Wednesday, October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Google Kunci Kontrak PLTS Raksasa 1,6 GW untuk Hadapi Lonjakan Konsumsi Listrik AI

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
July 20, 2026
in Berita
0
Google Kunci Kontrak PLTS Raksasa 1,6 GW untuk Hadapi Lonjakan Konsumsi Listrik AI
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Raksasa teknologi Google kembali mengguncang dunia energi dengan langkah ambisiusnya mengamankan pasokan listrik bersih dalam jumlah besar. Perusahaan yang identik dengan mesin pencari ini dikabarkan akan “menyedot” seluruh produksi awal dari proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) raksasa bernama Steel River yang berlokasi di Arkansas, Amerika Serikat. Kesepakatan besar ini mulai berlaku pada tahun 2029 mendatang dan menjadi sinyal kuat bahwa Google serius memperkuat fondasi energi bersih di tengah gempuran ekspansi layanan berbasis kecerdasan buatan atau AI yang kian menggila.

Langkah berani ini diambil Google untuk memastikan pasokan listriknya tetap hijau dan berkelanjutan, seiring dengan kebutuhan komputasi yang melonjak drastis akibat pengembangan AI. Pasalnya, pusat data yang menopang layanan AI membutuhkan daya listrik sangat besar, dan Google tidak mau ketergantungan pada energi kotor yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk membeli seluruh output awal dari pembangkit surya berkapasitas 1,6 gigawatt (GW) yang dikembangkan oleh Cypress Creek Energy, sebuah perusahaan energi terkemuka.

Related posts

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

Table of Contents

Toggle
    • Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar
    • Character.AI Resmi Mengajukan Bangkrut: Disney Tawar Rp 360 Miliar atau Platform Ditutup
  • Skema VPPA: Kunci Cerdas di Balik Kesepakatan Raksasa
  • Krisis Listrik AI: Mengapa Google Harus Bergerak Cepat
  • Rivalitas Sengit: Meta dan Amazon Juga Tak Mau Kalah

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

October 21, 2026
Character.AI Resmi Mengajukan Bangkrut: Disney Tawar Rp 360 Miliar atau Platform Ditutup

Character.AI Resmi Mengajukan Bangkrut: Disney Tawar Rp 360 Miliar atau Platform Ditutup

October 20, 2026

Skema VPPA: Kunci Cerdas di Balik Kesepakatan Raksasa

Meskipun terdengar seperti Google akan menyedot listrik langsung dari kabel, nyatanya mekanisme kerjanya tidak sesederhana itu. Listrik yang dihasilkan oleh pembangkit Steel River tetap akan mengalir ke jaringan listrik umum di Arkansas, bukan langsung menuju kantor atau pusat data. Hal ini terjadi karena Google dan Cypress Creek sepakat menggunakan skema Virtual Power Purchase Agreement (VPPA), atau perjanjian pembelian listrik virtual yang kini populer di kalangan perusahaan teknologi besar.

Melalui skema VPPA yang inovatif ini, Cypress Creek tetap menjual listrik ke pasar umum, sementara Google memberikan komitmen pembelian jangka panjang yang menjadi jaminan finansial bagi pengembang proyek. Model bisnis ini terbukti sangat efektif karena membantu pengembang memperoleh pendanaan tanpa harus mencari pembeli satu per satu. Di sisi lain, Google pun bisa mendukung proyek energi terbarukan tanpa harus repot-repot membangun atau mengelola pembangkit listrik sendiri, yang tentu membutuhkan keahlian dan investasi besar di luar bisnis inti mereka.

Dengan pendekatan cerdas ini, Google tetap mendapat manfaat dari penambahan kapasitas energi terbarukan ke dalam jaringan listrik, meskipun secara fisik listrik tersebut tidak langsung mengalir ke pusat data mereka. Namun, penting dipahami bahwa karena listrik masuk ke jaringan umum, maka tidak semua listrik yang digunakan fasilitas Google berasal langsung dari proyek Steel River. Pasokan listrik yang diterima pusat data Google tetap bergantung pada bauran energi yang tersedia di jaringan regional pada saat itu, yang terdiri dari berbagai sumber.

Dengan kata lain, pusat data Google nantinya tetap memperoleh pasokan listrik dari jaringan regional yang masih tercampur dengan energi dari batu bara, gas alam, tenaga nuklir, serta energi terbarukan lainnya. Ini berarti meskipun Google telah membeli kapasitas besar dari pembangkit surya, secara fisik mereka tetap menggunakan listrik dari jaringan umum yang komposisinya beragam. Namun, kontribusi Google dalam pengembangan energi bersih tetap terhitung melalui mekanisme sertifikat energi terbarukan yang menjadi bukti komitmen mereka.

Yang menarik, selain membeli listrik dari pembangkit surya berkapasitas 1,6 GW, alokasi Google juga mencakup sistem penyimpanan energi berbasis baterai berkapasitas sekitar 2 GW. Kapasitas gabungan ini diperkirakan setara dengan kebutuhan listrik sekitar 315.000 rumah di Amerika Serikat. Bayangkan, satu perusahaan teknologi bisa mendukung kebutuhan energi puluhan ribu rumah tangga, sungguh langkah yang patut diapresiasi.

Secara keseluruhan, proyek Steel River sendiri dirancang memiliki kapasitas total hingga 2,46 GW untuk pembangkit surya dan 2,94 gigawatt-jam (GWh) untuk penyimpanan baterai. Proyek ambisius ini ditargetkan selesai dibangun pada tahun 2029, tepat saat mulai menikmati hasil kesepakatan VPPA mereka. Pembangunan proyek sebesar ini tentu membutuhkan investasi dan koordinasi yang matang, namun Cypress Creek Energy tampaknya siap menghadapi tantangan tersebut.

Krisis Listrik AI: Mengapa Google Harus Bergerak Cepat

Tidak bisa dipungkiri, langkah Google mengamankan pasokan energi bersih ini muncul di tengah meningkatnya konsumsi listrik perusahaan secara signifikan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa konsumsi listrik Google beserta emisi berbasis jaringan listrik meningkat sekitar 37 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini mencerminkan betapa besar dampak ekspansi infrastruktur AI dan pusat data terhadap kebutuhan energi perusahaan.

Fenomena ini sebenarnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Seiring dengan maraknya penggunaan layanan AI seperti Gemini dan berbagai produk berbasis kecerdasan buatan lainnya, pusat data Google dituntut bekerja ekstra keras untuk memproses permintaan pengguna yang terus bertambah. Setiap kali seseorang mengajukan pertanyaan kepada asisten AI, ada sederet komputasi kompleks yang terjadi di balik layar, dan semuanya membutuhkan daya listrik besar.

Selain mengandalkan tenaga surya dari proyek Steel River, Google sebelumnya juga telah menandatangani sejumlah perjanjian pembelian listrik dari pembangkit tenaga air dan proyek energi bersih lainnya. Strategi diversifikasi energi ini membantu Google mencapai target pengurangan emisi karbon yang telah dicanangkan beberapa tahun lalu. Perusahaan berambisi untuk beroperasi dengan energi bebas karbon sepanjang waktu di setiap jaringan listrik tempat mereka beroperasi.

Yang menarik, Google bukanlah satu-satunya pemain besar yang berlomba mengamankan energi terbarukan. Persaingan di antara raksasa teknologi untuk mendapatkan pasokan listrik hijau kian memanas, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber. Setiap perusahaan saling berlomba menunjukkan komitmen lingkungan mereka, sekaligus mengamankan kebutuhan listrik jangka panjang yang tak terhindarkan.

Rivalitas Sengit: Meta dan Amazon Juga Tak Mau Kalah

Meta, misalnya, dilaporkan telah menandatangani perjanjian pembelian listrik dari proyek pembangkit surya Waterloo Solar yang berlokasi di Texas. Langkah serupa diambil Meta untuk mendukung pusat data mereka yang juga terus berkembang pesat. Sementara itu, Amazon memilih jalur berbeda dengan mengakuisisi proyek pembangkit tenaga surya Sunstone di Oregon melalui anak usahanya. Pendekatan Amazon tergolong unik karena mereka benar-benar mengambil alih kepemilikan proyek, berbeda dengan Google yang hanya menjalin kontrak jangka panjang.

Perbedaan strategi antara Google dan Amazon ini menarik untuk dicermati. Amazon tampaknya ingin memiliki kendali penuh atas aset pembangkitnya, sementara Google lebih memilih fleksibilitas melalui kontrak VPPA. Kedua pendekatan sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, namun tujuan akhirnya sama: memastikan operasi perusahaan didukung oleh energi bersih yang berkelanjutan.

Kontrak VPPA yang dipilih Google dinilai lebih efisien dari sisi modal karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk pembangunan infrastruktur fisik. Google juga bisa lebih fokus pada bisnis inti teknologi tanpa harus memusingkan urusan perawatan pembangkit listrik. Namun, kelemahannya adalah Google tidak memiliki kendali langsung atas operasional pembangkit, sehingga jika terjadi masalah teknis, mereka hanya bisa berharap pengembang bisa menyelesaikannya dengan cepat.

Di sisi lain, langkah Amazon mengakuisisi proyek pembangkit memberi mereka kendali penuh, namun membutuhkan investasi besar dan keahlian di bidang energi yang mungkin bukan keunggulan kompetitif mereka. Pada akhirnya, setiap perusahaan memilih strategi yang paling sesuai dengan visi dan kapabilitas mereka masing-masing.

Ke depan, tren investasi energi terbarukan oleh perusahaan teknologi diprediksi akan terus meningkat. Dengan pertumbuhan AI yang eksponensial, kebutuhan listrik pusat data diproyeksikan akan melonjak berkali-kali lipat dalam dekade mendatang. Perusahaan yang mampu mengamankan pasokan energi bersih lebih awal akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Google sendiri tampaknya sudah memikirkan langkah jangka panjang dengan mengunci kontrak pembelian listrik dari proyek raksasa seperti Steel River. Meskipun baru akan merealisasikan pada 2029, komitmen ini memberi kepastian bahwa Google tidak akan kekurangan energi bersih ketika permintaan mencapai puncaknya.

Yang tak kalah penting, langkah ini juga menjadi contoh bagi perusahaan lain bahwa transisi energi bersih bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga kebutuhan bisnis. Dengan investasi pada energi terbarukan, perusahaan bisa mengurangi risiko fluktuasi harga energi fosil dan meningkatkan reputasi di mata publik yang semakin peduli lingkungan.

Pada akhirnya, kolaborasi antara raksasa teknologi dan pengembang energi terbarukan seperti Cypress Creek Energy menjadi model ideal untuk mempercepat transisi energi global. Melalui kemitraan strategis ini, perusahaan teknologi mendapatkan pasokan listrik bersih, sementara pengembang mendapatkan kepastian pendanaan untuk proyek-proyek besar yang membutuhkan modal sangat besar.

Dengan semua perkembangan ini, satu hal yang pasti: masa depan energi bersih dan teknologi digital kini semakin terkait erat. Google telah membuka jalan, dan dunia akan menyaksikan bagaimana langkah strategis ini memengaruhi industri teknologi dan energi secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: googleTeknologi
Previous Post

Megapad 2 dan Megabook K14S Segera Tiba, Tecno Siapkan Tiga Produk Sekaligus

Next Post

Vivo T5 Lite Meluncur dengan Baterai 6.500 mAh dan Layar 120 Hz, Harga Terjangkau

Next Post
Google Kunci Kontrak PLTS Raksasa 1,6 GW untuk Hadapi Lonjakan Konsumsi Listrik AI

Vivo T5 Lite Meluncur dengan Baterai 6.500 mAh dan Layar 120 Hz, Harga Terjangkau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Langkah Strategis Snap: PHK 16% Karyawan dan Optimasi AI untuk Hemat 500 Juta Dolar AS

OpenAI Luncurkan GPT-5.4-Cyber, Kecerdasan Buatan Khusus Pendeteksi Celah Keamanan Siber

6 months ago
Reels IG 20 Menit: Bikin Konten Makin Epik!

Reels IG 20 Menit: Bikin Konten Makin Epik!

11 months ago
Samsung Klaim Produk Wearable-nya Mampu Deteksi Tanda Pingsan 5 Menit Lebih Cepat

ASUS ExpertBook Ultra: Solusi Laptop Bisnis Masa Kini dengan Bobot Mulai 0,99 Kg dan Fitur AI

5 months ago
Kolaborasi Trio Raksasa: Broadcom, Google, dan Anthropic Siap Produksi Chip AI Generasi Baru

Peran Krusial Teknologi CSEL dalam Penyelamatan Awak F-15 AS yang Jatuh di Iran

7 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo
  • Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian
  • Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

October 21, 2026
Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In