olympic.or.id — Industri game di Indonesia lagi naik daun, bro! Di tengah gelaran Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Badung, Bali, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, nge-spill fakta menarik: game bertema naratif lagi jadi primadona di kalangan gamer Tanah Air. Bukan cuma soal main, tapi cerita-cerita lokal yang kental bikin game ini makin digemari. Apa sih rahasianya? Yuk, kita kupas tuntas!
Naratif Jadi Raja di Hati Gamer Indonesia

Menurut Shafiq, game naratif—alias game yang punya cerita kuat—lagi nge-hits banget. Apalagi yang bergenre horor, duh, kayaknya orang Indonesia emang doyan banget sama yang bikin merinding! “Naratif itu jadi salah satu genre yang paling diminati. Naratif itu terbagi berbagai macam, salah satunya ada naratif horor yang diminati juga,” ujar Shafiq di sela-sela IGDX 2025, Sabtu (11/10).
Apa yang bikin game naratif ini spesial? Cerita lokal, bro! Pengembang Indonesia lagi gencar ngangkat kisah-kisah khas Nusantara, dari urban legend sampai cerita mistis yang bikin bulu kuduk berdiri. Bayangin main game dengan latar hutan angker di Jawa atau rumah tua berhantu di Bali—serem tapi nagih! Kekayaan budaya dan cerita rakyat ini jadi bahan bakar buat pengembang lokal untuk bikin game yang nggak cuma seru, tapi juga punya jiwa Indonesia banget.
Game Premium PC dan Konsol Lagi Ngetren
Bukan cuma gamer yang ketagihan, para pengembang lokal juga lagi fokus ke game premium untuk platform PC dan konsol. Shafiq bilang, pasar game premium ini lagi jadi “leading” di kalangan developer Indonesia. “Banyak sekali pengembang kita yang membuat game untuk pasar premium. Genre game-nya kalau dilihat di sini itu kebanyakan memang naratif,” tambahnya.
Kenapa PC dan konsol? Selain karena kualitas grafis dan gameplay yang lebih ciamik, pasar ini juga punya potensi besar di kancah global. Developer lokal nggak cuma main di pasar domestik, tapi juga berani bersaing di level internasional. Game naratif dengan sentuhan lokal ini ternyata nggak cuma laku di Indonesia, tapi juga dilirik gamer dari luar negeri. Keren, kan?
Industri Game Indonesia: Mesin Ekonomi Kreatif
Bukan cuma soal hype, industri game di Indonesia juga punya dampak ekonomi yang nggak main-main. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, nyeletuk kalau industri game nyumbang Rp71 triliun per tahun buat perekonomian nasional. Angka ini didukung oleh lebih dari 2.000 pengembang dan penerbit aktif yang tersebar di berbagai daerah. Dari Sabang sampai Merauke, talenta-talenta game developer Indonesia lagi pada unjuk gigi!
Meutya juga bilang, Indonesia sekarang duduk manis di posisi keempat dunia dengan 154 juta gamer. Itu artinya, sekitar 40 persen dari total gamer di Asia Tenggara ada di Indonesia. “Angka ini menunjukkan posisi Indonesia bukan hanya sebagai pasar besar, tetapi juga sebagai produsen konten digital yang tumbuh pesat,” ujar Meutya. Bukan cuma pasar, Indonesia juga jadi pusat kreativitas digital yang bikin dunia melirik.
Gotong Royong Bikin Ekosistem Digital Makin Kuat
Keberhasilan industri game Indonesia nggak lepas dari semangat gotong royong. Mulai dari developer, publisher, sampai komunitas gamer, semua saling dukung untuk bikin ekosistem digital yang solid. Acara seperti IGDX 2025 jadi bukti nyata kolaborasi ini. Di sini, para pengembang bisa tukar ide, belajar dari expert, dan bahkan nge-pitch karya mereka ke investor. Hasilnya? Game-game lokal makin berkualitas dan siap go global.
Nggak cuma itu, pemerintah juga lagi gencar dukung industri ini. Kementerian Komunikasi dan Digital, misalnya, terus dorong pengembangan talenta digital dan adopsi teknologi baru kayak AI buat bikin game yang lebih inovatif. Bahkan, AGI juga usul pendekatan berbasis edukasi biar industri game makin sustainable, termasuk soal regulasi yang nggak bikin pengembang pusing.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski lagi di puncak, industri game Indonesia nggak luput dari tantangan. Salah satunya soal stigma negatif tentang game, yang kadang dianggap cuma buang waktu. Nah, di sinilah peran AGI buat edukasi masyarakat dan pemerintah, bahwa game nggak cuma hiburan, tapi juga ladang ekonomi dan kreativitas. “Kita usulkan pendekatan berdasar edukasi untuk pelarangan game,” kata Shafiq, menyinggung isu regulasi yang kadang bikin developer lokal kerepotan.
Buat pengembang pemula, Shafiq juga kasih semangat: “Jangan takut buat rilis produk kalian!” Menurutnya, sekarang adalah waktu yang tepat buat developer baru unjuk gigi, apalagi dengan dukungan komunitas dan event seperti IGDX. Dengan pasar yang terus tumbuh dan teknologi yang makin canggih, peluang buat bikin game keren yang mendunia itu terbuka lebar.
kunjungi laman berita terbaru di Exposenews.id
Dengan 154 juta gamer dan ribuan pengembang berbakat, Indonesia nggak cuma jadi pasar game terbesar di Asia Tenggara, tapi juga calon powerhouse di industri game global. Game naratif dengan cita rasa lokal, ditambah semangat kolaborasi dan dukungan teknologi, bikin Indonesia punya modal kuat buat bersaing. Dari cerita horor nenek lampir sampai petualangan epik di pulau-pulau Nusantara, game lokal Indonesia lagi siap bikin dunia takjub.
Jadi, buat kalian yang suka main game atau bahkan pengen coba bikin game sendiri, saatnya ikut nyemplung di dunia ini. Industri game Indonesia lagi on fire, dan siapa tahu, karya kalian bisa jadi yang berikutnya bikin gamer di seluruh dunia ketagihan. Yuk, dukung game lokal, dan bikin Indonesia makin bersinar di kancah global!










