Olympic.or.id – Nvidia dan OpenAI mungkin menjadi bintang papan atas saat kita membicarakan soal kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, pernahkah sedikit pun terlintas di benak bahwa Ajinomoto, produsen bumbu penyedap makanan kesayangan ibu-ibu, serta Toto, perusahaan pembuat dudukan toilet mewah, juga ternyata memegang peran vital terhadap pesatnya perkembangan AI? Jawabannya singkat, mereka memang punya peran krusial!
Dua Raksasa Jepang yang Menguasai Pasar Global
Kedua perusahaan raksasa asal Jepang ini mengisi posisi berbeda namun sama pentingnya dalam rantai pasokan industri semikonduktor global. Tanpa mereka, chip-chip canggih penggerak AI mungkin cuma akan jadi lempengan silikon mati yang tak berguna. Dunia teknologi tinggi ternyata bergantung pada inovasi dari sektor yang tak pernah kita duga sebelumnya.
Dari Bumbu Dapur ke Bahan Baku Chip Canggih
Ajinomoto, yang selama ini kita kenal sebagai peracik monosodium glutamate atau MSG, ternyata menjelma sebagai penyuplai krusial bagi industri semikonduktor. Produsen micin ini sudah puluhan tahun melakukan riset mendalam di bidang kimia asam amino. Portofolio riset inilah yang menjadi modal besar Ajinomoto untuk mengembangkan produk revolusioner bernama Ajinomoto Build-up Film, atau biasa disingkat ABF. Material ini merupakan isolator khusus yang mereka gunakan dalam proses pengemasan semikonduktor paling canggih di dunia.
Sebenarnya ABF bukan bagian dari chip silikon yang menjadi otak AI. Material ini justru berfungsi pada substrate, yakni lapisan atau papan penghubung yang bertugas membawa sinyal listrik dan daya dari chip AI menuju motherboard atau sistem lainnya. Analoginya begini, kalau chip AI adalah seorang profesor jenius, maka substrate adalah meja dan alat tulis yang memungkinkan profesor itu menuliskan ilmunya. Tanpa substrate yang andal, chip canggih yang kita pakai pada server AI raksasa, pusat data super sibuk, hingga GPU gaming kesayangan para gamer tidak akan bisa berfungsi sama sekali. Mereka akan menjadi sampah elektronik mahal yang tak berguna.
Saat kelangkaan chip global melanda dunia pada tahun 2020-2021 lalu, kita semua menyalahkan pandemi atau meningkatnya permintaan. Namun, tahukah Anda bahwa keterbatasan kapasitas produksi substrate canggih, seperti yang diproduksi Ajinomoto, justru menjadi hambatan utama lainnya dalam rantai pasok? Ya, fakta ini membuktikan betapa dominannya peran pabrik micin dalam ekosistem teknologi dunia. Penjelasan teknis tentang ABF lebih lanjut bisa Anda simak di laman resmi Ajinomoto berikut.
Kloset Duduk yang Ternyata Bikin Chip Makin Ngebut
Selain Ajinomoto, ada pula Toto yang dikenal luas sebagai produsen alat mandi premium. Namun di balik citra kloset duduk dan wastafel mewahnya, Toto juga memproduksi komponen keramik presisi tinggi untuk peralatan semikonduktor. Komponen keramik ini mereka buat melalui proses sintering, yakni pemanasan material pada suhu sangat tinggi hingga mencapai ribuan derajat celsius, untuk menghasilkan komponen yang padat, tahan lama, dan super tahan kontaminasi.
Nah, dalam proses sintering tadi, Toto berhasil menciptakan keramik dengan tingkat kemurnian yang sangat ekstrem. Keramik ultra-murni ini kemudian mereka gunakan pada peralatan yang menangani wafer silikon di dalam cleanroom atau ruang super bersih. Jadi saat chip sedang dibuat, wafer silikon, yaitu lembaran tipis bundar yang menjadi dasar chip, harus diproses di ruangan yang tingkat kebersihannya terkontrol sangat ketat. Ruangan ini bahkan disebut-sebut jauh lebih bersih daripada ruang operasi di rumah sakit termewah sekalipun!
Di dalam cleanroom itulah peralatan yang menangani wafer silikon bekerja. Robot handler, dudukan wafer, dan berbagai peralatan lainnya menggunakan komponen keramik ultra-murni buatan Toto tadi. Keramik ultra-murni ini sangat diperlukan karena struktur transistor pada chip modern dibuat super kecil, dalam skala nanometer yang jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia!
Satu partikel debu mikroskopis saja bisa menyebabkan bencana. Debu bisa menggores permukaan wafer yang mulus, mengganggu pola sirkuit yang sudah dirancang rumit, atau yang paling fatal, menyebabkan pembuatan wafer gagal total. Jika tidak super-murni, keramik biasa mungkin saja mengandung jejak logam atau zat kimia berbahaya. Kontaminan ini bisa bereaksi saat terkena suhu ekstrem atau bahan kimia tertentu dalam proses fabrikasi, dan akibatnya bisa fatal bagi seluruh batch produksi chip.
Jepang dan Peran Senyap di Balik Kemajuan AI
Selain Toto, beberapa perusahaan Jepang lain juga disebut-sebut memegang peran penting dalam rantai pasok hulu industri semikonduktor. Nama-nama seperti Shin-Etsu Chemical dan Tokyo Electron juga masuk dalam daftar pemain kunci, sebagaimana dirangkum dari India Today. Mereka semua bekerja di balik layar, jauh dari sorotan publik, namun kontribusinya tak ternilai harganya.
Perusahaan-perusahaan itu, termasuk Ajinomoto dan Toto, memang tidak secara langsung merancang chip AI seperti Nvidia. Mereka juga tidak membangun data center raksasa atau merancang model AI canggih seperti ChatGPT. Namun, merekalah yang membuat material dan komponen khusus yang menjadi fondasi paling krusial. Tanpa fondasi ini, mustahil komputasi modern bisa berjalan mulus seperti sekarang. Jadi, setiap kali Anda menikmati keajaiban AI, ingatlah bahwa ada sedikit peran micin dan kloset duduk di balik layar yang membuat semuanya mungkin terjadi
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










