Olympic.or.id – Wah, bersiaplah para investor! Kabar gila datang dari perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk, SpaceX. Diam-diam, kabarnya mereka sudah mengajukan penawaran umum perdana saham alias IPO di bursa saham Amerika Serikat (AS). Gila banget, kan?
Nah, kabar panas ini mencuat setelah laporan dari Bloomberg dan The Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan bahwa SpaceX telah menyerahkan dokumen pendaftaran awal ke regulator pasar modal AS, yaitu Securities and Exchange Commission (SEC), sekitar pekan ini. Jadi, ini bukan sekadar isapan jempol belaka, gengs!
Langkah strategis ini, menurut para analis, akan membuka jalan lebar-lebar bagi SpaceX untuk melantai di bursa saham. Dan yang bikin heboh, valuasinya disebut-sebut bakal menembus angka yang sulit dibayangkan: 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp 29.000 triliun (dengan asumsi kurs 1 dollar AS = Rp16.900). Coba bayangkan, duit segitu bisa buat beli berapa pulau, ya?
Berdasarkan laporan di atas, IPO SpaceX ini—jika benar-benar terealisasi—berpotensi menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal global. Wow! Ini bukan rekor biasa, melainkan rekor yang bakal dikenang puluhan tahun ke depan.
Bloomberg bahkan memaparkan bahwa perusahaan milik Musk ini dapat menghimpun dana fantastis hingga 75 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.200 triliun). Sementara itu, WSJ menyebut target dana IPO berada di kisaran 40 miliar hingga 80 miliar dollar AS (sekitar Rp 670 triliun – Rp 1.350 triliun). Meski angkanya berbeda tipis, satu hal yang pasti: duit yang masuk bakal bikin kepala pusing tujuh keliling!
Yang lebih mencengangkan lagi, berapapun target dana IPO-nya nanti, kisaran angka ini akan jauh melampaui rekor IPO sebelumnya. Selama ini, rekor itu dipegang oleh perusahaan minyak dan gas milik Arab Saudi, Saudi Aramco, dengan nilai sekitar 29 miliar dollar AS (sekitar Rp 490 triliun) pada 2019. Nah, SpaceX siap menggeser tahta tersebut!
Para pengamat pasar juga memperkirakan bahwa IPO ini akan menjadi yang pertama dari gelombang “mega IPO” sektor teknologi pada 2026. Setelah SpaceX, giliran perusahaan kecerdasan buatan (AI) seperti OpenAI dan Anthropic yang kabarnya juga memiliki rencana serupa. Seru, ya, persaingan di pasar modal nanti!
Jadwal dan Strategi IPO: Kapan Kita Bisa Borong Saham?
Sekarang, mari kita bahas soal jadwal. Menurut laporan Bloomberg yang kredibel itu, SpaceX berpotensi melantai di bursa secepatnya pada Juni 2026. Tidak lama lagi, kan? Saat ini, perusahaan tersebut konon mulai melakukan tahap “testing the waters”. Apa itu? Ini adalah pertemuan awal dengan calon investor untuk memaparkan prospek bisnis dan mendukung target valuasi yang gila-gilaan tadi.
Menariknya, SpaceX disebut-sebut mempertimbangkan struktur saham dual-class. Dengan struktur ini, pihak internal seperti Elon Musk akan memiliki hak suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan perusahaan. Jadi, meskipun kita ikut beli saham, sang bos besar tetap memegang kendali penuh.
Ada kabar baik buat investor kecil, nih! IPO ini juga diperkirakan akan melibatkan investor ritel dalam jumlah besar. Pihak perusahaan bahkan mengalokasikan hingga 30 persen saham untuk investor individu. Artinya, kamu dan aku punya peluang buat ikutan memiliki potongan dari perusahaan roket paling canggih di dunia!
Nah, untuk menggarap IPO raksasa ini, SpaceX tidak main-main. Mereka bakal menggandeng sejumlah bank investasi global papan atas. Coba simak daftarnya: Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, Citigroup, serta Bank of America ikut dilibatkan. Untuk distribusi global, Barclays menangani wilayah Inggris. Sementara itu, Deutsche Bank dan UBS akan mengelola pasar Eropa. Di Asia, peran penting ini dipegang oleh Mizuho Financial Group. Mantap, kan, gengsinya?
Masih Banyak Misteri, Tapi Potensinya Gila-Gilaan
Meskipun disebut telah mengajukan dokumen IPO, detail seperti harga saham dan jumlah saham yang dilepas masih belum diungkap hingga saat ini. Informasi penting tersebut biasanya baru akan dipublikasikan setelah proses peninjauan oleh SEC selesai. Jadi, kita masih harus bersabar sedikit lagi.
Yang perlu dicatat, SpaceX sendiri hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait kabar IPO dari Bloomberg dan WSJ tersebut. Apakah mereka sengaja bungkam atau memang sedang mematangkan strategi? Kita tunggu saja kejutan selanjutnya!
Sebagaimana dirangkum dari Guardian, SpaceX saat ini berkembang menjadi pemain dominan di industri antariksa global dalam satu dekade terakhir. Dominasi ini tidak terbantahkan lagi. Perusahaan ini menjadi mitra utama badan antariksa nasional AS (NASA) dalam berbagai misi peluncuran roket. Setiap kali NASA mau meluncurkan sesuatu, SpaceX adalah andalan utamanya.
Selain itu, layanan internet satelit Starlink menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Pendapatan ini diperkirakan akan mendekati angka 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 330 triliun) pada 2026. Bayangkan, dari internet satelit saja sudah segitu banyaknya!
Yang terbaru, SpaceX juga memperluas bisnisnya ke sektor kecerdasan buatan dengan mengakuisisi xAI. Hasilnya, valuasi gabungan perusahaan mencapai sekitar 1,25 triliun dollar AS (sekitar Rp 21.100 triliun). Jadi, meskipun IPO-nya belum final, fondasi keuangannya sudah sangat kokoh.
Kesimpulannya, IPO SpaceX ini bukan sekadar kabar angin. Ini adalah ancaman serius bagi rekor-rekor lama dan pembuka babak baru di pasar modal global. Siapkan dana dari sekarang, karena kesempatan langka ini mungkin tidak akan terulang dua kali dalam seumur hidup kita!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








