Saturday, October 24, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Denda Rp 27 Triliun untuk Anthropic atas Penggunaan 500.000 Buku Tanpa Izi

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
July 25, 2026
in Berita
0
Denda Rp 27 Triliun untuk Anthropic atas Penggunaan 500.000 Buku Tanpa Izi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Anthropic, perusahaan AI asal Amerika Serikat, baru saja digebukin hukuman berat. Pengadilan memvonis mereka harus membayar denda fantastis mencapai 1,5 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, nilainya sekitar Rp 27 triliun!

Bisa kebayang nggak sih, angka sebanyak itu? Bisa buat bangun puluhan sekolah atau rumah sakit! Tapi kenapa kok bisa separah ini? Ternyata, Anthropic ketahuan memakai buku-buku bajakan untuk melatih model AI andalan mereka, Claude.

Related posts

Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect

Table of Contents

Toggle
    • Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect
    • Celah Kritis PHP2Shell Ditemukan, Jutaan Website di Seluruh Dunia Terancam Serangan Siber
  • Modus Operandi: Ngunduh Ratusan Ribu Buku dari Perpustakaan Digital Ilegal
  • Penulis dan Penerbit Naik Pitam, Langsung Gugat Balik
  • Proses Hukum yang Berliku, Fair Use Jadi Perdebatan
  • Kesepakatan Akhir: Denda dan Pemusnahan Buku Bajakan
  • Distribusi Kompensasi: Penulis Bisa Dapat Rp 53 Juta per Karya
  • Belum Kelar! Masih Ada Gugatan Lain Mengancam
  • Pelajaran Berharga buat Perusahaan AI Lainnya

Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect

October 24, 2026
Celah Kritis PHP2Shell Ditemukan, Jutaan Website di Seluruh Dunia Terancam Serangan Siber

Celah Kritis PHP2Shell Ditemukan, Jutaan Website di Seluruh Dunia Terancam Serangan Siber

October 24, 2026

Modus Operandi: Ngunduh Ratusan Ribu Buku dari Perpustakaan Digital Ilegal

Anthropic melakukan aksi nekat dengan mengunduh hampir 500.000 buku dari perpustakaan digital ilegal. Bayangin, setengah juta judul buku digondol begitu saja! Padahal, buku-buku tersebut seharusnya dilindungi hak ciptanya.

Nah, buku-buku curian ini kemudian dipakai sebagai bahan bakar data pelatihan AI. Tujuannya tentu saja agar Claude makin pinter. Si AI ini dituntut untuk bisa memahami bahasa, menjawab pertanyaan pengguna, hingga menghasilkan teks yang nyambung dengan konteks. Asyik sih kalau Claudenya makin canggih, tapi caranya nggak bener dong!

Penulis dan Penerbit Naik Pitam, Langsung Gugat Balik

Aksi Anthropic ini jelas bikin gerah para penulis dan penerbit. Mereka merasa karyanya diambil seenak jidat tanpa izin sedikit pun. Wajar banget kalau mereka marah. Akhirnya, pada 2024, tiga penulis bernama Andrea Bartz, Charles Graeber, dan Kirk Wallace Johnson maju sebagai ujung tombak gugatan.

Mereka melaporkan bahwa Anthropic telah mengunduh buku-buku karya mereka, plus ratusan ribu judul lain dari situs-situs penyedia buku bajakan macam Library Genesis dan Pirate Library Mirror. Gilanya lagi, selama proses persidangan, terungkap fakta mengejutkan. Ternyata Anthropic memiliki perpustakaan digital internal sendiri yang berisi lebih dari tujuh juta buku bajakan! Wah, ini udah kayak perpustakaan bawah tanah rahasia aja.

Proses Hukum yang Berliku, Fair Use Jadi Perdebatan

Kasus ini bergulir cukup lama, sekitar dua tahun lamanya. Sempat muncul perdebatan sengit mengenai apakah penggunaan buku berhak cipta untuk melatih AI termasuk fair use atau penggunaan wajar. Pada Juni 2025, Hakim Pengadilan Distrik AS William Alsup menyatakan bahwa prosesnya bersifat transformatif. Maksudnya, kegiatan itu menghasilkan fungsi baru, sehingga bisa dikategorikan sebagai fair use.

Tapi tunggu dulu! Hakim Alsup juga menegaskan bahwa masalahnya bukan cuma di situ. Cara Anthropic memperoleh data pelatihan tetap menjadi persoalan serius. Menurutnya, mengunduh dan menyimpan salinan buku bajakan secara permanen tetap merupakan pelanggaran hak cipta. Apapun alasannya, tetap aja salah kalau mengambil milik orang tanpa izin!

Kesepakatan Akhir: Denda dan Pemusnahan Buku Bajakan

Setelah melalui proses panjang, akhirnya perkara ini diselesaikan melalui kesepakatan. Hakim Pengadilan Distrik AS Araceli Martínez-Olguín akhirnya memberikan persetujuan final pada Juni 2026. Dengan begitu, Anthropic resmi terikat isi kesepakatan dan wajib menjalankan seluruh kewajibannya.

Apa saja isi kesepakatannya? Pertama, Anthropic diwajibkan membayar denda kepada para penulis dan penerbit yang terdampak. Totalnya memang 1,5 miliar dolar AS tadi. Kedua, perusahaan juga diminta memusnahkan seluruh salinan buku bajakan yang tercakup dalam perkara ini. Jadi, buku-buku hasil colongan itu harus dimusnahkan, nggak boleh disimpan lagi.

Distribusi Kompensasi: Penulis Bisa Dapat Rp 53 Juta per Karya

Yang menarik, lebih dari 91 persen penulis dan penerbit yang berhak menerima kompensasi ternyata sudah mengajukan klaim kepada Anthropic. Kabar baiknya, besaran kompensasi yang bakal diterima diperkirakan mencapai 3.000 dolar AS per karya. Dalam rupiah, nilainya sekitar Rp 53,7 jutaan!

Tentu saja nilai itu sebelum dipotong biaya hukum, administrasi, dan lain-lain. Namun setidaknya, ini menjadi angin segar bagi para kreator yang karyanya dirampas. Lumayan banget kan bisa dapat uang segitu dari satu buku?

Belum Kelar! Masih Ada Gugatan Lain Mengancam

Tenang dulu, jangan senang dulu kalau mikir kasus ini selesai begitu aja. Faktanya, persoalan hukum Anthropic dinilai belum sepenuhnya berakhir. Kok bisa? Ternyata ada sejumlah penulis dan penerbit yang memilih tidak ikut dalam penyelesaian kesepakatan tersebut. Mereka malah mengajukan gugatan secara terpisah.

Artinya, meski sudah bayar 1,5 miliar dolar AS, Anthropic masih belum bebas dari jeratan hukum. Masih ada sengketa hak cipta lain yang mengintai. Belum lagi, mereka juga masih menghadapi gugatan tambahan senilai 3 miliar dolar AS. Kali ini dari sejumlah penerbit musik besar. Mereka menuduh Anthropic menggunakan lebih dari 20.000 lagu dan karya berhak cipta lainnya untuk melatih Claude. Lagi-lagi tanpa izin!

Pelajaran Berharga buat Perusahaan AI Lainnya

Kasus besar ini jelas menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku industri kecerdasan buatan. Nggak bisa main-main dengan hak cipta, sekalipun tujuannya untuk mengembangkan teknologi canggih. Anthropic sudah merasakan getahnya, denda selangit dan reputasi tercoreng.

Ke depannya, perusahaan AI harus lebih berhati-hati dalam mengoleksi data pelatihan. Jangan sampai tergoda mengambil jalan pintas dengan membajak karya orang lain. Selain merugikan kreator, praktik seperti ini juga bisa menghancurkan kepercayaan publik terhadap teknologi AI itu sendiri. Semoga kasus Anthropic ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Anthropic
Previous Post

Garmin Cirqa Resmi Meluncur, Smartband Tanpa Layar yang Bisa Dipakai di Lengan

Next Post

Tak Cuma Ponsel Lipat, Samsung Juga Luncurkan Kacamata Pintar Galaxy Glasses di Unpacked 2026

Next Post
Denda Rp 27 Triliun untuk Anthropic atas Penggunaan 500.000 Buku Tanpa Izi

Tak Cuma Ponsel Lipat, Samsung Juga Luncurkan Kacamata Pintar Galaxy Glasses di Unpacked 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Kolaborasi Trio Raksasa: Broadcom, Google, dan Anthropic Siap Produksi Chip AI Generasi Baru

Peran Krusial Teknologi CSEL dalam Penyelamatan Awak F-15 AS yang Jatuh di Iran

7 months ago
5 Fitur AI Andalan di Galaxy Z Fold7 & Flip7 yang Bikin HP Lain Iri!

5 Fitur AI Andalan di Galaxy Z Fold7 & Flip7 yang Bikin HP Lain Iri!

1 year ago
Case iPhone 17 yang Wajib Kamu Coba!

Case iPhone 17 yang Wajib Kamu Coba!

1 year ago
Cara Top Up FF Murah dan Mudah, Simak Langkah-Langkahnya!

Cara Top Up FF Murah dan Mudah, Simak Langkah-Langkahnya!

1 year ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nubia nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Honor Win Pad Debut di China: Tablet Gaming OLED 240 Hz Berbaterai 10.000 mAh
  • Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect
  • Celah Kritis PHP2Shell Ditemukan, Jutaan Website di Seluruh Dunia Terancam Serangan Siber

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Honor Win Pad Debut di China: Tablet Gaming OLED 240 Hz Berbaterai 10.000 mAh

Honor Win Pad Debut di China: Tablet Gaming OLED 240 Hz Berbaterai 10.000 mAh

October 24, 2026
Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect

Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect

October 24, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In