Olympic.or.id – Dunia kecerdasan buatan kembali dihebohkan dengan langkah berani Anthropic. Perusahaan AI tersebut secara resmi mengumumkan pembelian besar-besaran chip AI buatan AMD, produsen semikonduktor asal Taiwan. Keputusan ini diambil untuk memperluas infrastruktur pusat data yang menopang kecerdasan model AI andalan mereka, Claude.
Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh AMD dan Anthropic pada Rabu (23/7/2026). Dalam kesepakatan strategis tersebut, Anthropic akan mengandalkan GPU AMD Instinct MI450 Series yang dipasang pada sistem rack-scale AMD Helios. Sebuah langkah yang jelas menunjukkan keseriusan Anthropic dalam bersaing di kancah AI global.
Meski jumlah pasti GPU yang akan dibeli masih dirahasiakan, Anthropic melalui blog resminya mengungkapkan bahwa kapasitas komputasi yang akan digunakan mencapai angka fantastis, yakni 2 gigawatt (GW). Bayangkan, daya sebesar itu sanggup menerangi sekitar 600.000 hingga 1,5 juta rumah, tergantung pola konsumsi energi di masing-masing wilayah. Tentu saja, angka ini membuat banyak pihak penasaran dengan skala ambisi Anthropic.
Penerapan tahap pertama dari proyek raksasa ini akan mencakup kapasitas 1 GW dan dijadwalkan mulai bergulir pada paruh pertama 2027. Setelah itu, secara bertahap kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga mencapai total 2 GW. Sungguh sebuah loncatan besar yang menunjukkan komitmen Anthropic terhadap pengembangan AI masa depan.
Perlu diketahui, kapasitas 2 GW ini tidak bisa serta-merta dikonversi menjadi jumlah GPU yang dibeli. Mengapa demikian? Karena daya sebesar itu tidak hanya dialokasikan untuk GPU saja, melainkan juga mencakup kebutuhan CPU, perangkat jaringan, sistem penyimpanan, dan yang tak kalah penting, sistem pendingin di pusat data. Semua komponen tersebut bekerja secara sinergis untuk menciptakan ekosistem komputasi yang optimal.
Meski jumlah pastinya masih misterius, para analis memperkirakan infrastruktur sebesar itu membutuhkan ratusan ribu unit GPU AI. Dengan skala investasi sebesar ini, Anthropic jelas tidak main-main dalam membangun fondasi kecerdasan buatan generasi mendatang.
Lalu, apa alasan di balik pembelian gila-gilaan ini? Anthropic menegaskan bahwa tambahan kapasitas komputasi raksasa tersebut sangat diperlukan untuk memenuhi lonjakan permintaan pelanggan Claude yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Semakin banyak pengguna yang mengandalkan Claude untuk berbagai keperluan, mulai dari asisten pribadi hingga solusi bisnis kompleks.
Tom Brown, Co-founder sekaligus Chief Compute Officer Anthropic, dengan tegas menyatakan bahwa akses terhadap kapasitas komputasi menjadi kunci utama untuk menjaga Claude tetap berada di garis depan pengembangan AI. Pada saat yang sama, langkah ini juga menjadi jawaban atas tuntutan pelanggan yang semakin tinggi terhadap kualitas dan kecepatan layanan Claude.
AMD Gelontorkan Investasi Fantastis Rp 89 Triliun
Kerja sama ini ternyata tidak berhenti pada pasokan chip AI saja. AMD dan Anthropic juga sepakat untuk mengembangkan perangkat lunak secara bersama-sama. Sebuah kolaborasi yang semakin mempererat hubungan kedua perusahaan raksasa teknologi ini.
Dalam kolaborasi yang lebih mendalam, model AI Claude akan dimanfaatkan untuk membantu mengoptimalkan beban kerja pada GPU AMD Instinct. Selain itu, kehadiran Claude juga diharapkan bisa mempercepat pengembangan platform perangkat lunak ROCm (Radeon Open Compute) milik AMD. Sebuah sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Tak hanya itu, AMD juga berencana mengadopsi Claude secara luas untuk mendukung berbagai proses rekayasa dan pengembangan produk di internal perusahaan. Langkah ini menunjukkan kepercayaan penuh AMD terhadap kemampuan Claude dalam membantu efisiensi dan inovasi di tubuh perusahaan mereka.
Yang lebih mencengangkan lagi, AMD berkomitmen melakukan investasi ekuitas hingga 5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 89 triliun di Anthropic pada masa mendatang. Angka ini jelas menunjukkan keyakinan AMD terhadap potensi besar yang dimiliki Anthropic di industri AI.
Lisa Su, CEO AMD, dengan penuh optimisme menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi AMD dalam pembangunan infrastruktur AI skala besar. Beliau menambahkan bahwa pihaknya akan mempercepat adopsi AI dalam skala masif dan menjadikan Helios sebagai platform utama bagi infrastruktur AI generasi berikutnya. Pernyataan ini semakin menegaskan ambisi besar AMD di pasar AI.
Persaingan Sengit di Industri Chip AI
Kerja sama strategis ini menambah daftar panjang pelanggan besar AMD di industri kecerdasan buatan. Sebelumnya, raksasa teknologi Microsoft telah mengumumkan akan menggunakan sistem Helios di pusat data cloud miliknya. Begitu pula dengan Meta yang berencana membeli GPU AMD dengan kapasitas hingga 6 GW untuk mendukung pengembangan AI mereka.
Kesepakatan dengan Anthropic ini juga menjadi bukti semakin ketatnya persaingan di antara penyedia chip AI. Saat ini, Nvidia memang masih mendominasi pasar dengan produk-produk unggulannya. Namun, AMD tidak tinggal diam dan terus bergerak agresif menggaet perusahaan pengembang model AI untuk memenuhi kebutuhan komputasi di pusat data mereka.
Langkah berani Anthropic ini tentu akan mengubah peta persaingan di industri AI. Dengan kapasitas komputasi sebesar 2 GW, Claude berpotensi menjadi model AI yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih andal dalam melayani jutaan pengguna di seluruh dunia.
Yang menarik untuk dinantikan adalah bagaimana dampak dari investasi raksasa ini terhadap perkembangan AI di masa depan. Apakah Claude akan mampu melampaui kompetitor-kompetornya? Atau justru persaingan akan semakin sengit dengan hadirnya pemain-pemain baru di industri ini?
Satu hal yang pasti, langkah Anthropic dan AMD ini menunjukkan bahwa perlombaan pengembangan kecerdasan buatan semakin memasuki babak baru. Skala investasi yang mencapai miliaran dollar dan kapasitas komputasi yang terus membengkak menjadi indikasi bahwa masa depan AI akan semakin canggih dan terintegrasi dalam kehidupan manusia.
Para pengamat industri pun mulai berspekulasi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Akankah perusahaan AI lain menyusul langkah Anthropic? Atau justru akan muncul inovasi-inovasi baru yang semakin mengubah wajah teknologi kecerdasan buatan?
Yang jelas, dengan kolaborasi ini, Anthropic dan AMD telah menorehkan sejarah baru dalam industri AI. Kombinasi antara GPU canggih AMD dan kecerdasan Claude yang terus berkembang menjanjikan terobosan-terobosan menarik di masa depan. Kita semua tinggal menunggu bagaimana implementasi dari kesepakatan raksasa ini akan berjalan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









