Olympic.or.id – Google memperluas fitur Personal Intelligence ke mesin pencarian Search, Kamis (22/1/2026) waktu Amerika Serikat. Fitur ini pekan lalu debut di aplikasi asisten kecerdasan buatan (AI) Gemini. Di Google Search, fitur Personal Intelligence tersedia lewat AI Mode. Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan Search ke aplikasi Google lainnya seperti Gmail, Photos, hingga YouTube. Dengan begitu, ketika pengguna menelusuri atau bertanya sesuatu di Search menggunakan AI Mode, respons yang diberikan mesin pencari ini, bisa lebih personal. Artinya, Google seolah tahu apa yang sedang kita cari, didasarkan pada personalisasi pengguna. “Personal Intelligence mengubah Search menjadi pengalaman yang terasa unik bagi Anda dengan menghubungkannya ke seluruh aplikasi Google Anda,” kata Robby Stein, VP Product Google Search, dikutip dari blog resmi Google, Jumat (23/1/2026).
Dari Sepatu Sampai Liburan: Rekomendasi yang Mirip “Baca Pikiran”
Menurut Stein, hasil penelusuran Search yang didukung Personal Intelligence tidak hanya sesuai dengan minat pengguna, tetapi juga terintegrasi mulus ke kehidupannya. Hasil itu bisa didapatkan tanpa perlu menjelaskan preferensi secara spesifik. Contohnya, ketika Stein mencari sepasang sepatu kets baru. AI Mode memberikan rekomendasi sepatu berdasarkan merek yang belum lama dia beli, tetapi dengan model yang berbeda. Rekomendasi itu dinilai tepat bagi Stein karena sesuai dengan keinginannya, sehingga dia langsung melakukan pembelian. Skenario lainnya ketika pengguna mencari kegiatan serta restoran yang pas untuk dinikmati semua anggota keluarga jelang liburan.
Baca Juga: Langkah Historis Korea Selatan, UU AI Komprehensif Pertama di Dunia Resmi Berlaku
Personal Intelligence bisa merujuk pada pemesanan hotel lewat Gmail, serta kenangan perjalanan di Google Photos, untuk memberikan rekomendasi perjalanan yang cocok bagi semua anggota. Hasilnya, Search merekomendasikan wisata ke museum interaktif yang cocok untuk anak-anak atau berkunjung ke kedai es krim jadul, mengacu pada banyaknya swafoto pengguna tengah menyantap es krim.
Asisten Belanja Pribadi yang Tahu Selera dan Jadwalmu
Stein juga sesumbar bahwa Personal Intelligence bisa membantu pengguna berbelanja karena AI Mode akan mempertimbangkan jenis item yang dibeli dan tempat belanja. “Jika perlu mantel baru untuk trip mendatang, AI Mode bisa otomatis mempertimbangkan merek yang Anda sukai, serta konfirmasi penerbangan di Gmail untuk mengidentifikasi tujuan serta waktu keberangkatan. Anda akan mendapatkan saran mantel yang tahan angin dan serbaguna, sesuai dengan cuaca dan gaya Anda,” jelas Stein. Dengan kata lain, fitur ini bertindak layaknya asisten pribadi yang mengingat semua selera, kebiasaan, dan komitmen pengguna, lalu mengolahnya menjadi saran yang sangat kontekstual dan siap pakai.
Kendali Penuh di Tangan Pengguna, Tapi Aksesnya Masih Terbatas
Seperti di Gemini, fitur Personal Intelligence di AI Mode Google Search bersifat opsional dan dapat dimatikan kapan saja. Pengguna tetap memegang kendali penuh atas seberapa dalam mereka mengizinkan integrasi data ini terjadi. Namun, untuk bisa merasakan kehebatan fitur ini, pengguna harus bersabar. Untuk saat ini, fitur itu tersedia untuk sejumlah pengguna Google AI Pro dan AI Ultra di Amerika Serikat. Namun fitur ini terbatas untuk akun Google pribadi, bukan pengguna Workspace bisnis, perusahaan atau edukasi. Batasan ini menunjukkan bahwa Google masih dalam fase pengujian yang ketat sebelum nantinya diluncurkan secara lebih luas.
Baca Juga: Langkah Tegas Atasi Penipuan, Pemerintah Wajibkan Verifikasi Wajah dan Batasi Jumlah Kartu SIM
Kapan Bisa Dinikmati Pengguna di Indonesia?
Belum diketahui kapan fitur Personal Intelligence diperluas ketersediannya di luar AS termasuk Indonesia. Kita tunggu saja. Ekspansi fitur semacam ini biasanya melalui proses bertahap, menunggu stabilitas sistem dan penyesuaian dengan regulasi lokal. Meski demikian, pengumuman ini memberikan gambaran jelas tentang masa depan mesin pencari yang bukan lagi sekadar alat mencari, tetapi menjadi mitra digital yang sangat personal. Jadi, bersiaplah untuk menyambut era di mana Google Search tidak hanya menjawab pertanyaanmu, tetapi juga benar-benar memahami konteks hidupmu.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










