Olympic.or.id – SORAK SORAI MENYAMBUT! Misi Artemis II resmi meluncur pada 1 April 2026, dan inilah momen bersejarah yang menandai kembalinya manusia ke ruang angkasa dalam (deep space) setelah lebih dari setengah abad berlalu sejak program Apollo berakhir.
Para insinyur dan teknisi meluncurkan roket raksasa dari Kennedy Space Center, Amerika Serikat (AS). Mereka menggunakan roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul Orion berisi empat astronaut berani. Misi ini menjadi penerbangan berawak pertama dalam program Artemis milik NASA, dan seluruh dunia pun menyaksikan dengan takjub.
Administrator NASA, Jared Isaacman, pada Rabu lalu menyatakan dengan penuh semangat bahwa peluncuran astronaut dalam misi Artemis II merupakan “momen penting bagi negara dan bagi semua yang percaya pada eksplorasi.”
Ia pun menambahkan, “Artemis II melanjutkan visi yang dicanangkan Presiden Donald J. Trump, yakni membawa manusia kembali ke Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, sekaligus membuka babak baru eksplorasi lunar setelah era Apollo.” Pernyataan ini dikutip langsung dari Fox News, dan langsung mengguncang jagat antariksa.
Siapa Saja Kru Berani yang Terbang ke Bulan?

Nah, siapa sih empat astronaut beruntung yang terlibat dalam misi spektakuler ini? Yuk, kenalan!
Pertama, ada Reid Wiseman yang bertindak sebagai komandan. Kedua, Victor Glover sebagai pilot. Selain mereka, dua mission specialist juga ikut serta, yaitu Christina Koch dan Jeremy Hansen dari Kanada.
BREAKING NEWS: Komposisi kru ini benar-benar mencatat sejarah baru! Mengapa? Karena misi ini mencakup perempuan pertama, astronaut kulit hitam pertama, serta astronaut non-Amerika pertama yang melakukan perjalanan ke sekitar Bulan. Wah, luar biasa banget, kan?
Salah satu astronaut, Reid Wiseman, menyebut misi ini sebagai pengalaman yang sangat dinantikan oleh seluruh tim. Ia pun mengungkapkan dengan penuh keyakinan, “Kami siap untuk membawa manusia kembali menjelajahi ruang angkasa dalam dan melangkah lebih jauh dari yang pernah kami capai sebelumnya.” Ucapannya ini tertuang dalam pernyataan resmi NASA yang membuat kita semua ikut merinding.
Penting! Artemis II Tidak Mendarat di Bulan?
Eits, jangan salah sangka dulu! Artemis II tidak akan mendarat di Bulan. Lalu apa yang mereka lakukan? Misi ini justru melakukan perjalanan mengelilingi Bulan sebelum akhirnya kembali ke Bumi. Para perencana misi memperkirakan perjalanan ini berlangsung sekitar 10 hari. Tujuan utamanya? Menguji seluruh sistem kapsul Orion dalam kondisi nyata di luar orbit Bumi.
Selama misi berlangsung, para astronaut akan menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, serta komunikasi jarak jauh. Selain itu, mereka juga melakukan uji kendali manual pesawat. Bayangkan, dalam perjalanan ini, kru akan menempuh jarak hingga sekitar 400.000 kilometer dari Bumi! Wow, ini menjadikannya salah satu perjalanan manusia terjauh dalam sejarah eksplorasi antariksa. Keren banget, kan?
Mengapa Misi Ini Disebut Fondasi Krusial?
Misi ini juga dipandang sebagai langkah penting menuju target jangka panjang NASA untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan. Banyak pengamat menilai Artemis II sebagai fondasi krusial bagi masa depan eksplorasi antariksa. Ilmuwan NASA, Jacob Bleacher, menyebut misi ini sebagai langkah awal menuju pembangunan kehadiran manusia di Bulan.
Ia menjelaskan, “Artemis II adalah langkah pertama menuju jalur di mana kita akan mendarat di wilayah kutub selatan Bulan dan mulai membangun infrastruktur di sana.” Jadi, meski tidak mendarat, misi ini sangat menentukan kesuksesan misi-misi selanjutnya.
Waspada! Ada Risiko Teknis yang Tidak Bisa Diabaikan
Namun, jangan bayangkan perjalanan ini tanpa hambatan. Sejumlah ahli juga mengingatkan adanya risiko teknis yang tidak bisa diabaikan. Astrofisikawan Jonathan McDowell menyoroti bahwa margin kesalahan dalam misi ini sangat kecil. Terutama saat proses kembali ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.
Ia pun memperingatkan bahwa kesalahan kecil saja dapat berdampak besar pada keselamatan misi. Oleh karena itu, seluruh tim benar-benar bekerja ekstra hati-hati. Keselamatan kru adalah segalanya!
Artemis II: Batu Loncatan ke Masa Depan Eksplorasi Manusia
Meski tidak melakukan pendaratan, Artemis II menjadi fondasi krusial untuk misi berikutnya, yaitu Artemis III. Targetnya? Membawa manusia kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan! NASA ingin memastikan seluruh sistem benar-benar aman sebelum digunakan dalam misi pendaratan. Jadi, tidak ada kata terburu-buru di sini.
Peluncuran Artemis II sekaligus menandai dimulainya kembali era eksplorasi manusia ke luar orbit Bumi rendah. Misi ini membuka jalan bagi pembangunan pangkalan di Bulan dan ambisi jangka panjang untuk mengirim manusia ke Mars. Bayangkan, dari sini kita melangkah ke planet merah!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








