Olympic.or.id – Xiaomi baru saja mengumumkan kabar mengejutkan lewat pengumuman resmi mereka. Mereka secara tegas mengonfirmasi daftar smartphone yang sudah memasuki masa pensiun alias End of Life (EOL). Dengan kata lain, perusahaan secara resmi menghentikan dukungan pembaruan perangkat lunak untuk beberapa model lawas. Mereka memutuskan untuk tidak lagi memberikan pembaruan sistem operasi Android, antarmuka HyperOS terbaru, hingga tambalan keamanan (patch) untuk ponsel-ponsel tersebut.
Apa Itu Status EOL dan Dampaknya?
Lantas, apa makna status EOL ini bagi pengguna? Sederhananya, Mereka secara resmi mengakhiri masa dukungan aktif untuk perangkat tersebut. Mereka tidak akan lagi merilis pembaruan sistem operasi Android maupun HyperOS versi terbaru. Selain itu, celah keamanan yang mungkin muncul di kemudian hari tidak akan mereka tutup melalui pembaruan rutin. Konsekuensinya, pengguna harus lebih waspada karena ponsel mulai rentan terhadap ancaman siber.
Xiaomi 12 Series: Flagship yang Mulai Pensiun
Jika merujuk pada pengumuman resmi yang beredar, fokus utama dari kebijakan ini tertuju pada jajaran flagship lawas, yakni Xiaomi 12 series. Mereka memulai masa pensiun dari trio ponsel yang dulu sempat mengguncang pasar. Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro memulai debutnya secara bersamaan pada 7 April 2022. Sementara itu, sang adik kandung, Xiaomi 12 Lite, baru menyusul beberapa bulan kemudian tepatnya pada 16 Juli 2022.
Kembali ke masa lalu, Xiaomi dulu menjanjikan jaminan pembaruan yang cukup kompetitif. Mereka berkomitmen memberikan pembaruan perangkat lunak untuk seri Xiaomi 12 selama empat tahun sejak tanggal rilis. Berdasarkan hitungan tersebut, tahun 2026 secara resmi menjadi tahun terakhir bagi ketiga ponsel ini untuk menerima belas kasihan berupa pembaruan sistem. Penggemar setia kini harus bersiap mengucapkan selamat tinggal pada dukungan penuh dari pabrikan.
Menariknya, tidak semua anggota keluarga ini bernasib sama soal update terakhir. Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro masih mendapat kesempatan emas untuk menjajal HyperOS 3.0 yang berbasis Android 15 sebelum akhirnya benar-benar pensiun. Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada Xiaomi 12 Lite. Mereka hanya akan kebagian pembaruan antarmuka hingga HyperOS 1.0 berbasis Android 14 saja. Artinya, versi antarmuka yang lebih baru tidak akan mereka rasakan.
Ada Tambahan dari Lini Redmi Note
Selain seri flagship tersebut, ternyata ada satu nama mengejutkan yang masuk daftar hitam EOL. Redmi Note 12 5G secara resmi juga menyandang status yang sama. Saat pertama kali meluncur dua tahun lalu, ponsel ini masih mengandalkan Android 12 sebagai sistem operasinya. Kini, setelah mendapatkan pembaruan bertahap, perangkat ini tercatat menjalankan Android 14 yang dilapisi dengan HyperOS 2.0 sebagai antarmuka terakhirnya.
Buat yang penasaran dan takut ketinggalan informasi, berikut ini empat HP Xiaomi yang sudah tidak akan kebagian update software selamanya, kami rangkum khusus dari laporan Gizmo China:
• Xiaomi 12
• Xiaomi 12 Pro
• Xiaomi 12 Lite
• Redmi Note 12 5G
Mengapa Kebijakan Ini Terbilang Wajar?
Jika melihat dari sudut pandang industri, sebenarnya penghentian pembaruan untuk sejumlah ponsel di atas terbilang cukup wajar dan sudah masuk akal. Usia mereka memang sudah nyaris menginjak empat tahun jika kita hitung dari peluncuran awal mereka di tahun 2022 lalu. Dulu, Xiaomi memang hanya memberikan jaminan pembaruan OS hingga tiga tahun saja, ditambah dengan pembaruan keamanan hingga empat tahun. Mereka konsisten menjalankan kebijakan tersebut.
Kondisi ini jelas berbeda jika kita bandingkan dengan sejumlah model HP Xiaomi terbaru yang hadir saat ini. Xiaomi kini menerapkan kebijakan yang lebih ramah pengguna. Mereka menjanjikan dukungan yang lebih panjang untuk produk-produk anyar. Bahkan, beberapa di antaranya dijanjikan akan kebagian update hingga lima tahun ke depan. Artinya, pembeli baru kini mendapatkan umur pemakaian software yang lebih panjang.
Apa Risiko Jika Tetap Memakai HP EOL?
Lantas, apakah ponsel yang masuk status EOL ini langsung mati total? Tenang, perangkat yang masuk status EOL sebenarnya tidak langsung berhenti berfungsi. Pengguna masih bisa melakukan panggilan telepon dengan lancar. Mereka juga masih dapat mengirim pesan, mengakses media sosial, hingga bermain game seperti biasa tanpa gangguan berarti.
Namun, pengguna harus memahami risiko terbesarnya ada pada faktor keamanan data. Tanpa adanya pembaruan patch keamanan terbaru dari pabrikan, perangkat menjadi lebih rentan terhadap celah keamanan (bug) dan serangan siber yang mungkin muncul. Para peretas biasanya memanfaatkan perangkat yang sudah tidak mendapatkan pembaruan sebagai target empuk.
Dalam jangka panjang, konsekuensi yang lebih nyata akan terasa pada aplikasi sensitif. Beberapa aplikasi penting seperti mobile banking atau dompet digital bisa menandai perangkat sebagai “tidak aman”. Sistem keamanan aplikasi tersebut kemudian akan secara otomatis membatasi akses pengguna. Hal ini tentu akan sangat merepotkan bagi aktivitas keuangan sehari-hari.
Oleh karena itu, pihak Xiaomi secara tidak langsung menyarankan langkah antisipasi. Pengguna HP Xiaomi yang masuk daftar EOL pada 2026 disarankan mulai mempertimbangkan untuk upgrade perangkat. Setidaknya, mereka harus mulai meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan aplikasi yang menyimpan data penting. Lebih baik waspada daripada menyesal di kemudian hari.
Dengan kata lain, meski ponsel masih bisa dinyalakan dan digunakan untuk aktivitas ringan, masa pakai perangkat tersebut sederhananya sudah habis dari sisi dukungan pabrikan. Ponsel boleh jadi tidak aman untuk dipakai sehari-hari, terutama jika digunakan untuk menyimpan data sensitif atau melakukan transaksi keuangan. Inilah saat yang tepat untuk mulai merencanakan pembelian ponsel baru.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









