Olympic.or.id – Dunia keamanan siber di Indonesia baru saja mendapat angin segar! TrendAI, yang sebelumnya kita kenal sebagai Trend Micro, secara resmi meluncurkan pusat data pertamanya di Indonesia. Langkah berani ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi seluruh sektor industri di Tanah Air yang selama ini haus akan perlindungan data maksimal.
Meskipun pusat data canggih ini sebenarnya telah beroperasi sejak awal Juli 2026, namun baru pada Selasa (4/8/2026) kemarin perusahaan akhirnya mengumumkannya ke publik. Wah, penantian panjang ini pun akhirnya terjawab sudah!
Country Manager TrendAI Indonesia, Fetra Syahbana, dengan penuh semangat menjelaskan bahwa kehadiran pusat data tersebut dirancang khusus untuk mendukung layanan keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Dengan fasilitas ini, pelanggan tidak perlu lagi khawatir data mereka mengendap di luar negeri karena semua proses dan penyimpanan dilakukan di dalam negeri. Keren, bukan?
“Pembangunan data center ini merupakan realisasi komitmen perusahaan yang kami umumkan kepada publik pada akhir tahun lalu. Kami bisa bilang dengan pusat data ini, Indonesia sudah ‘di-upgrade’,” ujar Fetra dalam jumpa media di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Patuh Regulasi Tanpa Pusing! TrendAI Jawab Kebutuhan Lokalisasi Data
Ternyata, kehadiran data center lokal ini bukan sekadar gengsi semata, lho! Fetra menambahkan bahwa langkah strategis ini juga bertujuan membantu pelanggan memenuhi ketentuan penyimpanan data di dalam negeri sesuai regulasi yang berlaku. Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Nah, siapa sih yang mau berurusan dengan masalah hukum hanya karena kelalaian penyimpanan data?
Selain mematuhi UU PDP, TrendAI juga menyadari betul bahwa kebutuhan lokalisasi data semakin meningkat seiring dengan aturan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi sektor jasa keuangan. Tak hanya itu, pemerintah pun kini makin galak mensyaratkan penyimpanan data di dalam negeri dalam setiap pengadaannya. Cerdas sekali TrendAI membaca peluang dan kebutuhan pasar!
Tiga Pilar Kokoh, Satu Tujuan Mulia
Menurut Fetra, pusat data TrendAI di Indonesia dibangun di atas tiga pilar utama yang saling berkaitan erat. Pilar pertama adalah data residency, yang memastikan semua data akun dan telemetri keamanan pelanggan tersimpan aman di Indonesia. Pilar kedua memudahkan pelanggan dalam memenuhi persyaratan kepatuhan (compliance) terhadap regulasi lokal tanpa repot. Sementara pilar ketiga menghadirkan layanan dengan latensi lebih rendah dan akses yang lebih andal. Mantap!
Incar Sektor Perbankan dan Pemerintah, Sasaran Tepat Sasaran!
Lantas, siapa saja yang menjadi incaran utama layanan canggih ini? Fetra menjelaskan bahwa data center regional Indonesia ini secara spesifik ditujukan untuk organisasi di berbagai sektor dengan kebutuhan tinggi terhadap penyimpanan data di dalam negeri.
“Sasaran utama layanan ini meliputi sektor perbankan dan jasa keuangan, pemerintahan, telekomunikasi dan infrastruktur kritis, serta perusahaan berskala besar yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap penyimpanan data di dalam negeri,” tegas Fetra. Target yang sangat strategis, bukan?
TrendAI Vision One, Senjata Andalan di Era Siber!
Pusat data tersebut nantinya akan menopang operasional TrendAI Vision One, platform keamanan siber berbasis AI yang mengintegrasikan berbagai fungsi canggih. Mulai dari deteksi ancaman, manajemen risiko siber, hingga respons terhadap insiden keamanan, semuanya tersedia dalam satu layanan terpadu.
Dengan dukungan data center lokal, TrendAI Vision One akan memproses data akun, telemetri keamanan, serta data cadangan (backup dan disaster recovery) pelanggan secara cepat, aman, dan efisien. Semua itu karena seluruh data berada di Indonesia. Bayangkan betapa nyamannya para pelanggan!
Bukan Sekadar Ganti Nama, Ini Revolusi Identitas!
Selain meresmikan data center di Indonesia, TrendAI juga menjelaskan secara gamblang alasan di balik penggunaan identitas baru yang mereka perkenalkan. Fetra mengakui bahwa perubahan identitas ini sempat menimbulkan pertanyaan dari pelanggan mengenai hubungan TrendAI dengan Trend Micro.
Namun tenang saja, TrendAI bukanlah perusahaan baru yang menggantikan Trend Micro. Keduanya tetap berjalan beriringan, dengan TrendAI menjadi identitas yang merepresentasikan fokus perusahaan pada solusi keamanan siber berbasis AI. Fetra menjelaskan bahwa transformasi ini dilakukan seiring dengan ancaman siber yang kian hari kian kompleks.
Pendekatan Proaktif, Bukan Sekadar Reaktif!
Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan reaktif dalam menghadapi serangan siber. Kini mereka mulai mengedepankan pendekatan proaktif berbasis AI yang jauh lebih canggih. Melalui pendekatan tersebut, sistem tidak hanya mendeteksi serangan yang sudah terjadi, tetapi juga membantu organisasi memprediksi potensi risiko, mengidentifikasi celah keamanan, serta memberikan rekomendasi mitigasi sebelum insiden terjadi. Sungguh langkah maju yang patut diacungi jempol!
“Inovasi harus berjalan mengikuti perubahan pasar dan perkembangan teknologi. Kami akan terus mengembangkan portofolio solusi keamanan siber berbasis AI agar mampu mengikuti ancaman digital yang terus berkembang,” pungkas Fetra penuh optimisme.
Dengan berbagai gebrakan ini, Indonesia kini semakin siap menghadapi tantangan keamanan siber di masa depan. Selamat datang era baru perlindungan data di Tanah Air, TrendAI!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









