Olympic.or.id – Wah, pecinta musik dan podcast, bersiaplah terkejut! Layanan streaming kebanggaan banyak orang, Spotify, baru saja secara resmi meluncurkan aplikasi desktop terbaru yang dinamai Studio. Lalu, apa yang membuat aplikasi ini begitu spesial? Tentu saja karena ia dikembangkan oleh tim kecerdasan buatan (AI) andalan Spotify yang disebut Spotify Labs. Yang lebih mencengangkan lagi, aplikasi canggih ini memungkinkan Anda untuk membuat podcast secara otomatis berbasis AI, lho! Sumbernya pun tidak main-main, yaitu berasal dari berbagai informasi pribadi pengguna itu sendiri.

Hadirnya Studio ini secara langsung memposisikan diri sebagai pesaing berat Google NotebookLM. Nah, bagi yang belum tahu, NotebookLM adalah layanan AI dari Google yang sudah cukup populer sebelumnya. Layanan tersebut terkenal hebat karena sanggup menghasilkan podcast virtual hanya dari dokumen dan materi tertentu yang Anda berikan. Tapi tunggu dulu, karena Spotify membawa permainan yang berbeda.
Bedanya Bos! Tidak seperti aplikasi Spotify biasa yang sering Anda buka sehari-hari, Studio dirancang sebagai aplikasi terpisah (standalone). Artinya, Anda harus mengunduhnya secara khusus. Fokus utama aplikasi ini pun sangat unik, yaitu menghadirkan pengalaman audio personal yang digerakkan oleh kecerdasan buatan. Spotify pun dengan percaya diri mengklaim bahwa Studio memiliki kemampuan luar biasa untuk memahami selera unik penggunanya di platform Spotify. Mulai dari lagu-lagu favorit yang sering diputar, podcast yang rutin didengarkan, hingga audiobook yang menemani aktivitas sehari-hari. Semua data itu akan diolah secara maksimal.
Proses kerjanya seperti apa? Pertama, AI pintar tersebut akan memadukan preferensi pribadi Anda dengan informasi terkini yang diperoleh dari penelusuran internet. Kemudian, dari hasil perpaduan itu, AI langsung menyusun konten audio yang jauh lebih personal dan relevan. Namun, jangan kaget dulu! Spotify menyebutkan bahwa Studio juga dapat terhubung ke berbagai layanan eksternal, seperti kalender harian Anda, e-mail yang sering dibuka, hingga catatan pribadi di ponsel. Semua koneksi ini bertujuan membantu menyusun audio briefing harian yang super relevan. Meskipun terdengar mengintimidasi, Spotify tetap menjunjung tinggi privasi. Mereka menegaskan bahwa akses terhadap data-data sensitif tersebut tetap mengikuti izin atau persetujuan (consent) dari pengguna terlebih dahulu. Jadi, Anda yang memegang kendali penuh.
Fitur Agen AI yang Membantu Segala Urusan!
Selain kemampuan di atas, Spotify juga menyematkan agen AI yang sangat canggih di dalam Studio. Agen pintar ini bisa melakukan berbagai tugas kompleks, seperti menjelajahi web secara mandiri, meneliti topik tertentu yang Anda minta, mengatur informasi yang berserakan, hingga membantu menyelesaikan tugas-tugas yang sedang Anda kerjakan. Biar lebih kebayang, simak contoh nyata berikut: Anda bisa memberi perintah suara atau tulisan seperti, “Buatkan audio briefing untuk rencana liburanku ke Bali minggu depan!” Kemudian, dalam hitungan detik, AI akan langsung meracik sebuah ringkasan audio yang lengkap. Isinya mencakup agenda harian yang diambil dari kalender pribadi Anda, rekomendasi restoran terlezat di sekitar lokasi tujuan, hingga saran podcast seru yang cocok menemani perjalanan panjang. Praktis, bukan?
Bikin Playlist dan Podcast Pribadi, Bisa Banget!
Tidak hanya unggul dalam pembuatan audio briefing, Studio juga disebut-sebut memiliki kemampuan keren lainnya. Misalnya, ia dapat membuat playlist otomatis yang cocok untuk perjalanan jauh. Anda tidak perlu repot memilih lagu satu per satu lagi. Lebih dari itu, Studio juga mampu menghasilkan podcast singkat yang didesain khusus untuk membantu Anda mempelajari suatu topik tertentu dengan cepat. Spotify pun menekankan bahwa pengalaman berinteraksi dengan AI di dalam Studio sengaja dibuat lebih percakapan (conversational).
Artinya, Anda bisa ngobrol dan memerintahnya seperti sedang bicara dengan asisten pribadi. Hasil apa pun yang diberikan oleh AI juga bisa terus Anda sempurnakan sesuai permintaan. Misalnya, jika merasa nada suara si pembawa podcast terlalu formal, Anda bisa memintanya mengubah nuansa audio menjadi lebih santai. Atau, jika topik yang dihasilkan kurang cocok, Anda dapat mengarahkannya ke topik lain agar lebih relevan dengan situasi terkini.
Hasil Podcast AI Langsung Tersimpan di Library Spotify!
Spotify menjelaskan lebih lanjut bahwa semua podcast dan konten audio hasil produksi AI yang diproses di dalam Studio akan langsung tersimpan otomatis di library Spotify pengguna. Jadi, hasil karya AI tersebut akan berdampingan rapi dengan koleksi musik, podcast, dan audiobook Anda yang sudah ada sebelumnya. Yang menarik, konten-konten tersebut juga bisa diakses secara lintas perangkat. Contohnya, Anda bisa memutarnya lewat speaker pintar di rumah saat bersantai, mendengarkannya di perjalanan menggunakan ponsel, atau menggunakannya sebagai briefing singkat di malam hari sebelum tidur. Namun, ada satu hal penting yang harus Anda ingat baik-baik: Spotify menegaskan bahwa seluruh podcast bikinan AI di Studio bersifat privat. Artinya, konten tersebut tidak akan tersedia untuk publik atau pengguna lain. Hanya Anda sendiri yang bisa mendengarkannya.
Masih Tahap Awal, Perlu Kesabaran
Meskipun terlihat menjanjikan, Spotify mengingatkan bahwa aplikasi Studio saat ini masih dalam tahap “Research Preview” atau uji coba awal. Jadi, baru tersedia untuk pengguna terbatas yang berusia minimal 18 tahun dan hanya bisa diakses dari lebih dari 20 negara saja. Jangan lupa, Spotify juga memberi peringatan penting bahwa AI di aplikasi ini masih dapat menghasilkan informasi yang salah atau bertindak di luar dugaan. Oleh karena itu, para pengguna tetap diminta untuk memeriksa dan mengecek ulang semua hasil yang dibuat oleh AI sebelum benar-benar digunakan. Kesalahan informasi tetap bisa terjadi.
Peluncuran Studio ini secara jelas memperlihatkan ambisi besar Spotify untuk terus memperluas bisnisnya di bidang audio berbasis AI. Sebelumnya, Spotify memang sempat merilis alat command-line yang ditujukan untuk pengguna platform coding seperti Claude Code dan Codex. Alat itu memungkinkan mereka membuat podcast pribadi lalu menyimpannya ke akun Spotify.
Kini, fitur serupa telah diperluas dengan kehadiran aplikasi desktop. Hasilnya, para pengguna umum yang tidak memiliki kemampuan pemrograman pun bisa memakainya dengan mudah. Konsep podcast AI sendiri sebenarnya mulai populer setelah NotebookLM milik Google menghadirkan fitur pembuatan podcast otomatis dari dokumen pilihan pengguna beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, format audio briefing berbasis AI mulai diadopsi oleh berbagai perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Adobe dan ElevenLabs. Semua informasi ini telah dirangkum secara mendalam dari laporan TechCrunch.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









