Thursday, October 22, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Apple dan Google Cabut Aplikasi Pelacak Petugas Imigrasi, Bikin Heboh!

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
October 7, 2025
in Berita, Aplikasi
0
Apple dan Google Cabut Aplikasi Pelacak Petugas Imigrasi, Bikin Heboh!
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

olympic.or.id — kamu punya aplikasi di ponsel yang bisa kasih tahu kalau ada petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di sekitar tempat tinggalmu. Keren, kan? Tapi, tiba-tiba, boom! Apple dan Google menghapus aplikasi-aplikasi semacam itu dari toko aplikasi mereka. Apa yang sebenarnya terjadi? Yuk, kita kupas ceritanya!

Beberapa waktu lalu, tepatnya awal Oktober 2025, Apple dan Google kompak menghapus sejumlah aplikasi yang memungkinkan pengguna melaporkan keberadaan petugas ICE di lingkungan mereka. Salah satu yang jadi sorotan adalah aplikasi bernama ICEBlock, yang katanya bikin pemerintahan Donald Trump gerah. Menurut laporan dari Gizchina, langkah ini dilakukan setelah pemerintah AS mendesak Apple untuk mencabut ICEBlock dari App Store. Alasan mereka? Aplikasi ini dianggap membahayakan keselamatan petugas imigrasi. Serius, gitu?

Related posts

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

Table of Contents

Toggle
  • Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar
  • Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

October 21, 2026
Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

October 20, 2026

Namun, para pengembang aplikasi dan aktivis hak sipil nggak tinggal diam. Mereka bilang aplikasi seperti ICEBlock nggak dibuat untuk nyerang petugas, lho. Tujuannya cuma satu: bantu masyarakat, terutama komunitas imigran, buat tetap waspada terhadap operasi penegakan imigrasi yang sering datang tiba-tiba. “Ini bukan soal ngejar petugas, tapi soal bikin orang merasa aman,” kata Joshua Aaron, pengembang ICEBlock. Dia membandingkan aplikasinya dengan Waze atau Google Maps, di mana pengguna bisa lapor soal razia atau penutupan jalan. Jadi, kayak crowdsourcing informasi gitu, deh.

Tapi, pemerintah AS nggak main-main. Jaksa Agung AS saat itu, Pam Bondi, langsung nuduh ICEBlock membahayakan petugas dan mendesak Apple untuk bertindak cepat. Nggak butuh waktu lama, Apple langsung kirim notifikasi ke Joshua Aaron, bilang kalau aplikasinya melanggar kebijakan App Store. Alasannya? Katanya, aplikasi ini berbagi informasi pribadi atau lokasi individu, yang dilarang oleh aturan mereka. Nggak cuma ICEBlock, aplikasi serupa lainnya juga ikut kena sapu bersih. Google, nggak mau ketinggalan, ikut menghapus versi Android dari aplikasi-aplikasi ini.

Keputusan ini langsung bikin heboh. Banyak pegiat hak imigrasi dan pakar hukum digital geram. Kica Matos dari National Immigration Law Center nyeletuk, “Ini cuma bukti betapa gampangnya perusahaan teknologi ngelupain prinsip mereka kalau ditekan pemerintah.” Keren, kan, kata-katanya? Sementara itu, Alejandra Caraballo, pengacara dari Harvard Cyberlaw Clinic, nambahin kalau tindakan pemerintah yang ikut campur soal aplikasi mana yang boleh ada di internet bisa jadi ancaman buat kebebasan berekspresi. Dia bahkan nyinggung kasus serupa di 2019, saat Apple menghapus aplikasi yang dipakai demonstran Hong Kong untuk lacak pergerakan polisi. Déjà vu, nggak sih?

Pihak pemerintah AS ngotot kalau kekhawatiran mereka murni soal keselamatan. Mereka nyebut kasus penembakan di fasilitas ICE di Dallas sebagai contoh, di mana pelaku diketahui pernah nyari aplikasi pelacak ICE. Tapi, tunggu dulu—nggak ada bukti kuat kalau aplikasi seperti ICEBlock beneran dipakai dalam kasus itu. Jadi, apa ini cuma alasan buat nutup aplikasi yang bikin pemerintah nggak nyaman?

Dari sisi lain, aplikasi seperti ICEBlock ini emang punya tujuan mulia. Bayangin, buat komunitas imigran yang hidup dalam ketakutan akan deportasi, aplikasi ini kayak penyelamat. Mereka bisa tahu kapan harus waspada atau mungkin menghindari area tertentu. Joshua Aaron bilang, “Kami cuma ingin masyarakat punya informasi biar mereka bisa merasa lebih aman.” Tapi, ya gitu, niat baik nggak selalu diterima dengan baik.

Keputusan Apple dan Google ini juga bikin kita bertanya: seberapa besar kekuatan perusahaan teknologi dalam menentukan apa yang boleh dan nggak boleh ada di ponsel kita? Kalau pemerintah bisa dengan mudah “nyanyi” ke mereka buat hapus aplikasi, apa lagi yang bisa mereka kendalikan? Apalagi, ini bukan pertama kalinya. Kasus di Hong Kong tadi cuma salah satu contoh. Dan sekarang, dengan ICEBlock dan aplikasi serupa lenyap, banyak yang khawatir kebebasan informasi bakal makin tergerus.

Di sisi lain, pemerintah AS ngotot kalau mereka cuma melindungi petugas. Tapi, tanpa bukti konkret bahwa aplikasi ini beneran membahayakan, argumen mereka terasa lemah. Apalagi, aplikasi ini nggak beda jauh dari platform lain yang kita pakai sehari-hari, kayak Waze, yang juga mengandalkan laporan pengguna. Kalau Waze boleh lapor kemacetan atau razia polisi, kenapa aplikasi pelacak ICE nggak boleh?

Buat komunitas imigran, kehilangan aplikasi ini jelas bikin cemas. Tanpa alat bantu kayak gini, mereka harus cari cara lain buat tetap waspada. Dan buat kita semua, ini jadi pengingat kalau teknologi yang kita pakai setiap hari nggak selalu netral. Ada kepentingan besar di baliknya, baik dari perusahaan teknologi maupun pemerintah.

kunjungi laman berita terbaru di Exposenews.id

Jadi, apa pendapat kamu soal ini? Apakah Apple dan Google beneran salah ambil langkah, atau mereka cuma berusaha main aman di tengah tekanan pemerintah? Yang jelas, kasus ini nunjukin betapa peliknya hubungan antara teknologi, kebebasan berekspresi, dan kekuatan politik. Dan kayaknya, ini bukan akhir dari drama teknologi vs pemerintah. Kita tunggu aja kelanjutannya!

Tags: aplikasi pelacakapplegooglelacak
Previous Post

Rahasia Foto ‘Offside’ yang Bikin Feed Instagram Meledak!

Next Post

ChatGPT Guncang Dunia: 800 Juta Pengguna Mingguan!

Next Post
ChatGPT Guncang Dunia: 800 Juta Pengguna Mingguan!

ChatGPT Guncang Dunia: 800 Juta Pengguna Mingguan!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Diskon Meriah Steam Winter Sale 2025, Aneka Game Terbaru dan Klasik Dipotong Harga

Diskon Meriah Steam Winter Sale 2025, Aneka Game Terbaru dan Klasik Dipotong Harga

10 months ago
Memperkuat Ekosistem Lifestyle, Acer Luncurkan FreeSense Ring dan Jajaran Acer Luggage

UFS 5.0 Buatan Kioxia Mulai Diuji, Kecepatan Transfer Data Makin Ngebut

8 months ago
Rahasia Kamera Realme GT 8 Pro yang Bikin Ngiler!

Rahasia Kamera Realme GT 8 Pro yang Bikin Ngiler!

1 year ago
ByteDance Hantam OpenAI? Seedance 2.0 Rilis, Kualitas 2K Bikin Sora AI Kepanasan

ByteDance Hantam OpenAI? Seedance 2.0 Rilis, Kualitas 2K Bikin Sora AI Kepanasan

8 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xbox xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Smartband 400 Ribuan Terbaik? Xiaomi Redmi Band 4 Bawa Daya Tahan Baterai Tiga Minggu
  • Microsoft Hadirkan Fitur Pengawas Agen AI: Batasi Akses Otomatis Saat Risiko Meningkat
  • MacBook Pro Layar Sentuh Perdana Dikabarkan Usung Chip M5 dan Bodi Lebih Tipis

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Smartband 400 Ribuan Terbaik? Xiaomi Redmi Band 4 Bawa Daya Tahan Baterai Tiga Minggu

Smartband 400 Ribuan Terbaik? Xiaomi Redmi Band 4 Bawa Daya Tahan Baterai Tiga Minggu

October 22, 2026
Microsoft Hadirkan Fitur Pengawas Agen AI: Batasi Akses Otomatis Saat Risiko Meningkat

Microsoft Hadirkan Fitur Pengawas Agen AI: Batasi Akses Otomatis Saat Risiko Meningkat

October 22, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In