Jakarta, Olympic.or.id – Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi asal Cupertino. Apple secara resmi menghentikan penjualan komputer desktop premium mereka, Mac Pro, pada pekan ini. Keputusan ini sekaligus memupus harapan para penggemar setianya yang selama ini menantikan kehadiran generasi penerus. Komputer yang memiliki julukan ikonik sebagai “parutan keju” ini akhirnya harus mengakhiri masa baktinya di rak-rak toko.

Mengapa dijuluki demikian? Tentu karena desainnya yang unik dan sulit dilupakan. Apple dengan berani menghadirkan serangkaian lubang bundar yang tersusun rapi di bagian depan dan belakang bodi Mac Pro. Bentuknya memang sangat mirip dengan alat dapur untuk memarut keju, tetapi di balik itu semua, desain tersebut sebenarnya memiliki fungsi aerodinamika yang canggih untuk menjaga suhu perangkat tetap dingin.
Berdasarkan pantauan langsung kami di laman resmi Apple.com, Jumat (27/3/2026), produk andalan yang pertama kali dirilis pada 2019 itu sudah benar-benar lenyap dari etalase digital perusahaan. Ketika kami mencoba mencari halaman spesifiknya, sistem dengan cepat mengarahkan pengunjung ke produk lain. Apple secara diam-diam tetapi pasti menarik Mac Pro dari peredaran global tanpa banyak kegaduhan.
Menanggapi hal ini, ketika dikonfirmasi oleh blog teknologi kenamaan 9to5Mac, pihak Apple dengan terus terang membenarkan kabar tersebut. Mereka menyatakan bahwa Mac Pro sudah resmi dihentikan baik produksi maupun penjualannya. Namun, yang lebih mengejutkan lagi adalah pernyataan lanjutan dari perusahaan tersebut. Apple menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi membuat produk penerus Mac Pro di masa depan. Dengan demikian, tidak akan ada lagi generasi berikutnya yang lahir dari lini ini.
Akhir Sebuah Era Ikonik
Keputusan radikal ini menandai babak akhir bagi salah satu lini produk paling legendaris dan ikonik di seluruh ekosistem Mac. Selama bertahun-tahun, Mac Pro selalu menjadi simbol kekuatan tanpa kompromi bagi para profesional kreatif. Langkah ini juga sekaligus mengirimkan sinyal yang sangat jelas mengenai perubahan besar-besaran strategi Apple untuk segmen profesional. Mereka sepertinya ingin merampingkan lini produk dan fokus pada arsitektur yang lebih terintegrasi.
Bagi konsumen yang sebelumnya berencana untuk meminang Mac Pro sebagai andalan kantor atau studionya, Apple menyediakan alternatif lain yang bahkan lebih menggoda. Salah satu rekomendasi utama dari perusahaan adalah Mac Studio. Perangkat mungil ini menawarkan performa yang sangat gila untuk ukuran bodinya yang super ringkas.
Pengguna bisa mengonfigurasi Mac Studio dengan chip Apple M3 Ultra yang menjadi andalan terkini. Spesifikasinya meliputi CPU hingga 32-core, GPU hingga 80-core, memori terpadu hingga 256 GB, serta penyimpanan SSD hingga 16 TB. Jika kita bandingkan angka-angka ini, secara spesifikasi mentah, Mac Studio modern ini kurang lebih melampaui kemampuan Mac Pro generasi terakhir yang dijual selama ini. Luar biasa, bukan?
Kalah Saing oleh “Saudara” Sendiri
Mac Pro memiliki perjalanan panjang yang cukup menarik untuk dikenang. Perangkat ini membawa desain “tower” yang megah dan bisa dibilang merupakan tampilan fisik Mac paling unik yang pernah diciptakan Apple. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019, Mac Pro hadir berdampingan dengan monitor profesional kelas atas, Pro Display XDR, menciptakan duet impian bagi para editor video dan musisi.
Pada masa itu, Mac Pro masih mengandalkan prosesor Intel. Namun, seiring waktu, lanskap teknologi berubah drastis. Kini, seluruh lini produk Mac sudah sepenuhnya menggunakan chip racikan Apple sendiri, yaitu silikon Apple yang terkenal efisien dan bertenaga. Melihat lompatan besar ini, wajar saja jika Apple akhirnya memutuskan untuk meng-discontinue Mac Pro yang dianggap sudah tidak sejalan dengan arah arsitektur internal mereka.
Apple sempat memberikan napas terakhir bagi Mac Pro pada tahun 2023 dengan menyematkan chip Apple M2 Ultra. Saat itu, para penggemar sempat berharap ini adalah awal dari era baru. Namun ternyata, setelah pembaruan tersebut, tidak ada lagi kelanjutan atau pembaruan lanjutan yang hadir. Di sisi lain, banderol harga perangkat ini tetap berada di langit, yaitu di kisaran 6.999 dollar AS atau sekitar Rp 118 jutaan, sebuah angka yang sulit dijangkau oleh kebanyakan kantong.
Setelah resmi menghentikan produksi Mac Pro, kini Apple hanya menjual tiga varian desktop Mac kepada publik. Pertama, iMac 24-inch yang stylish dengan chip M4. Kedua, Mac mini yang kompak dengan opsi chip M4 atau M4 Pro. Dan ketiga, Mac Studio yang kini menjadi primadona baru di kelas profesional.
Sementara untuk lini laptop, Apple memiliki portofolio yang tak kalah lengkap. Mereka menyediakan MacBook Neo, MacBook Air yang super tipis, dan MacBook Pro yang perkasa. Dengan susunan produk yang baru ini, Apple dinilai berhasil memiliki portofolio Mac yang lebih terarah, efisien, dan lengkap. Jajaran ini kini mencakup berbagai segmen harga dan kebutuhan pengguna, dari pelajar hingga eksekutif kreatif.
Sebenarnya, kabar penghentian Mac Pro ini sudah lama diprediksi oleh para analis. Pasalnya, perangkat ini sudah tidak mendapatkan pembaruan signifikan sejak tahun 2023 lalu. Jika kita bandingkan secara spesifikasi dan desain, Mac Pro secara perlahan mulai kalah saing dari “saudaranya” sendiri, yaitu Mac Studio. Mac Studio hadir dengan konsep yang lebih baru, ringkas, dan mudah dibawa-bawa. Tidak heran jika banyak kreator yang lebih memilih memindahkan hati mereka ke Mac Studio yang lebih praktis.
Perbedaan ukuran fisik kedua perangkat ini pun sangat kontras. Mac Pro yang dijuluki mirip parutan keju memiliki dimensi menjulang tinggi hingga 52,9 cm. Sementara itu, Mac Studio yang menjadi penggantinya hanya memiliki tinggi 9,5 cm. Ia bisa dengan mudah masuk ke dalam tas dan ditempatkan di mana saja tanpa memakan banyak ruang di meja kerja.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










