Thursday, October 1, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
October 1, 2026
in Berita
0
Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Raksasa produsen chip global, AMD, mendadak membuat gebrakan luar biasa setelah mereka meluncurkan rencana akuisisi megah terhadap World Labs, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) yang lahir dari tangan dingin profesor legendaris Stanford, Fei-Fei Li. Bahkan, nilai transaksi fantastis ini menembus angka 8,2 miliar dollar AS atau setara Rp 147 triliun, yang mana AMD membiayai seluruh pembayarannya menggunakan skema pengalihan saham secara penuh. Oleh sebab itu, manajemen AMD memasang target tegas untuk menuntaskan aksi korporasi jumbo ini sebelum akhir tahun 2026, tentu setelah regulator resmi memberikan lampu hijau persetujuan.

Menariknya, begitu seluruh proses transaksi ini rampung sepenuhnya, Fei-Fei Li akan langsung melangkah masuk ke jajaran eksekutif puncak AMD untuk menjabat posisi strategis sebagai Executive Vice President sekaligus Chief Scientist. Lebih dari itu, ilmuwan kawakan ini bakal melaporkan seluruh hasil riset dan terobosannya secara langsung kepada CEO AMD, Lisa Su.

Related posts

Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta

Table of Contents

Toggle
  • Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta
  • Soroti Risiko Senjata Digital, Bill Gates Desak Pembuat Hukum Buat Aturan Ketat untuk AI
  • Mengintip Teknologi World Labs: Bukan Cuma Kata-Kata, Tapi Menghidupkan Dunia 3D!
  • Panaskan Persaingan Lawan Nvidia: Kunci Utama Menuju Era Robotika Masa Depan

Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta

September 29, 2026
Soroti Risiko Senjata Digital, Bill Gates Desak Pembuat Hukum Buat Aturan Ketat untuk AI

Soroti Risiko Senjata Digital, Bill Gates Desak Pembuat Hukum Buat Aturan Ketat untuk AI

September 28, 2026

Publik industri teknologi sendiri sudah lama menjuluki sosok Li sebagai “Godmother of AI” alias “Mami AI”, terutama berkat mahakaryanya membangun ImageNet sekitar dua dekade lalu. Proyek basis data visual raksasa ciptaannya itulah yang sukses memicu ledakan revolusi deep learning hingga menciptakan era kecerdasan buatan serba canggih seperti hari ini.

Tak heran jika kesepakatan bernilai ratusan triliun ini langsung menjadi sorotan utama media global, lantaran momen bersejarah tersebut sukses mempertemukan dua tokoh perempuan paling berpengaruh dan paling disegani di panggung AI dunia.

Mengintip Teknologi World Labs: Bukan Cuma Kata-Kata, Tapi Menghidupkan Dunia 3D!

Di sisi lain, World Labs sendiri bermarkas di jantung inovasi San Francisco dan baru saja didirikan oleh Li pada pertengahan tahun 2024 lalu. Startup mutakhir ini secara khusus merancang model AI revolusioner yang mampu merekonstruksi, membuat, hingga mensimulasikan lingkungan tiga dimensi (3D) interaktif secara instan hanya berdasarkan perintah teks, gambar, maupun video. Bahkan, teknologi canggih mereka juga sanggup menjalankan pembelajaran mendalam serta simulasi ruang fisik untuk ranah robotika.

Selanjutnya, World Labs sudah resmi memperkenalkan mahakarya perdana mereka yang diberi nama Marble, sebuah produk visioner yang mereka pasarkan secara luas untuk industri hiburan interaktif sekaligus menyediakan arena simulasi digital tempat para robot masa depan berlatih memahami realitas.

Mengenai filosofi pengembangannya, tim pakar World Labs menegaskan bahwa kemajuan AI masa depan sangat membutuhkan kolaborasi super erat antara riset model visual, arsitektur sistem, serta daya komputasi. Oleh karena itu, pimpinan AMD secara terbuka meyakini bahwa pemahaman mendalam atas beban kerja (workload) AI generasi baru seperti milik World Labs ini bakal secara langsung membentuk dan menyempurnakan cetak biru (roadmap) pemrosesan chip buatan mereka.

Sejatinya, kedua entitas raksasa ini sudah menjalin kolaborasi strategis sejak tahun lalu, di mana fokus utama mereka tertuju pada akselerasi pelatihan model serta optimalisasi proses inferensi pada infrastruktur unit pemrosesan grafis (GPU) andalan AMD.

Secara teknis, inferensi merupakan proses krusial saat sistem komputer menjalankan model AI yang telah selesai melewati masa pelatihan intensif. Bahkan, sebagai bentuk kedekatan awal mereka, Fei-Fei Li secara khusus sempat tampil memukau sebagai penceramah tamu kehormatan dalam panggung presentasi utama AMD pada ajang CES di awal tahun 2026.

Lewat tulisan resminya saat mengumumkan akuisisi raksasa ini, Li mengungkapkan alasan mendasar di balik keputusannya, yakni keinginan membara untuk membawa seluruh capaian riset World Labs keluar dari dinding laboratorium menuju penerapan dunia nyata.

Maka dari itu, Li menuliskan pesan emosional sekaligus penuh optimisme tinggi: “Sekarang setelah tim kami memegang bukti nyata mengenai potensi dahsyat ini, kami bertekad mengerahkan segala daya upaya demi mempercepat hadirnya masa depan. Karena itulah, kami harus memperbesar skala operasional, memperluas jangkauan global, serta menyatu lebih dekat dengan infrastruktur perangkat keras.”

Berbeda jauh dari model bahasa besar (LLM) populer kepunyaan OpenAI, Anthropic, maupun Google, World Labs secara khusus memfokuskan pengembangan pada world model atau model dunia. Oleh sebab itu, mereka melatih AI ini menggunakan aliran data video dan dunia fisik tiga dimensi ketimbang tumpukan teks, dengan tujuan utama agar kecerdasan buatan dapat memahami hukum fisika serta cara benda nyata bergerak secara natural di alam semesta.

Sejalan dengan visi tersebut, Li menegaskan prinsip ilmiah yang diusungnya sejak awal: “Kami mendirikan entitas ini di atas pondasi keyakinan bahwa bahasa semata tidak akan pernah cukup untuk menciptakan kecerdasan sejati. Sebab, alam semesta kita tidak pernah tersusun dari deretan kata-kata, melainkan dari objek-objek nyata yang saling berinteraksi.”

Panaskan Persaingan Lawan Nvidia: Kunci Utama Menuju Era Robotika Masa Depan

Langkah berani ini diprediksi para pengamat akan langsung mendongkrak daya saing AMD untuk menggoyang dominasi Nvidia di pasar chip AI global. Apalagi, persaingan kian membara lantaran Nvidia sudah lebih dulu menggelontorkan rangkaian world model berbasis open-weight yang sangat populer, seperti seri Cosmos.

Padahal, jika kita menengok katalog komputasi mereka sebelumnya, AMD terhitung baru sebatas menawarkan model pemrosesan berbasis teks dan video sederhana saja kepada publik.

Oleh karena itu, lewat unggahan antusias di platform X, Lisa Su secara tegas menyatakan bahwa AMD siap mengawinkan kepakaran mendalam World Labs dalam bidang model dunia dengan kepemimpinan daya komputasi AMD demi memperkuat ekosistem AI terbuka yang makin solid.

Terlebih lagi, para pakar meyakini bahwa teknologi world model menjadi kunci vital untuk mentransformasi AI generatif ke dalam wujud robotika fisik, mulai dari armada kendaraan otonom yang dapat menyetir sendiri hingga penciptaan robot humanoid serba bisa.

Mengingat ketersediaan data fisik berkualitas untuk melatih robot serba guna masih sangat langka di pasaran, alhasil penuangan data sintetis dari model dunia dipandang sebagai kunci emas paling mendesak untuk mewujudkan mimpi besar para raksasa teknologi seperti Tesla dan Figure.

Sementara itu, deretan startup dengan sokongan dana jumbo lainnya juga tengah gencar mengembangkan world model serupa, salah satunya AMI Labs buatan Yann LeCun yang baru saja ia dirikan pada Maret lalu usai hengkang dari posisi Kepala Ilmuwan AI Meta. Bahkan, Nvidia sendiri tidak tinggal diam dengan terus mempererat kemitraan strategis bersama Wayve untuk menggarap teknologi pemodelan dunia khusus navigasi kendaraan otonom.

Nyatanya, jauh sebelum akuisisi bernilai triliunan ini meledak ke publik, World Labs pada Februari 2026 telah sukses menutup putaran pendanaan raksasa senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 18 triliun). Menariknya, jajaran investor awal yang menyuntikkan dana segar tersebut mencakup AMD, Nvidia, serta Autodesk yang menyetor Rp 3,6 triliun, bahkan Lisa Su pribadi pun tercatat sebagai pemodal awal di startup tersebut.

Pada akhirnya, kedua jajaran manajemen mengonfirmasi bahwa seluruh tim bertalenta dari World Labs akan melebur penuh ke dalam keluarga besar AMD, meskipun mereka tidak merinci jumlah pasti karyawan yang ditransfer. Akibat pengumuman heboh ini, pergerakan saham AMD terpantau merangkak stabil dan bergerak hampir datar pada sesi perdagangan setelah jam reguler bursa hari Senin.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: AMD
Previous Post

Inovasi Baru Huawei: WATCH GT 7 Pro Dibekali Fitur Pemantau Diabetes dan Kesehatan Jantung

Next Post

Lini K Series Bertambah, Oppo K14 Plus Tawarkan Layar 1.5K dan Kamera 50 MP OIS

Next Post
Lini K Series Bertambah, Oppo K14 Plus Tawarkan Layar 1.5K dan Kamera 50 MP OIS

Lini K Series Bertambah, Oppo K14 Plus Tawarkan Layar 1.5K dan Kamera 50 MP OIS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Sempat Dipromosikan, Kini OpenClaw Dibatasi Pemerintah China karena Kekhawatiran Keamanan Data

Mengenal Portronics Vayu Cop, Alat Serbaguna yang Bisa Menyelamatkan Perjalanan Anda

7 months ago
Dell Akui Salah dan Putar Haluan, Brand XPS ‘Dibangkitkan’ dengan Segudang Perbaikan di CES 2026

Dell Akui Salah dan Putar Haluan, Brand XPS ‘Dibangkitkan’ dengan Segudang Perbaikan di CES 2026

9 months ago
Android vs iPhone: AirDrop ‘Saling Kirim’ File

Android vs iPhone: AirDrop ‘Saling Kirim’ File

10 months ago
Sony Segera Cairkan Kompensasi untuk 4,4 Juta Pengguna PlayStation di AS

Sony Segera Cairkan Kompensasi untuk 4,4 Juta Pengguna PlayStation di AS

3 weeks ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Inovasi Unik Xiaomi: Rilis Aksesori Pocket Guitar yang Manfaatkan Layar Belakang HP
  • Anthropic Luncurkan Claude Sonnet 5.5, Makin Tangkas Menyusun Dokumen dan Presentasi
  • Lini K Series Bertambah, Oppo K14 Plus Tawarkan Layar 1.5K dan Kamera 50 MP OIS

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Inovasi Unik Xiaomi: Rilis Aksesori Pocket Guitar yang Manfaatkan Layar Belakang HP

Inovasi Unik Xiaomi: Rilis Aksesori Pocket Guitar yang Manfaatkan Layar Belakang HP

October 1, 2026
Anthropic Luncurkan Claude Sonnet 5.5, Makin Tangkas Menyusun Dokumen dan Presentasi

Anthropic Luncurkan Claude Sonnet 5.5, Makin Tangkas Menyusun Dokumen dan Presentasi

October 1, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In