olympic.or.id – Kalau dulu orang mikir pakai AI itu cuma buat perusahaan raksasa yang duitnya ngalir deras, sekarang siap-siap kaget. Country Leader AWS Indonesia, Gunawan Susanto, kemarin blak-blakan bilang bahwa harga layanan AI dan machine learning di cloud udah turun drastis—bahkan dia nyeletuk, “Sekarang prekdiksi AI itu kayak beli kacang goreng, murah meriah!”

Pernyataan itu dia sampaikan di acara AWS Cloud Day Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center, Rabu (3/12/2025). Di depan ribuan developer, startup founder, sampai mahasiswa yang hadir, Gunawan nunjukin slide yang bikin orang-orang langsung tepuk tangan: biaya inference (proses AI ngasih jawaban) untuk model-model besar sekarang bisa di bawah Rp10 per satu juta token. Buat yang awam, itu artinya: kamu bisa ngobrol sama AI canggih ribuan kali sehari cuma modal segelas kopi kekinian.

“Demokratisasi AI udah di depan mata banget,” kata Gunawan sambil senyum lebar. “Dulu tahun 2022-2023, satu juta token bisa nyampe ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Sekarang? “Bisa 95-98% lebih murah. Startup kecil, UMKM, bahkan mahasiswa bikin skripsi pake AI besar itu udah bukan mimpi lagi,” tambahnya.
Yang bikin heboh lagi, AWS baru saja umumkan bahwa layanan Bedrock (platform AI generatif mereka) sekarang punya tier gratis yang lebih royal ditambah diskon sampai 80% buat pelanggan baru di Asia Tenggara. Artinya, perusahaan Indonesia yang baru mau coba-coba bikin chatbot pintar, analisis gambar otomatis, atau bahkan bikin konten video pake AI, bisa mulai tanpa takut tagihan membengkak.
Salah satu contoh nyata yang dibagi di panggung adalah startup lokal di Bandung, WarungAI, yang bikin asisten virtual buat warung makan. Dulu mereka harus keluarin Rp45 juta/bulan buat server AI sendiri. Sekarang? Cuma Rp900 ribu per bulan pake AWS Bedrock. “Kami bisa kasih layanan ke 3.000 warung di Jawa Barat dengan harga langganan cuma Rp15 ribu per bulan per warung. Gila, kan?” cerita founder-nya, Andri, yang ikut jadi pembicara.
Bukan cuma murah, kecepatan juga naik gila-gilaan. Gunawan demo live: dia suruh AI bikin video 30 detik dari deskripsi teks dalam waktu 8 detik doang. Penonton langsung wow. “Ini yang namanya AI untuk semua lapisan, bukan cuma buat Big Tech,” tegasnya.
kunjungi laman berita eksklusif dong di Exposenews.id
Dampaknya ke Indonesia? Menurut Gunawan, ini peluang emas. “Kita punya 170 juta pengguna internet, talenta muda berlimpah, tapi selama ini terkendala biaya. Sekarang hambatan itu jebol. Saya prediksi dalam 2-3 tahun ke depan, kita bakal lihat ledakan startup AI buatan anak Indonesia yang go global.”
Beberapa poin penting yang dia tekankan:
- Harga AI generatif turun 30-50% tiap tahun sejak 2023
- Indonesia termasuk negara dengan penurunan harga cloud terbesar di Asia Pasifik
- Lebih dari 8.000 perusahaan Indonesia sudah pakai layanan AI AWS tahun ini, naik 300% dari tahun lalu
- 62% di antaranya adalah UMKM dan startup
Di sesi tanya jawab, ada mahasiswa yang nanya, “Pak, kapan AI bener-bener gratis total?” Gunawan ketawa ngakak. “Gratis total mungkin nggak akan pernah, karena listrik dan server tetep butuh duit. Tapi ‘hampir gratis’ buat kebutuhan sehari-hari? Dua tahun lagi kayaknya udah nyata banget.”
Selesai acara, antrean konsultasi gratis di booth AWS ngular sampe keluar hall. Banyak yang langsung daftar akun baru, pada rebutan kredit gratis $5.000 yang dibagi-bagi hari itu.
Intinya sih satu: era di mana cuma perusahaan gede yang bisa main AI udah selesai. Sekarang giliran anak muda, UMKM, bahkan emak-emak yang jualan online bisa bikin AI kerja buat mereka—dengan modal sego kucing.
Jadi, kamu nunggu apa lagi? Kacang gorengnya udah digoreng, tinggal comot.
Demokratisasi AI? Bukan lagi wacana. Udah mulai hari ini.









