Jakarta olympic.or.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid antusias menyambut kembalinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang kini bersatu melalui Kongres Persatuan PWI 2025. Dengan semangat baru, PWI siap mengawal jurnalisme Indonesia agar tetap profesional dan berkualitas tinggi. Transisi menuju persatuan ini menjadi angin segar bagi dunia pers Tanah Air.
“Saya sangat senang mendengar Kongres Persatuan PWI berjalan mulus dan demokratis. Kini, PWI harus benar-benar solid dan fokus mendorong jurnalisme Indonesia yang profesional serta bermutu,” ujar Meutya Hafid saat menerima kunjungan Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Atal S. Depari untuk periode 2025-2030 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, pada Rabu malam. Siaran pers yang diterima malam itu menggambarkan optimisme besar terhadap langkah PWI ke depan.

Sebagai organisasi wartawan pertama di Indonesia sejak 1946, PWI memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan jurnalisme berkualitas. Namun, dua tahun terakhir, organisasi ini menghadapi tantangan berat karena dualisme kepengurusan. Muncul dua kubu: PWI hasil Kongres Bandung 2023 dan PWI Kongres Luar Biasa Jakarta 2024. Kini, setelah hampir dua tahun penuh dinamika, kedua kubu sepakat menggelar Kongres Persatuan dengan dukungan penuh dari Kementerian Komdigi serta tokoh pers senior Dahlan Dahi. Langkah ini menandai babak baru bagi PWI.

Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada 29-30 Agustus 2025, berhasil memilih Direktur Utama LKBN Antara Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI dan Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan untuk periode 2025-2030. Proses pemilihan berlangsung demokratis, mencerminkan semangat persatuan yang kuat. “Kongres ini membuktikan PWI mampu menyelesaikan konflik secara elegan dan dewasa,” tambah Meutya, menyoroti pentingnya solidaritas dalam organisasi.
Meutya Hafid berpesan agar pimpinan PWI yang baru terpilih merangkul seluruh anggota, termasuk mereka yang sebelumnya berada di kubu berbeda. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan yang telah dirintis melalui Kongres Persatuan PWI 2025. Lebih jauh, ia mendorong PWI untuk terus mengawal praktik jurnalisme yang bermutu di Indonesia, terutama di tengah tantangan era digital. “Jurnalisme harus tetap profesional, sesuai kode etik, meski arus informasi digital kian deras,” tegasnya.
Menkomdigi juga membuka pintu kolaborasi dengan PWI untuk mewujudkan jurnalisme berkualitas. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini krusial untuk memastikan wartawan bekerja dengan integritas dan profesionalisme. Di era digital, di mana informasi menyebar cepat, peran PWI menjadi semakin vital untuk menjaga standar jurnalistik yang tinggi. “Kami siap dukung PWI agar jurnalisme Indonesia tetap jadi kebanggaan,” ujar Meutya dengan penuh semangat.
Menanggapi harapan Menkomdigi, Akhmad Munir menegaskan bahwa kepengurusan baru PWI akan mengakomodasi semua masukan anggota, termasuk dari kubu PWI Kongres Bandung 2023 yang sebelumnya dipimpin Hendry Ch. Bangun. Munir menjelaskan bahwa tim formatur tengah bekerja keras untuk menyusun kepengurusan baru. “Kami ingin Hendry juga jadi bagian dari pengurus agar PWI benar-benar inklusif,” katanya. Tim formatur juga berupaya mempercepat pengesahan Akta Hukum Usaha (AHU) dari Kementerian Hukum dan HAM.
kunjungi laman berita terbaru di Indonesiaartnews.or.id
PWI berencana menggelar pelantikan pengurus baru di Museum Pers Nasional Solo, Surakarta, Jawa Tengah, pada akhir September 2025. Acara ini diharapkan menjadi momen bersejarah yang memperkuat komitmen PWI untuk memajukan jurnalisme Indonesia. Dengan semangat persatuan dan dukungan dari Menkomdigi, PWI siap melangkah lebih jauh, menjaga integritas profesi wartawan, dan menghadirkan jurnalisme yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif. Masa depan jurnalisme Indonesia kini terlihat lebih cerah dengan PWI yang bersatu dan penuh energi.










