Friday, October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Chip Nanostack IBM: 100 Miliar Transistor dalam Ruang Sekecil Kuku Manusia

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
June 30, 2026
in Teknologi
0
Chip Nanostack IBM: 100 Miliar Transistor dalam Ruang Sekecil Kuku Manusia
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh raksasa biru asal Amerika, IBM. Mereka baru saja memamerkan hasil rancangan chip terbaru yang benar-benar mengubah permainan. Bukan sekadar mengecilkan ukuran komponen secara mendatar seperti yang selama ini dilakukan, IBM justru berani melompat ke dimensi baru dengan mengadopsi tata letak tiga dimensi (3D). Desain revolusioner ini memang sengaja diciptakan untuk menjawab kebutuhan komputasi Kecerdasan Buatan (AI) yang saat ini kian menggila dan tak terbendung.

Perusahaan yang identik dengan inovasi kelas berat ini menamai desain canggihnya sebagai arsitektur “nanostack”. Bicara soal kepadatan, teknologi ini benar-benar di luar nalar. IBM mengklaim mampu memadatkan hampir 100 miliar transistor ke dalam sebuah chip yang ukuran fisiknya tidak lebih besar dari kuku jari manusia. Bayangkan, kepadatan ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan chip generasi terakhir mereka sendiri! Sebuah lompatan yang tentunya membuat para pesaing ikut terpana.

Related posts

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

Table of Contents

Toggle
  • Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra
  • Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya
  • Tinggalkan Zona Nyaman Desain Datar, Sapu Bersih dengan Tumpukan Vertikal
  • ‘Nanostack’ Bukan Sekadar Nama Keren, Ini Lompatan Performa Nyata
  • Solusi Cerdas Mengatasi ‘Kemacetan’ Memori SRAM
  • Bukan Sekadar Mengubah Chip, IBM Siap Mengubah Standar Industri CPU dan GPU

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

October 2, 2026
Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya

Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya

October 2, 2026

Lantas, bagaimana caranya IBM bisa mencapai loncatan sebesar ini? Tentu saja, tidak ada yang instan di balik pencapaian monumental tersebut. Berikut adalah pembongkaran teknis atas terobosan yang berhasil mereka raih:

Tinggalkan Zona Nyaman Desain Datar, Sapu Bersih dengan Tumpukan Vertikal

Alih-alih mati-matian memaksakan diri untuk terus menyusutkan komponen pada bidang datar yang horizontal, IBM dengan berani mengambil jalur berbeda. Mereka mulai menyusun transistor secara vertikal, menumpuknya ke atas seperti membangun gedung pencakar langit. Keputusan berani ini muncul karena para perancang semikonduktor dunia sudah mulai merasakan tembok bata yang keras dari metode konvensional. Upaya miniaturisasi lebih lanjut di ranah 2D kini terasa seperti mendorong tembok beton; semakin sulit, mahal, dan tidak efisien secara energi.

Dalam sebuah pengarahan media yang cukup eksklusif, IBM dengan percaya diri mendeskripsikan terobosan ini sebagai “teknologi chip sub-1-nanometer pertama di dunia” yang dirancang khusus untuk pusat data AI. Namun, kita perlu meluruskan sedikit persepsi. Label tersebut lebih merujuk pada ekspektasi performa dan kemampuan operasional yang setara, bukan semata-mata pada dimensi fisik riil dari komponennya. Dengan kata lain, IBM menegaskan bahwa chip ini beroperasi dan memberikan efisiensi layaknya desain sub-1-nanometer sejati, meskipun ukuran fisiknya tidak benar-benar menembus angka sekecil itu.

“Jangan anggap ini sebagai langkah kecil atau bertahap. Ini adalah sebuah lompatan besar yang benar-benar membawa makna baru bagi industri,” tegas Jay Gambetta, sang Direktur IBM Research, dengan nada antusias. Ia menyebut teknologi chip anyar ini menunjuk secara langsung pada masa depan komputasi yang jauh lebih bertenaga. Kabar baiknya, peningkatan daya ledak komputasi ini tidak akan dibarengi dengan lonjakan konsumsi energi yang meroket, sebuah keseimbangan yang selama ini sangat didambakan oleh para pengembang AI.

‘Nanostack’ Bukan Sekadar Nama Keren, Ini Lompatan Performa Nyata

Jika kita mengupas lebih dalam, arsitektur nanostack ini tidak muncul dari ruang hampa. IBM membangun pondasi barunya di atas fondasi kokoh karya mereka sebelumnya, yaitu transistor nanosheet yang menjadi basis dari node 2-nanometer pada tahun 2021. Kini, mereka menyempurnakannya. Pada desain nanostack terbaru, unit dasarnya terdiri dari dua transistor yang ditumpuk secara presisi dan diikat menjadi satu kesatuan yang kompak.

Setiap transistor di dalam tumpukan itu sendiri terdiri dari tiga lembar nanosheet yang memiliki ketebalan sekitar 5 nanometer, dengan jarak antar-lembar yang sangat rapat, hanya sekitar 9 nanometer. Dengan pengaturan yang begitu padat dan vertikal, IBM berhasil meningkatkan jumlah transistor tanpa harus memperluas area permukaan chip. Inilah kunci utama mengapa chip sebesar kuku bisa memiliki kapasitas hingga 100 miliar transistor. Sebuah efisiensi ruang yang sebelumnya dianggap mustahil oleh banyak pihak.

Solusi Cerdas Mengatasi ‘Kemacetan’ Memori SRAM

IBM tidak hanya fokus pada CPU atau GPU, mereka juga menyoroti masalah klasik yang kerap menghambat kinerja AI: memori. Memori SRAM adalah komponen kritis yang memainkan peran vital dalam sistem AI modern karena ia mendukung akses data dengan kecepatan sangat tinggi. Namun, ironisnya, SRAM justru menjadi salah satu bagian yang paling keras kepala dan sulit untuk diskalakan ukurannya pada beberapa generasi chip terakhir. Ia seperti jalan tol yang macet di tengah kota metropolitan.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, tim peneliti IBM melaporkan adanya peningkatan spektakuler sebesar 40% pada penskalaan SRAM. Peningkatan ini dimungkinkan berkat terobosan desain saluran zig-zag atau staggered-channel yang efektif memangkas tinggi sel memori secara keseluruhan. Desain ulang ini difokuskan pada sel bit SRAM yang masing-masing terdiri dari enam transistor. Dengan pendekatan baru ini, IBM berhasil memuat kapasitas memori yang jauh lebih besar ke dalam ruang yang sama. Hasilnya, chip AI masa depan tidak akan kekurangan ruang untuk menyimpan data sementara yang sangat dibutuhkan untuk perhitungan kompleks.

Bukan Sekadar Mengubah Chip, IBM Siap Mengubah Standar Industri CPU dan GPU

Perlu diingat, peran IBM di industri semikonduktor memang tetap berakar kuat pada riset dan penelitian fundamental, bukan pada manufaktur massal seperti TSMC atau Intel. Perusahaan ini biasanya berjalan beriringan dengan mitra pabrikan strategis, seperti Rapidus di Jepang atau Samsung di Korea Selatan, untuk mewujudkan desain mereka menjadi produk komersial yang bisa dinikmati publik.

Meskipun IBM belum menyebutkan secara spesifik siapa mitra yang akan mengkomersialkan arsitektur nanostack ini, mereka sudah memasang target ambisius. Teknologi ini diproyeksikan akan masuk ke tahap produksi dalam satu dekade ke depan, atau bahkan lebih cepat jika kolaborasi berjalan mulus. Keyakinan ini diungkapkan langsung oleh Huiming Bu, Wakil Presiden IBM Semiconductors Global R&D. Ia sangat yakin desain bersusun ini akan menggantikan arsitektur nanosheet sebagai standar industri baru yang berlaku lintas prosesor, baik untuk CPU maupun GPU.

“Dalam satu dekade ke depan, teknologi ini akan menjadi arus utama baru. Kami telah menemukannya, dan kami akan membantu mentransformasi seluruh industri semikonduktor,” pungkas Bu dengan penuh percaya diri, seperti dikutip dari Techspot pada Sabtu (27/6/2026). Dunia kini menanti siapa yang akan pertama kali memanen gencana teknologi canggih ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: IBMTeknologi
Previous Post

Nord Buds 4 Hadir dari OnePlus, Bawa ANC dan Teknologi AI di Kelas Harga Menengah

Next Post

Vivo X Fold 6 Akhirnya Dirilis, Bawa Lensa Zeiss 200 MP dan Chipset MediaTek Dimensity 9500 Super

Next Post
Chip Nanostack IBM: 100 Miliar Transistor dalam Ruang Sekecil Kuku Manusia

Vivo X Fold 6 Akhirnya Dirilis, Bawa Lensa Zeiss 200 MP dan Chipset MediaTek Dimensity 9500 Super

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Meta Hentikan Layanan Horizon Worlds di VR, Fokus Kembangkan Versi Mobile

Resmi! Asus Zenbook S14 OLED (2026) Masuk Pasar Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

6 months ago
PWI Bersatu Keren, Menkomdigi Dukung Jurnalisme Top di Indonesia

PWI Bersatu Keren, Menkomdigi Dukung Jurnalisme Top di Indonesia

1 year ago
iPad Air Generasi Terbaru dengan Chip M4 Sudah Bisa Dibeli di Indonesia

Risiko Siber di Balik Kebijakan WFH ASN: Perlindungan Data Masih Terabaikan

5 months ago
Evaluasi Konten Makin Mudah, Instagram Kini Tunjukkan Data Persentase Interaksi di Fitur Insights

Evaluasi Konten Makin Mudah, Instagram Kini Tunjukkan Data Persentase Interaksi di Fitur Insights

5 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem
  • Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra
  • Bawa Racikan Kamera ARRI, Honor Magic 9 Pro Max Resmi Debut dengan Baterai Jumbo

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

October 2, 2026
Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In