Olympic.or.id – Wah, pecinta teknologi, bersiaplah! CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru saja mengumumkan kehadiran model kecerdasan buatan (AI) pertama perusahaannya yang diberi nama Muse Spark. Kabar gembira ini langsung menjadi buah bibir di seluruh jagat maya.
Lahir dari Tim Superintelligence Labs, Ini Produk Perdana!
Menariknya, model ini menjadi produk perdana dari Meta Superintelligence Labs. Sebagai informasi, tim khusus ini memang sengaja disiapkan Meta untuk mengembangkan AI sekaligus mengejar ketertinggalan dari para kompetitor. Oleh karena itu, kehadiran Muse Spark terasa sangat dinanti-nantikan.
Zuck Umumkan Langsung di Facebook: “Bisa Kalian Coba Hari Ini!”
Dalam unggahan di akun Facebook-nya, Zuck –sapaan akrab Zuckerberg– menyampaikan kabar membahagiakan. “Hari ini, kami berbagi pencapaian pertama kami, Muse, model keluarga terbaru kami. Spark, menjadi model pertama di keluarga Muse, yang bisa kalian coba hari ini,” tulisnya pada Rabu (8/4/2026) waktu Amerika Serikat. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Muse Spark kini sudah tersedia dan mendukung versi terbaru Meta AI. Pengguna pun dapat langsung mengaksesnya secara online melalui meta.ai maupun aplikasi Meta AI.
Lebih lanjut, Meta menyebut sebagai langkah awal dalam pengembangan AI mereka ke depan. Dengan kata lain, ini baru permulaan dari gebrakan besar yang sedang dipersiapkan. Untuk itu, Meta merancang Muse Spark guna membantu kebutuhan sehari-hari pengguna, seperti pemahaman visual, kesehatan, belanja, hingga pembuatan konten media sosial.
Target Gila Meta: AI Bisa Bertindak, Bukan Cuma Menjawab!
Ke depannya, Meta membidik target ambisius. Mereka ingin mengembangkan AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat bertindak sebagai agen yang melakukan berbagai tugas untuk pengguna. “Muse Spark adalah model penalaran multimodal bawaan dengan dukungan penggunaan alat, rantai pemikiran visual, dan multi-agen. Ini menjadi langkah pertama dalam tangga skalabilitas kami dan produk pertama dari perombakan total AI kami,” ungkap Meta dalam situs resminya.
Model ini juga menjadi tonggak penting dari ambisi besar Meta dalam membangun “kecerdasan super pribadi” (personal superintelligence). Sebagai catatan, konsep ini pertama kali diungkap Zuckerberg pada Juli 2025 dengan tujuan menghadirkan AI yang membantu individu mencapai tujuan mereka, bukan dikendalikan secara terpusat. Setelah ditelusuri dari Mashables, Meta juga menyiapkan model AI dalam jajaran keluarga Muse series dengan model open-source yang bisa diakses publik.
Seberapa Keren Muse Spark? Cek Hasil Ujinya!
Meta pun tidak tanggung-tanggung dalam menguji kemampuan Muse Spark. Mereka merilis hasil uji coba pada sejumlah benchmark populer seperti Humanity’s Last Exam (HLE), ARC AGI 2, dan GPQA Diamond. Hasilnya pun beragam. Di sejumlah aspek, Muse Spark mampu melampaui model AI lain seperti Claude Opus, Gemini, GPT, dan Grok. Meski begitu, hasil ini belum diverifikasi secara independen, jadi kita tunggu saja pengujian lebih lanjut.
Untuk beberapa kondisi, Muse Spark unggul di beberapa aspek, misalnya dalam pembekalan soal pemahaman. Angkanya pun cukup tinggi dibanding beberapa model lainnya. Akan tetapi, ketika diuji pemahaman visual multimoda, skornya masih kalah dibandingkan dengan GPT 5.4. Di sisi lain, pengujian lainnya mengklaim bahwa Muse Spark bisa bersaing dengan model Gemini Deep Think dan GPT Pro untuk tes penalaran.
Untuk bersaing dengan model penalaran lainnya, Meta juga memperkenalkan mode “Contemplating” untuk Muse Spark. Mode ini memungkinkan pengaturan beberapa agen dalam melakukan penalaran secara paralel. Dengan begitu, proses berpikir AI pun menjadi lebih cepat dan efisien.
Cara Akses Muse Spark: Gratis, Tapi Ada Syaratnya!
Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba, Muse Spark kini sudah tersedia secara online. Pengguna yang tertarik bisa langsung mengunjungi situs meta.ai via desktop. Sementara itu, pengguna mobile bisa mengakses model AI teranyar ini via aplikasi MetaAI. Tidak hanya itu, Meta juga membuka kesempatan kepada pengguna terpilih untuk dapat mengakses pratinjau API pribadi di Muse Spark.
Peluncuran Bertahap, Belum Ada Jadwal Pasti!
Kendati begitu, masih ada keterbatasan dalam mengakses sejumlah model AI. Meta mengungkapkan bahwa model kecerdasan Muse Spark akan dirilis secara bertahap, tetapi sayangnya jadwal peluncurannya tidak diumbar. Dari pantauan, situs meta.ai menawarkan tampilan chatbot yang serupa dengan ChatGPT, Claude, dan Gemini. Bedanya, pengguna harus login untuk bisa berinteraksi dengan chatbot. Jika tidak login, pengguna memiliki keterbatasan akses dan tidak dapat memilih model AI sesuai dengan konteks pertanyaan yang diajukan.
Meta Rekrut Besar-besaran, Lalu Restrukturisasi!
Sebagai informasi tambahan, Meta beberapa waktu lalu melakukan perekrutan besar-besaran. Mereka berhasil menarik lebih dari 50 peneliti dari perusahaan pesaing seperti OpenAI, Anthropic, dan Google. Meta juga menunjuk Alexandr Wang untuk memimpin tim khusus. Akan tetapi, perusahaan kemudian menghentikan perekrutan dan merestrukturisasi tim menjadi empat unit yang lebih kecil, yakni penelitian, pengembangan kecerdasan super, produk, dan infrastruktur.
Zuckerberg pun angkat bicara soal strategi ini. Menurutnya, pendekatan tim kecil dinilai lebih efektif untuk menghasilkan inovasi AI. Dengan demikian, peluncuran Muse Spark menjadi produk pertama hasil investasi besar Meta di bidang AI. Perusahaan diketahui mengalokasikan dana hingga 72 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat hingga 135 miliar dolar AS pada 2026. Wow, fantastis!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










