olympic.or.id – Google akhirnya secara resmi meluncurkan chipset flagship terbaru mereka, yaitu Tensor G5. Chip mutakhir ini langsung menjadi jantung bagi seluruh lini Pixel 10 Series, yang mencakup Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, dan Pixel 10 Pro Fold.
Selanjutnya, Google memperkenalkan Tensor G5 ini dalam acara tahunan “Made by Google” pada Rabu (20/8/2025) pagi waktu AS, atau bertepatan dengan Kamis (21/8/2025) dini hari WIB.
Perlu diketahui, Tensor G5 menjadi chip pertama Google yang diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Sebelumnya, deretan chip Tensor dari G1 hingga G4 untuk seri Pixel selalu ditangani oleh Samsung.
Namun, Google sengaja tidak membeberkan spesifikasi teknis chip ini secara detail. Meski demikian, mereka mengonfirmasi bahwa chipset ini menggunakan fabrikasi 3 nanometer (nm) dan tentunya menjanjikan efisiensi daya yang jauh lebih unggul.

Sebagai contoh, Google dengan percaya diri mengklaim bahwa Pixel 10 dapat bertahan hingga sekitar 30 jam dalam pemakaian normal berkat Tensor G5. Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya yaitu Pixel 9 dengan Tensor G4, hanya mampu bertahan sekitar 24 jam.
Selain membuat ponsel lebih awet, Tensor G5 juga disebut-sebut memiliki peningkatan drastis dalam kinerja kecerdasan buatan (AI). Peningkatan ini terutama berkat pembaruan signifikan pada komponen Unit Pemrosesan Tensor (TPU).

Bahkan, Google sekarang menyatakan bahwa TPU di Tensor G5 60 persen lebih bertenaga dibandingkan Tensor G4. Mereka juga mengklaim model AI Gemini Nano dapat berjalan 2,6 kali lebih cepat di atas Tensor G5.
Kemudian, kinerja AI yang mumpuni ini juga didukung oleh arsitektur sistem baru yang disebut “Matryoshka Transformer”. Berkat arsitektur ini, sistem dapat secara cerdas memilih model AI yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna, sehingga prosesnya menjadi jauh lebih efisien dan tidak boros daya.
Tak heran, kehadiran arsitektur anyar ini memungkinkan Google menghadirkan segudang fitur AI canggih di Pixel 10 Series sejak peluncuran perdananya.

Beberapa fitur andalan tersebut meliputi 100x Pro Res Zoom, fitur terjemahan langsung saat menelepon, AI di aplikasi Personal Journal, Magic Cue untuk memberikan respons kontekstual, dan masih banyak lagi.
Di sisi lain, meski Google tidak membeberkan detail spesifik tentang “otak” atau prosesor (CPU) dan pengolah grafis (GPU) Tensor G5, mereka memberikan beberapa petunjuk.
Sebagai contoh, perusahaan menyebutkan bahwa CPU dalam chip ini memiliki konfigurasi octa-core yang terdiri dari satu inti berkinerja tinggi, lima inti menengah, dan dua inti hemat daya.

Yang menarik, Google mengklaim kinerja CPU pada Tensor G5 sekitar 34 persen lebih cepat dibandingkan Tensor G4.
Sementara untuk GPU, Google menyatakan bahwa komponen ini memiliki performa yang lebih baik, meski tanpa merinci seberapa besar peningkatannya.
Selain itu, Google juga memperbarui chip Image Signal Processor (ISP) agar lebih selaras dengan fitur-fitur AI yang tertanam di Tensor G5.
kunjungi juga laman berita terkini di Exposenews.id
Pembaruan ini menghadirkan beberapa fitur baru, seperti segmentasi objek yang lebih detail untuk foto portrait, perekaman video HDR 10-bit secara default pada resolusi 1080p dan 4K/30 FPS, serta pengurangan blur pada video yang diambil dalam kondisi low-light.
Tidak hanya performa yang ditingkatkan, Google juga memastikan bahwa sistem pendingin pada Tensor G5 kini lebih efisien dan tetap adem dibandingkan generasi sebelumnya.
Pada akhirnya, chipset Tensor G5 ini dapat ditemui di semua model Pixel 10 Series. Untuk pasar global, harga seri Pixel 10 dimulai dari 799 dollar AS (sekitar Rp 13 juta) untuk Pixel 10, 999 dollar AS (Rp 16,2 juta) untuk Pixel 10 Pro, 1.199 dollar AS (Rp 19,5 juta) untuk Pixel 10 Pro XL, dan 1.799 dollar AS (Rp 29,2 juta) untuk Pixel 10 Pro Fold.









