, Blackwell sendiri baru diumumkan pada Maret tahun lalu sebagai penerus arsitektur Hopper dan Lovelace.

Related posts

Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

Table of Contents

Toggle
  • Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB
  • HP EliteBoard G2a: Komputer Ringkas Berbentuk Keyboard dengan Chip Ryzen AI Pro
      • Dari Satu GPU Menjadi Platform Superkomputer
      • Lima Inovasi Kunci untuk Era AI yang Lebih Cerdas
      • Lompatan Performa dan Efisiensi yang Spektakuler
      • Diapungi Raksasa Cloud dan Superkomputer Dunia

Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

October 21, 2026
HP EliteBoard G2a: Komputer Ringkas Berbentuk Keyboard dengan Chip Ryzen AI Pro

HP EliteBoard G2a: Komputer Ringkas Berbentuk Keyboard dengan Chip Ryzen AI Pro

October 20, 2026
Dari Satu GPU Menjadi Platform Superkomputer

Yang paling mencengangkan, Vera Rubin bukan sekadar satu GPU biasa. Nvidia justru mendesainnya sebagai platform terintegrasi yang terdiri dari enam chip utama yang bekerja sinergis, layaknya satu superkomputer AI mandiri. Keenam chip andalan tersebut antara lain Vera CPU, Rubin GPU, NVLink 6 Switch, ConnectX-9 SuperNIC, BlueField-4 DPU, dan Spectrum-6 Ethernet Switch. Dengan pendekatan “extreme codesign”, Nvidia mengklaim platform ini mampu memangkas waktu pelatihan AI dan menekan biaya inferensi secara signifikan. Sebagai catatan, inferensi dalam AI merujuk pada proses menjalankan model untuk menghasilkan output dari input baru—bukan proses belajar lagi, melainkan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki.

Menurut klaim resmi Nvidia, platform Rubin mampu memotong biaya token inferensi hingga 10 kali lipat dibanding Blackwell! Bukan hanya itu, platform ini juga disebut mampu melatih model AI bertipe mixture-of-experts (MoE) dengan empat kali lebih sedikit GPU.

Lima Inovasi Kunci untuk Era AI yang Lebih Cerdas

Lalu, apa saja inovasi kunci di dalamnya? Nvidia menegaskan bahwa Vera Rubin secara khusus dirancang untuk menghadapi era agentic AI dan model AI berbasis penalaran (reasoning), termasuk untuk beban kerja generasi video mutakhir. Jenis AI masa depan ini tidak lagi sekadar menjawab satu perintah sederhana. Model AI kini harus memproses rangkaian token yang panjang, berpikir secara bertahap, lalu mengambil tindakan mandiri. Oleh karena itu, proses multi-langkah ini menuntut arsitektur komputasi yang jauh lebih cepat, efisien, dan stabil. Untuk memenuhinya, Nvidia membekali platform Rubin dengan lima teknologi kunci yang siap mengguncang industri.

Pertama, hadirnya Nvidia Vera CPU menjadi salah satu pembaruan paling vital. CPU pertama Nvidia ini secara khusus dirancang untuk agentic reasoning, yaitu kemampuan AI untuk berpikir, merencanakan, dan bertindak secara mandiri dalam jangka panjang. Nvidia menyebutnya sebagai CPU paling hemat daya untuk “pabrik AI” berskala besar. Vera CPU dibangun dengan 88 core Olympus besutan Nvidia, mendukung arsitektur Armv9.2, serta konektivitas NVLink-C2C berkecepatan tinggi. Kombinasi canggih ini memungkinkan CPU menangani beragam beban kerja pusat data dengan efisiensi dan bandwidth yang tak tertandingi.

Kedua, Rubin GPU dibekali dengan Transformer Engine generasi ketiga. GPU andalan ini mendukung kompresi adaptif berbasis perangkat keras dan mampu menghadirkan performa inferensi AI hingga 50 petaflops NVFP4. Teknologi ini secara khusus dirancang agar model AI berskala besar bisa berjalan lebih kencang dengan konsumsi daya yang jauh lebih irit.

Ketiga, NVLink generasi keenam berfungsi sebagai jalur komunikasi supercepat antar-GPU. Setiap GPU Rubin menawarkan bandwidth fantastis hingga 3,6 TB per detik. Bahkan lebih dahsyat lagi, satu rak sistem Vera Rubin NVL72 mampu mencapai 260 TB per detik—angka yang disebut Nvidia melampaui total bandwidth internet global! NVLink 6 juga dilengkapi dengan komputasi langsung di jaringan untuk mempercepat operasi kolektif, serta fitur baru yang meningkatkan keandalan dan kemudahan perawatan sistem AI raksasa.

Keempat, Confidential Computing generasi ketiga menghadirkan perlindungan data menyeluruh. Pada Vera Rubin NVL72, perlindungan ketat diberikan hingga level CPU, GPU, dan NVLink. Fitur ini secara khusus ditujukan untuk melindungi model AI proprietary yang bernilai sangat tinggi, baik saat pelatihan maupun inferensi, dari segala risiko kebocoran data di lingkungan pusat data.

Kelima, RAS Engine generasi kedua menjaga sistem agar tetap produktif. Sistem ini mencakup pemantauan kesehatan real-time, toleransi kesalahan, serta perawatan proaktif. Selain itu, desain rak Rubin juga diperbarui dengan tray modular tanpa kabel, yang diklaim memungkinkan proses perakitan dan servis hingga 18 kali lebih cepat dibanding arsitektur Blackwell. Tak ketinggalan, Rubin memperkenalkan sistem penyimpanan baru bernama Inference Context Memory Storage Platform untuk menangani kebutuhan memori AI modern, khususnya key-value cache yang makin besar.

Lompatan Performa dan Efisiensi yang Spektakuler

Dari sisi angka performa, Nvidia melaporkan lompatan besar yang spektakuler. Untuk tugas pelatihan model, Rubin disebut 3,5 kali lebih cepat dibanding Blackwell. Sementara untuk inferensi, peningkatannya bahkan mencapai 5 kali lebih cepat! Efisiensi energi juga dikebut secara signifikan. Rubin diklaim mampu menghadirkan delapan kali lebih banyak komputasi inferensi per watt—sebuah faktor krusial di tengah melonjaknya konsumsi listrik pusat data AI global.

Diapungi Raksasa Cloud dan Superkomputer Dunia

Akibatnya, hampir semua raksasa cloud segera mengadopsi platform ini. Nvidia menyebut Rubin akan digunakan oleh Amazon Web Services, Google Cloud, Microsoft Azure, dan Oracle Cloud Infrastructure mulai paruh kedua 2026. Platform superkomputer ini juga akan menggerakkan sejumlah proyek superkomputer besar, seperti Blue Lion milik HPE dan superkomputer Doudna di Lawrence Berkeley National Laboratory. Ekosistem pendukungnya pun dipenuhi nama-nama besar seperti OpenAI, Anthropic, Meta, Perplexity, hingga xAI.

Peluncuran Vera Rubin ini jelas terjadi di tengah persaingan sengit pembangunan infrastruktur AI global. Dalam laporan keuangannya, CEO Jensen Huang pernah memperkirakan belanja infrastruktur AI dunia akan mencapai 3 hingga 4 triliun dolar AS dalam lima tahun ke depan. Dengan kehadiran Vera Rubin, Nvidia bukan hanya mempertahankan tahtanya, tetapi juga berusaha menguasai perlombaan triliunan dolar tersebut. Mampukah pesaing mengejar? Waktu yang akan menjawabnya.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Tags: nvidiaTeknologiVera Rubin
Previous Post

Fitur “Brain Health” Samsung untuk Deteksi Demensia Diperlihatkan di CES 2026

Next Post

Clicks Communicator, Ponsel Android dengan Keyboard QWERTY yang Terinspirasi dari Blackberry

Next Post
Clicks Communicator, Ponsel Android dengan Keyboard QWERTY yang Terinspirasi dari Blackberry

Clicks Communicator, Ponsel Android dengan Keyboard QWERTY yang Terinspirasi dari Blackberry

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Terobosan Baru Threads! Akhirnya Pengguna Bisa “Ngedikte” Algoritma Mau Ngasih Lihat Apa

Sony Perkenalkan WF-1000XM6, Earbud Flagship dengan Peningkatan ANC dan Kualitas Audio

8 months ago
Google Perkenalkan Pics, Layanan AI untuk Membuat dan Mengedit Konten Visual

Poco X8 Siap Guncang Kelas Menengah, Baterai 8.340 mAh Jadi Andalan Utama

2 months ago
Data 13 TB dari Infrastruktur Lama Steam Terpapar ke Publik, Banyak Aset Game Pihak Ketiga Ikut Tersebar

Review Nothing Ear (3a): Suara Jernih, ANC Cukup, dan Fitur Audio Snapshot yang Bikin Penasaran

2 months ago
Infinix Bongkar UI Terbarunya, XOS 16 Bikin Smartphone Lama Jadi “Hidup” Lagi!

Infinix Bongkar UI Terbarunya, XOS 16 Bikin Smartphone Lama Jadi “Hidup” Lagi!

9 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo
  • Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian
  • Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

October 21, 2026
Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In