Friday, October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Google Rilis SL2T, Teknologi Penerjemah Bahasa Isyarat untuk Pengguna Tuli

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
August 15, 2026
in Teknologi
0
xAI Luncurkan Grok 4.6 dengan Harga Tetap Terjangkau, Performa Setara GPT-5.6 Sol
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Pernahkah Anda membayangkan bisa berkomunikasi dengan penyandang tuli hanya dengan gerakan tangan yang langsung berubah menjadi teks? Kini, mimpi itu bukan lagi sekadar angan-angan belaka! Raksasa teknologi Google baru saja meluncurkan terobosan yang benar-benar mencengangkan dan membuat komunitas difabel di seluruh dunia terperangah. Melalui divisi kecerdasan buatan kebanggaannya, DeepMind, Google secara resmi memperkenalkan model AI revolusioner bernama sign-language-to-text atau yang lebih populer disingkat SL2T.

Wah, inovasi ini bukanlah sekadar gimik teknologi biasa, melainkan sebuah lompatan besar yang memanfaatkan kecanggihan kamera ponsel untuk mengubah gerakan bahasa isyarat menjadi teks secara instan! Yang bikin semakin panas, model canggih ini kabarnya akan debut perdana di seri terbaru mereka, Pixel 11 Series, yang baru saja diumumkan secara global. Tentunya, langkah berani ini menjadi bukti nyata bahwa Google tidak hanya bermain di ranah hiburan, tetapi juga serius menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan aksesibilitas masyarakat.

Related posts

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

Table of Contents

Toggle
    • Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra
    • Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya
  • AI Penerjemah Isyarat: Bukan Sekadar Gerakan Tangan Biasa!
  • Rahasia di Balik Layar: Titik Koordinat yang Jaga Privasi Anda!
  • Masih Jauh dari Sempurna, Tapi Masa Depan Cerah Menanti!

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

October 2, 2026
Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya

Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya

October 2, 2026

AI Penerjemah Isyarat: Bukan Sekadar Gerakan Tangan Biasa!

Sesuai dengan namanya yang keren, SL2T dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara penyandang tuli dan masyarakat umum melalui penerjemahan bahasa isyarat ke teks secara langsung. Untuk memudahkan akses, Google menyematkan fitur pintar ini ke dalam dua aplikasi andalan mereka, yaitu Gboard dan Live Transcribe. Oleh karena itu, ketika pengguna membuka keyboard atau fitur transkripsi langsung, mereka akan mendapati opsi kamera yang siap merekam setiap gerakan tubuh. Lho, berbeda dengan fitur dikte suara yang mengandalkan mikrofon, kali ini Google berani mengambil jalur berbeda dengan memanfaatkan kamera ponsel sebagai sensor utama. Menariknya, sistem ini tidak sekadar membaca tangan, tetapi juga menganalisis bahasa tubuh secara holistik untuk menghasilkan terjemahan yang akurat. Wow, sungguh luar biasa!

Begitu masuk ke antarmuka Gboard, pengguna tinggal mengetuk ikon khusus SL2T yang dengan strategis ditempatkan di bagian atas keyboard, tepatnya di sisi kanan. Kemudian, layar ponsel akan langsung menyulap kamera menjadi jendela deteksi, di mana pengguna bisa mulai memberikan gestur bahasa isyarat di depan lensa. Praktis sekali, bukan? Dalam sekejap, gerakan tangan yang ditangkap kamera akan diubah menjadi rangkaian kata yang tertulis rapi di layar. Karena itu, proses mengetik manual pun perlahan mulai tergantikan oleh gerakan isyarat yang lebih alami dan cepat. Dengan pendekatan ini, Google tampaknya ingin memastikan bahwa pengguna tuli tidak perlu lagi repot mengetik panjang lebar, cukup beri isyarat, maka teks akan muncul dengan sendirinya. Keren abis!

Tak hanya berhenti di keyboard, integrasi SL2T dalam Live Transcribe terbilang lebih canggih dan futuristik. Dalam fitur ini, pengguna dapat langsung memanfaatkan bahasa isyarat untuk memberikan respons dalam percakapan dua arah dengan asisten AI Gemini, tanpa harus bersusah payah mengetik manual sama sekali. Artinya, ketika seorang pengguna sedang berkomunikasi dengan Gemini, mereka cukup menggerakkan tangan, dan SL2T akan menerjemahkannya menjadi teks yang dapat dibaca oleh lawan bicara di sisi lain. Dengan begitu, proses interaksi menjadi lebih organik dan inklusif, memungkinkan penyandang tuli untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi tanpa hambatan. Tentu saja, ini merupakan lompatan besar karena Google berhasil mengintegrasikan AI, kamera, dan asisten cerdas dalam satu ekosistem yang harmonis.

Rahasia di Balik Layar: Titik Koordinat yang Jaga Privasi Anda!

Untuk mencapai tingkat presisi yang tinggi, tim DeepMind tidak bekerja sendirian, melainkan berkolaborasi erat dengan berbagai komunitas tuli dari penjuru dunia. Berkat dukungan penuh dari mereka, sistem SL2T tidak hanya mengenali gerakan jari, tetapi juga secara cermat menangkap pergerakan lengan, tubuh bagian atas, kepala, bahkan ekspresi wajah pengguna. Begitu kamera merekam gestur, AI langsung memetakan gerakan tersebut menjadi rangkaian titik koordinat yang terstruktur. Setelah itu, barulah data koordinat tersebut diterjemahkan menjadi teks yang mudah dipahami. Sungguh memukau, teknologi ini mampu membaca konteks tubuh secara menyeluruh, bukan sekadar tangan berputar. Luar biasa!

Isu privasi kerap menjadi momok menakutkan bagi pengguna teknologi kamera, tetapi Google tampaknya sudah memikirkan solusi jitu untuk mengatasi kekhawatiran tersebut. Untuk menjaga kerahasiaan data, video mentah hasil rekaman pengguna tidak pernah dikirimkan ke server pusat Google. Sebaliknya, perusahaan mengandalkan teknologi computer vision bernama MediaPipe Holistic untuk mengolah rekaman langsung di perangkat pengguna. Teknologi ini dengan sigap mengubah video menjadi kumpulan titik koordinat anonim, dan hanya data abstrak inilah yang dikirim ke server untuk diproses lebih lanjut. Dengan demikian, rasa cemas akan kebocoran video pribadi bisa dikesampingkan, karena yang terkirim hanyalah pola koordinat tanpa identitas visual. Tenang saja, privasi Anda tetap aman!

Tak tanggung-tanggung, Google mengklaim bahwa SL2T telah menjalani proses pelatihan yang intensif dengan mengolah lebih dari 100.000 jam data video dari 50 lebih bahasa isyarat berbeda. Dari jumlah tersebut, sekitar 25% di antaranya adalah data khusus American Sign Language (ASL) untuk memastikan akurasi terjemahan. Hasilnya pun tidak main-main, pada pengujian benchmark FLEURS-ASL, model ini berhasil meraih skor 70 BLEURT secara zero-shot. Skor ini menjadi yang tertinggi yang pernah dilaporkan untuk penerjemahan ASL ke bahasa Inggris. Selain itu, model ini juga ramah pengguna kidal dan mampu menangkap bahasa isyarat satu tangan, sehingga tak ada lagi alasan untuk meragukan kapabilitasnya. Mantap!

Masih Jauh dari Sempurna, Tapi Masa Depan Cerah Menanti!

Meski meraih skor tinggi, bukan berarti SL2T sempurna tanpa cela. Tim pengembang sendiri secara jujur mengakui bahwa model ini masih rawan keliru saat menangkap tanda-tanda yang jarang digunakan dalam keseharian. Selain itu, kecepatan fingerspelling atau mengeja huruf dengan jari secara cepat kerap menjadi tantangan tersendiri bagi sistem. Tidak hanya itu, konstruksi kalimat yang rumit dan konteks waktu terkadang juga membuat AI ini sedikit tersandung dalam menerjemahkan. Akan tetapi, Google tidak tinggal diam, mereka berjanji akan terus menyempurnakan sistem ini melalui pembaruan berkala. Dengan demikian, meskipun masih ada kekurangan, semangat untuk terus berkembang tetap menjadi prioritas utama.

Bagi Anda yang sudah tak sabar mencoba, sayangnya fitur canggih SL2T saat ini masih terbatas eksklusif untuk pengguna Google Pixel 11 Series terbaru. Karena itu, pemilik perangkat lain mungkin harus sedikit bersabar menunggu jadwal rilis selanjutnya. Selain itu, untuk tahap perdana ini, penerjemahan bahasa isyarat baru mendukung ASL ke teks bahasa Inggris. Meskipun terkesan terbatas, langkah awal ini sudah cukup monumental untuk mengawali perubahan besar di dunia aksesibilitas digital. Jadi, bagi pengguna setia Pixel, inilah saatnya merasakan sensasi teknologi masa depan. Tunggu apa lagi?

Ke depannya, Google membuka suara bahwa fitur penerjemah bahasa isyarat ini akan segera disebarkan ke lebih banyak perangkat Android lainnya. Tidak hanya itu, dukungan untuk berbagai jenis bahasa isyarat internasional dan pilihan bahasa terjemahan pun akan terus ditambah secara bertahap. Google, melalui tim DeepMind, berharap bahwa SL2T dapat menjadi jembatan emas yang menghubungkan dunia tanpa batas bagi komunitas tuli dan pendengar. Sebuah cita-cita mulia yang perlahan mulai terwujud berkat kecerdasan buatan. Kita semua patut menantikan gebrakan berikutnya, karena ketika teknologi dan inklusivitas bersatu, maka tidak ada lagi hambatan komunikasi yang tidak bisa ditembus. Selamat menyambut era baru komunikasi visual!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Teknologi
Previous Post

InfraNexia dan APJII Sinergi Percepat Pemerataan Internet di Seluruh Wilayah Indonesia

Next Post

Sennheiser dan Formula E Bersinergi, Eksplorasi Suara 3D untuk Pengalaman Balap yang Berbeda

Next Post
Sennheiser dan Formula E Bersinergi, Eksplorasi Suara 3D untuk Pengalaman Balap yang Berbeda

Sennheiser dan Formula E Bersinergi, Eksplorasi Suara 3D untuk Pengalaman Balap yang Berbeda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Dengan Mata Inframerah, Teleskop NASA Ini Dirancang Deteksi 100.000 Planet

Dengan Mata Inframerah, Teleskop NASA Ini Dirancang Deteksi 100.000 Planet

9 months ago
Google Tambah Kemampuan AI Mode: Buka Link di Samping Hasil Pencarian, Plus Gabungkan Banyak Tab

Apa yang Baru dari Samsung One UI 9? Simak Bocoran Fitur dan Ubahan Tampilannya

5 months ago
Konsol Retro Lenovo G02 Meluncur, Harganya Cuma Rp 1 Jutaan

Bukan Cuma Baterai Jumbo, Realme 16T Juga Punya Layar 144 Hz dan Sertifikasi Militer

4 months ago
Lini Laptop Bisnis Terbaru, ASUS ExpertBook P3 G1 Hadirkan Intel Core Ultra H dan Fleksibilitas Upgrade

Lini Laptop Bisnis Terbaru, ASUS ExpertBook P3 G1 Hadirkan Intel Core Ultra H dan Fleksibilitas Upgrade

3 days ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem
  • Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra
  • Bawa Racikan Kamera ARRI, Honor Magic 9 Pro Max Resmi Debut dengan Baterai Jumbo

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

October 2, 2026
Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In