Jakarta, Olympic.or.id – Baru-baru ini, dunia dirgantara dikejutkan oleh insiden dramatis. Roket New Glenn milik Blue Origin meledak dengan dahsyat saat sedang menjalani uji coba, tepat sebelum jadwal peluncuran resminya. Ledakan tersebut tidak sekadar memicu dentuman besar yang mengguncang area sekitar, tetapi juga merusak landasan peluncuran secara signifikan. Yang lebih mengkhawatirkan, insiden ini kini berpotensi mengancam kelanjutan misi ambisius NASA ke Bulan. Akibatnya, para insinyur dan ilmuwan pun langsung bekerja keras mengevaluasi ulang seluruh jadwal eksplorasi luar angkasa.
Misi NASA Terancam Gagal Sebelum Dimulai
Saat ini, NASA sebenarnya sedang mempersiapkan dua misi utama yang akan diluncurkan ke Bulan dalam waktu dekat. Misi pertama yang sangat dinanti adalah Moon Base I, yang bertujuan memulai proses pembangunan pangkalan permanen NASA di permukaan Bulan. Rencananya, Moon Base I akan terbang menuju Bulan paling cepat pada musim gugur tahun 2026. Untuk mewujudkannya, NASA menggandeng Blue Origin yang menyediakan wahana pendarat atau lander bernama Blue Moon Mark 1. Lander ini dirancang khusus agar bisa meluncur ke Bulan menggunakan roket New Glenn. Sayangnya, ledakan terbaru ini langsung membuat seluruh skenario tersebut terombang-ambing.
Mengapa Roket Lain Tidak Bisa Jadi Pengganti?
Meskipun terdengar sederhana, ternyata kita tidak bisa begitu saja mengganti roket New Glenn dengan roket kompetitor. Coba simak penjelasannya. Blue Moon Mark 1 sebenarnya bisa diluncurkan menggunakan roket lain seperti Falcon Heavy milik SpaceX atau roket Vulcan buatan United Launch Alliance. Namun, di sinilah letak masalah utamanya. Lander Blue Moon Mark 1 mengandalkan mesin BE-7 yang berbahan bakar hidrogen cair dan oksigen cair. Menurut sumber terpercaya dari Ars Technica, lander ini membutuhkan proses pengisian ulang bahan bakar dari upper stage New Glenn agar kapasitasnya maksimal. Sayangnya, Falcon Heavy tidak bisa dipilih karena upper stage-nya menggunakan bahan bakar kerosin, bukan hidrogen. Alhasil, pilihan untuk beralih ke roket lain pun menjadi sangat rumit dan berisiko.
Jadwal Moon Base I Kini Berantakan
Akibat masalah teknis yang dialami Blue Moon Mark 1 pasca ledakan, NASA kemungkinan besar harus mengundur atau bahkan menyusun ulang fase awal pengembangan Moon Base. Para pejabat NASA kini sedang memutar otak mencari solusi terbaik. Lebih dari itu, kekacauan ini juga dikhawatirkan akan mengancam kelanjutan misi Artemis yang sangat ikonik. Ingat, misi Artemis tidak main-main karena misi ini akan membawa astronaut sungguhan ke Bulan. Jika pangkalan di Bulan tertunda, maka seluruh rangkaian perjalanan manusia ke sana pun ikut terhambat.
Artemis III Juga Ikut Kena Getahnya
Sebagai informasi, NASA sebenarnya sudah merencanakan misi Artemis III pada tahun 2027. Misi ini bertujuan menguji coba proses docking antara kapsul Orion yang membawa astronaut dengan wahana pendarat. Wahana pendarat tersebut dikembangkan oleh dua raksasa teknologi: SpaceX dan Blue Origin. Nah, setelah insiden ledakan roket New Glenn, hampir bisa dipastikan bahwa wahana pendarat Blue Moon tidak akan siap dalam waktu 18 bulan ke depan. Akibatnya, NASA kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Badan antariksa AS tersebut harus segera memutuskan apakah akan menunggu Blue Origin menyelesaikan semua kendaraan mereka, atau melanjutkan misi dengan SpaceX saja.
Tanggapan Resmi dari NASA
Menghadapi situasi genting ini, Administrator NASA, Jared Isaacman, akhirnya buka suara. Dalam unggahannya di X (yang dulu dikenal sebagai Twitter), ia menyampaikan pernyataan menenangkan sekaligus realistis. “Penerbangan luar angkasa itu memang tidak mudah, apalagi mengembangkan roket baru yang mampu meluncurkan muatan berat itu sangat sulit,” tutur Isaacman. Pernyataan tersebut dikutip dari The Verge pada Sabtu (30/5/2026). Ia pun menambahkan, “Kami akan bekerja sama dengan mitra kami untuk mendukung penyelidikan menyeluruh terhadap anomali ini. Kami juga akan menilai dampak jangka pendek terhadap misi, dan berkomitmen untuk kembali meluncurkan roket.” Sikap optimis namun hati-hati ini pun menjadi angin segar di tengah kepanikan.
Dengan ledakan yang menyisakan banyak pertanyaan, seluruh insan dirgantara kini hanya bisa menunggu hasil investigasi. Apakah misi Moon Base I harus diunduh bertahun-tahun? Apakah Artemis III akan berubah haluan menjadi misi tunggal SpaceX? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, satu hal yang pasti: perjalanan manusia kembali ke Bulan ternyata masih dipenuhi dengan lika-liku yang luar biasa. Dan kita semua, para pengamat luar angkasa, hanya bisa berharap agar semuanya segera membaik.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








