Olympic.or.id — Bayangin lo lagi joging pagi, musik nge-beat di telinga lewat AirPods Pro 3 yang baru lo beli. Suara jernih, noise-cancelling bikin dunia luar hilang seketika. Tapi tiba-tiba, earbud-nya mogok. Lo mikir, “Ah, gampang lah, bongkar sendiri.” Eh, ternyata? Bencana! Baru-baru ini, tim iFixit – para ahli bongkar gadget – ngebongkar AirPods Pro 3 dan hasilnya bikin kita semua geleng-geleng kepala. Skor perbaikan? Nol besar dari 10! Ya ampun, Apple, lo lagi main apa nih?

Kita lagi bahas soal peluncuran besar-besaran Apple bulan lalu, kan? Saat iPhone 17 series – termasuk yang Air, Pro, dan Pro Max – dirilis bareng AirPods Pro 3, hype-nya meledak. Earbud flagship ini janjiin upgrade gila: chip H3 yang lebih kenceng, desain lebih sleek, dan fitur adaptif audio yang bikin lo ngerasa kayak lagi di konser pribadi. Harganya? Sekitar Rp 4 jutaan per pasang, cukup buat beli sepatu lari premium. Tapi, di balik kilauan itu, ada cerita gelap yang baru terungkap lewat video teardown iFixit. Mereka nggak cuma foto-foto doang, tapi beneran bedah hidup-hidup gadget ini. Dan hasilnya? Nggak ada yang bahagia, kecuali mungkin dompet Apple yang makin tebel.

Mari kita mundur dulu ke proses bongkar-mengbongkarnya. iFixit mulai dari earbud utama – yang bentuknya mungil banget, hampir kayak biji kopi. Ukuran kecil ini emang bikin desainnya elegan, tapi juga jadi mimpi buruk buat siapa pun yang coba servis. “Ini bukan gadget yang dirancang buat lo bongkar sendiri,” kata tim iFixit dalam videonya. Mereka harus pake alat khusus, seperti pisau bedah mini dan solder presisi, cuma buat buka casing luarnya. Hasilnya? Battery-nya lumayan gampang dilepas dibanding model sebelumnya. Wah, progres dong? Eh, jangan seneng dulu. Itu cuma satu poin kecil di lautan kesulitan.
Lanjut ke bagian yang bikin deg-degan: driver audio, jantungnya suara jernih itu. Saat iFixit coba angkat driver-nya, boom! Hancur lebur. Kayak lo lagi nyoba buka kaleng sarden pake tangan kosong – pasti berantakan. Stem-nya, bagian panjang yang nyambung ke mic, juga nggak kalah ribet. Lo harus potong lem super kuat, lepas konektor-konektor mungil yang gampang patah, dan… ya, reassemble? Lupain aja. Mustahil, bro. Bahkan teknisi pro pun geleng kepala, bilang ini lebih susah dari puzzle Rubik yang udah diacak hacker.

Nah, jangan lupa charging case-nya. Dulu di AirPods Pro 2, battery-nya pake dua sel terpisah – dual-cell, biar lebih fleksibel. Sekarang? Single-cell doang. Inovasi? Mungkin buat hemat biaya produksi, tapi buat perbaikan? Malah tambah susah. Bongkar case ini butuh panas buat lelehkan lem, terus potong kabel-kabel halus yang nyatu sama baterai. Dan reseal-nya? Kayak nyoba nutup botol yang udah retak – air bakal merembes lagi. iFixit bilang, “Ini desain yang prioritasin kestabilan, bukan servisabilitas.” Artinya, Apple lebih suka lo beli yang baru daripada benerin yang lama.

Skor akhirnya? 0/10. Nol! Ini rekor terburuk di kelasnya. Buat bandingin, AirPods Pro 2 aja cuma dapet 2/10 – masih lebih baik dikit. Kompetitor kayak Sony WF-1000XM5 atau Samsung Galaxy Buds Pro? Mereka nggak sempurna, tapi minimal dapet 3-4 poin, artinya lo bisa ganti battery sendiri tanpa harus jadi insinyur. Apple, dengan filosofi “sealed tight” ini, lagi ngajarin kita apa? Bahwa gadget premium harusnya disposable? Kayak plastik sekali pakai di dunia tech?
Kenapa ini penting buat lo, pembaca Olympic.or.id yang doyan olahraga outdoor? Bayangin lo lagi latihan gym, earbud jatuh dan battery bocor. Atau lo lagi trail running, hujan deras bikin case-nya rusak. Di masa depan, di mana e-waste lagi jadi isu besar, desain kayak gini bikin kita tambah nyumbang sampah elektronik. Menurut laporan dari iFixit, rata-rata orang Amerika ganti earbud setiap 2 tahun – dan AirPods Pro 3 bakal percepat itu. Lingkungan? Menderita. Dompet lo? Makin kering. Plus, di Indonesia, servis resmi Apple mahal banget. Lo harus kirim ke service center, nunggu berminggu-minggu, dan bayar hampir separuh harga baru.
Tapi, hei, jangan langsung buang AirPods lo yang lama. Ada tips santai buat ngejaga earbud biar awet: Pertama, hindari jatuh – pake case pelindung yang tebel. Kedua, charge jangan sampe 100% terus, biar battery nggak cepet degradasi. Ketiga, kalau lo tech-savvy, coba belajar dari video iFixit ini buat ngerti batasannya. Siapa tau suatu hari ada hack komunitas yang bikin perbaikan lebih gampang. Atau, lo switch ke brand lain yang lebih “ramah servis” kayak Nothing Ear atau Jabra Elite. Mereka nggak se-gimmick Apple, tapi minimal lo nggak ngerasa ditipu pas rusak.
Secara keseluruhan, AirPods Pro 3 ini kayak atlet Olimpiade: performa top, tapi maintenance-nya bikin pelatih pusing. Suara-nya emang juara, fitur adaptif-nya bikin lo fokus saat workout, tapi desain “sekali pakai” ini bikin kita mikir ulang soal loyalitas ke Apple. Apakah worth it bayar premium buat sesuatu yang gampang rusak? Gue sih bilang, tunggu review jangka panjang dulu. Kalau lo lagi mikir beli, pertimbangin juga opsi second-hand atau promo. Dan buat Apple? Come on, kasih kita sedikit harapan dong – minimal skor 1/10 lah!
kunjungi laman berita terkini di indonesiaartnews.or.id
Video teardown lengkapnya bisa lo tonton di YouTube iFixit. Siapa tau lo jadi yang pertama nemuin cara bongkar tanpa hancurin semuanya. Sampai jumpa di artikel tech selanjutnya, stay fit and gadget-savvy!









