Olympic.or.id – Kabar menggembirakan datang dari industri kecerdasan buatan Tanah Air! Perusahaan infrastruktur AI ternama, Firmus, baru saja mengumumkan perolehan suntikan dana segar yang fantastis mencapai USD 2 miliar atau setara dengan Rp32,6 triliun. Bayangkan, dana sebesar itu langsung mengalir deras untuk mengakselerasi pembangunan pabrik AI di Australia dan kawasan Asia Pasifik, dengan proyek pusat data AI raksasa di Batam, Indonesia, menjadi salah satu prioritas utama mereka!
Deretan Raksasa Global Bergabung, Valuasi Firmus Melejit Dua Kali Lipat!
Putaran pendanaan terbaru ini tentu saja menarik perhatian para pemain besar di industri teknologi. Nvidia dan Coatue Management kembali menunjukkan komitmennya dengan turut serta dalam putaran pendanaan kali ini. Tidak ketinggalan, Blackstone melalui sejumlah dana kelolaannya serta Jane Street juga ikut meramaikan sebagai investor. Kehadiran para raksasa finansial ini seakan menjadi “tamparan” manis yang menegaskan bahwa proyek AI di Batam memiliki potensi luar biasa di mata dunia.
Dengan suntikan modal jumbo tersebut, valuasi Firmus langsung melonjak drastis menjadi lebih dari USD 10,5 miliar! Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan valuasi perusahaan yang “hanya” sekitar USD 5,5 miliar pada April 2026 lalu. Ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan investor terhadap visi dan kemampuan Firmus dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur AI berskala besar.
Co-CEO Firmus, Oliver Curtis, dengan penuh antusias menyatakan bahwa suntikan modal baru ini akan menjadi katalis penting bagi perusahaan untuk mempercepat proyek AI factory yang tengah mereka garap. “Kami akan terus bergerak dengan kecepatan yang sama, dan pendanaan ini memungkinkan kami mempercepat proyek di Australia serta langkah awal kami di Indonesia,” ujar Curtis dengan percaya diri saat dikutip dari Reuters pada Minggu (9/8/2026). Pernyataan ini seakan menjadi “sinyal kuat” bahwa Indonesia, khususnya Batam, akan menjadi pusat perhatian dalam peta persaingan AI global.
170.000 GPU Nvidia Canggih Siap Berjejer di Batam, Teknologi Pendingin Cair Jadi Andalan!
Firmus sebelumnya telah mengumumkan rencana ambisius untuk membangun kampus AI factory berkapasitas 360 MW di Batam. Proyek ini bukanlah proyek biasa! Mereka akan menggunakan infrastruktur Nvidia dan dirancang untuk menampung hingga 170.000 akselerator AI. Jumlah yang sangat besar ini diprediksi akan menjadikan Batam sebagai salah satu ekosistem AI paling padat teknologi di kawasan Asia Pasifik.
Dalam proyek ambisius ini, Firmus akan menggunakan GPU dan akselerator Nvidia dari berbagai platform canggih, mulai dari Grace-Blackwell, Vera-Rubin, hingga Vera yang akan ditempatkan secara bertahap sepanjang tahun 2027 dan 2028. Bayangkan, teknologi-teknologi mutakhir ini akan berjejer rapi di Batam, siap mendukung berbagai kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks. Skala proyek ini sungguh luar biasa, sehingga fasilitas Batam diproyeksikan menjadi salah satu proyek infrastruktur AI terbesar di kawasan Asia Pasifik, bahkan mungkin di dunia!
Keunggulan lain dari proyek ini terletak pada pendekatan teknologi yang digunakan. Firmus akan menggabungkan platform AI factory Nvidia DSX dengan arsitektur HyperCube miliknya yang menggunakan sistem pendingin cair. Pendekatan ini dirancang secara khusus untuk menjalankan komputasi AI dalam skala besar dengan efisiensi energi yang lebih tinggi. Ini adalah langkah cerdas mengingat isu efisiensi energi menjadi perhatian utama dalam pengembangan pusat data modern.
Batam Jadi Primadona Baru Investasi AI, Kerja Sama dengan Dayone Buka Peluang Kontrak Fantastis!
Proyek di Batam ini sendiri dikembangkan bersama perusahaan infrastruktur digital berbasis di Singapura, DayOne. Kerja sama ini menunjukkan sinergi yang kuat antara perusahaan teknologi regional untuk menciptakan ekosistem AI yang terintegrasi. Kapasitas awal dari proyek ini ditargetkan mulai tersedia pada kuartal pertama 2027, dan semua pihak optimis target ini dapat tercapai tepat waktu.
Firmus memperkirakan bahwa kerja sama ini berpotensi menghasilkan kontrak penggunaan kapasitas atau committed offtake senilai USD 25 miliar hingga USD 30 miliar dalam enam tahun pertama. Nilai kontrak yang fantastis ini menjadi bukti bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI akan terus melonjak seiring dengan adopsi teknologi AI yang semakin meluas di berbagai sektor.
Masuknya tambahan modal ini secara signifikan memperkuat rencana Firmus untuk memperluas jaringan infrastruktur AI di Asia Pasifik. Indonesia menjadi salah satu pasar pertama yang dibidik di luar Australia, dan pilihan ini bukan tanpa alasan. Lokasi Batam dinilai sangat strategis karena berdekatan dengan Singapura, salah satu pusat data terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, Batam juga memiliki akses ke jaringan kabel bawah laut dan kawasan industri yang mendukung. Semua faktor ini menjadikan Batam sebagai lokasi ideal untuk pusat data AI kelas dunia.
Proyek Firmus ini menambah panjang daftar investasi infrastruktur AI berskala besar yang masuk ke Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah perusahaan global mulai mengumumkan pembangunan pusat data dan infrastruktur komputasi AI di Tanah Air. Hal ini menandakan bahwa Indonesia mulai dilirik sebagai destinasi utama investasi teknologi tinggi. Kebutuhan GPU untuk melatih dan menjalankan model AI diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya perusahaan, startup, dan pemerintah yang mengadopsi teknologi AI.
Meskipun Nvidia ikut menanamkan modal ke Firmus, penting untuk dicatat bahwa fasilitas Batam ini bukan merupakan pusat data milik Nvidia. Firmus menjadi pengembang dan operator infrastruktur tersebut dengan memanfaatkan teknologi serta akselerator AI Nvidia. Peran Nvidia di sini lebih sebagai mitra teknologi dan investor strategis, bukan sebagai pemilik langsung proyek. Kolaborasi seperti ini justru menjadi model bisnis yang umum dalam pengembangan infrastruktur teknologi skala besar.
Dengan semua perkembangan positif ini, masa depan AI di Indonesia tampak semakin cerah. Investasi jumbo dari Firmus dan para investor global ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga akan membuka peluang kerja baru dan transfer teknologi yang sangat berharga bagi sumber daya manusia lokal. Kita patut optimis bahwa Batam akan segera menjadi salah satu ikon baru dalam peta AI dunia.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









