Olympic.or.id – Nah, daripada pusing tujuh keliling mikirin gimana caranya modal aplikasi jadul biar bisa ngebut pakai kecerdasan buatan, mending kita simak gebrakan terbaru dari raja cloud bernama Nutanix. Dengan penuh percaya diri, mereka baru saja meluncurkan senjata pamungkas bernama Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8. Platform ini bukan main-main, karena dirancang khusus buat memudahkan perusahaan dalam menjalankan sekaligus mengatur lalu lintas AI, termasuk teknologi mutakhir bernama agentic AI yang lagi naik daun.
Yang bikin heboh, NAI 2.8 ini sudah tersedia secara umum dan siap dipakai. Bukan cuma itu, Nutanix juga menyodokkan kejutan lain berupa Nutanix Kubernetes Platform (NKP) 2.19 yang kabarnya bakal tiba dalam waktu dekat. Dua produk anyar ini menjadi bukti nyata bahwa Nutanix tidak main-main dalam mengembangkan sayap mereka di bawah naungan Nutanix Cloud Platform (NCP). Platform ini mengusung arsitektur dual-native yang keren abis, karena memungkinkan perusahaan menjalankan aplikasi berbasis virtual machine (VM) dan container secara berdampingan tanpa perlu ribet.
Biar kita kupas sedikit, perbedaan antara virtual machine dan container ibarat malam dan siang, tapi keduanya sama-sama dibutuhkan. Jika kita bicara VM, ini seperti punya rumah sendiri lengkap dengan sistem operasi virtualnya; makanya dia boros sumber daya dan berat. Sementara itu, container lebih mirip apartemen, ringan dan cepat karena saling berbagi sistem operasi dengan server utama.
Nah, pendekatan dual-native dari Nutanix ini sangat penting, karena faktanya banyak perusahaan saat ini masih betah menjalankan aplikasi dan menyimpan data di berbagai jenis lingkungan. Sebagian masih setia dengan VM, sementara yang lain sudah lincah menggunakan container. Jika perbedaan lingkungan ini diabaikan, perusahaan bakal dipaksa memindahkan data atau membuat sistem baru dari nol saat ingin mengadopsi AI. Untungnya, Nutanix mengklaim bahwa teknologi dual-native ini bisa jadi penyelamat, karena membantu perusahaan menggunakan AI bersamaan dengan aplikasi dan data yang sudah mereka miliki tanpa harus membongkar pasang seluruh sistem. Dengan cara ini, AI bisa diletakkan di lingkungan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Agent Gateway dan Keamanan Berlapis: Kendali Penuh di Tangan Anda
Nah, salah satu fitur unggulan yang bikin NAI 2.8 layak diacungi jempol adalah Agent Gateway. Fitur ini sekarang dilengkapi dengan Model Context Protocol (MCP) Gateway yang sudah tersedia secara umum. Untuk yang awam, MCP adalah standar koneksi yang memungkinkan AI agent terhubung dengan berbagai aplikasi, alat, dan data. Nutanix berperan sebagai pintu gerbang yang mengatur semua koneksi tersebut, sehingga perusahaan bisa dengan leluasa mengontrol bagaimana AI agent mengakses aplikasi dan data penting mereka. Tidak berhenti di situ, Nutanix juga menyediakan MCP Server untuk NCP yang bisa digunakan para pengembang untuk membuat aplikasi agentic AI yang aman dan terintegrasi dengan infrastruktur Nutanix.
Pihak Nutanix juga memberikan kemudahan dengan menyediakan panel pengelolaan AI dari satu tempat. Perusahaan bisa mengatur agent dan model AI, memonitor penggunaan token, serta melihat berbagai metrik untuk memantau kinerja sistem AI secara real-time. Selain itu, NAI 2.8 juga membawa peningkatan pada fitur Private Inference. Fitur ini memungkinkan perusahaan menjalankan AI dan menyesuaikan model AI menggunakan data pribadi mereka sendiri, plus dukungan untuk penggunaan beberapa GPU sekaligus agar proses AI berjalan lebih cepat.
Nah, selain urusan performa, Nutanix juga memerhatikan aspek keamanan yang super krusial. Mereka memperkuat sistem pertahanan untuk mencegah penggunaan AI yang tidak terkendali atau yang sering disebut rogue AI. NAI 2.8 menyediakan sistem pengaturan akses yang memungkinkan perusahaan menentukan siapa yang boleh menggunakan model AI dan sumber daya apa yang boleh diakses. Sistem ini menganut prinsip least privilege, yakni memberikan akses secukupnya sesuai kebutuhan, jadi tidak ada yang kebanjiran akses. Lebih menarik lagi, NAI 2.8 kini mendukung penggunaan NVIDIA NIM di lingkungan air-gapped. Lingkungan ini sengaja dipisahkan dari jaringan luar untuk meningkatkan keamanan, layaknya bunker bawah tanah untuk data paling sensitif. Hal ini membuktikan bahwa Nutanix benar-benar serius mengamankan ekosistem AI perusahaan.
NKP 2.19 dan Ekosistem Mumpuni: Siap Tampung Semua Beban AI
Thomas Cornely, Executive Vice President Product Management Nutanix, dengan tegas menyatakan bahwa perusahaan tidak seharusnya repot-repot membangun ulang sistem yang sudah ada hanya demi menerapkan AI. “Melalui arsitektur dual-native, pelanggan dapat menghadirkan AI langsung ke aplikasi dan data yang sudah ada,” ujarnya. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjalankan berbagai jenis pekerjaan menggunakan infrastruktur yang sesuai, dengan pengelolaan yang tetap konsisten.
Selain NAI 2.8, Nutanix juga bersiap menghadirkan NKP 2.19 yang diprediksi bakal mengguncang pasar. Platform ini ditujukan untuk membantu perusahaan mengelola aplikasi yang berjalan menggunakan container. NKP 2.19 akan membawa fitur NKP Metal yang dirancang untuk mempermudah pemasangan dan pengelolaan Kubernetes pada server fisik. Fitur ini secara otomatis memasang sistem operasi, firmware, dan container, serta menyediakan penyimpanan data yang terintegrasi.
Bagi perusahaan yang masih menggunakan virtualisasi, NKP tetap bisa berjalan di atas Nutanix AHV. Jika dipadukan dengan Nutanix Flow, sistem ini mampu mengisolasi AI agent dari bagian lain dalam jaringan, sehingga risiko serangan dan penyebaran serangan ke sistem lain bisa diminimalisir. NKP 2.19 juga akan memiliki AI Applications Catalog yang berisi berbagai perangkat lunak AI dan machine learning siap pakai, seperti Kubeflow, Milvus, dan Slurm. Untuk mendukung performa maksimal, Nutanix juga menyiapkan dukungan terhadap berbagai GPU yang telah divalidasi serta sistem pembagian sumber daya yang mumpuni untuk kebutuhan AI. Hebatnya, NKP telah memperoleh sertifikasi resmi dari Cloud Native Computing Foundation (CNCF) sebagai platform yang memenuhi standar untuk menjalankan kebutuhan AI berbasis Kubernetes.
Untuk mendukung kebutuhan penyimpanan data AI, Nutanix Unified Storage (NUS) juga telah memperoleh sertifikasi bergengsi sebagai Nvidia-Certified Storage tingkat enterprise. Sistem ini dirancang untuk mengirim data ke GPU dengan kecepatan kilat, sehingga GPU bisa digunakan secara maksimal saat menjalankan tugas AI berat. Selain produk, Nutanix juga meluncurkan sejumlah program untuk mitra, salah satunya adalah Powered by Nutanix: Verified Services yang membantu mitra membangun layanan cloud dan AI untuk pelanggan.
Mereka juga membuat Service Provider Central (SP Central) tersedia secara umum, yang memungkinkan penyedia layanan mengelola berbagai pelanggan dalam satu sistem dan menawarkan layanan infrastruktur, cloud-native, hingga AI dengan leluasa menentukan lokasi dan model lisensi yang sesuai. Menutup gebrakan ini, Nutanix mengutip laporan Gartner yang memperkirakan 55 persen perusahaan akan memindahkan seluruh workload mereka dari VMware ke solusi infrastruktur alternatif pada 2029. Nah, dengan semua fitur dan kemudahan yang ditawarkan, sepertinya Nutanix telah menyiapkan panggung yang sempurna untuk menyambut gelombang perpindahan tersebut.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








