Sunday, October 25, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Grab Resmi Akuisisi Perusahaan Investasi AS Stash Financial

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
February 17, 2026
in Berita
0
Grab Resmi Akuisisi Perusahaan Investasi AS Stash Financial
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Siapa yang sangka, perusahaan ojek online dan pesan-antar makanan asal Singapura, Grab Holdings, kini melebarkan sayapnya hingga ke negeri Paman Sam dengan cara yang sangat mengejutkan. Mereka resmi mengakuisisi platform investasi digital asal Amerika Serikat, Stash Financial, dalam sebuah kesepakatan yang nilainya bikin melongo!

Aksi korporasi ambisius ini mereka umumkan langsung di situs resmi Grab pada Kamis, 12 Februari 2026. Bukan tanpa alasan, langkah berani ini mereka ambil untuk memperluas portofolio layanan keuangan mereka, apalagi saat ini super-app tersebut sudah mulai mencetak keuntungan yang cukup gemilang.

Related posts

Capcom Alami Peretasan Massal: 11,7 Juta Data CAPCOM ID Sempat Diakses Pihak Luar

Table of Contents

Toggle
  • Capcom Alami Peretasan Massal: 11,7 Juta Data CAPCOM ID Sempat Diakses Pihak Luar
  • Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect
    • Grab Borong Perusahaan Investasi AS: Siap Kuasai Dunia Fintech?
    • Gak Main-Main, Nilai Akuisisi Tembus Rp 7,1 Triliun!
    • Siapa Saja Investor di Balik Stash?
    • Stash Bukan Kaleng-Kaleng, Ini Deretan Produknya!
    • Bos Grab Buka Suara: Ini Baru Awal!

Capcom Alami Peretasan Massal: 11,7 Juta Data CAPCOM ID Sempat Diakses Pihak Luar

October 25, 2026
Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect

Perjalanan 3 Dekade Berakhir: EA Tutup BioWare dan Hentikan Proyek Mass Effect

October 24, 2026

Grab tidak main-main dalam aksi korporasi ini. Mereka mengakuisisi Stash melalui skema tunai dan saham yang cukup kompleks. Sebagai langkah awal, Grab akan membeli 50,1 persen saham Stash berdasarkan valuasi perusahaan yang mencapai angka fantastis, yaitu 425 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 7,1 triliun! Bayangkan, uang sebanyak itu mereka keluarkan untuk memborong setengah dari kue kepemilikan Stash.

Sisa kepemilikan perusahaan rintisan tersebut akan mereka akuisisi secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun setelah transaksi pertama selesai. Menariknya, harga untuk sisa saham ini akan mengacu pada nilai pasar wajar yang berlaku saat itu. Kesepakatan ini pun mencakup rencana ambisius untuk mengakuisisi hingga 100 persen ekuitas Stash. Namun, seluruh proses transaksi ini baru akan mereka perkirakan rampung pada kuartal III-2026, tentunya dengan catatan harus mendapatkan persetujuan dari regulator dan memenuhi berbagai syarat penutupan transaksi lainnya.

Lantas, siapa saja pemilik sisa saham Stash saat ini? Ternyata, mereka dimiliki oleh sederet investor institusional kelas kakap, seperti Union Square Ventures, StepStone Group, Serengeti, University of Illinois Foundation, T. Rowe Price, Breyer Capital, dan Goodwater Capital. Menariknya lagi, Goodwater Capital lah yang sebelumnya memimpin pendanaan Seri H senilai 146 juta dolar AS untuk Stash pada Mei tahun lalu.

Stash sendiri bukanlah pemain baru di industri fintech. David Ronick, Brandon Krieg, dan Ed Robinson mendirikan perusahaan ini pada 2015. Mereka menyediakan aplikasi investasi yang user-friendly, kartu debit yang bisa memberikan imbalan saham dari transaksi harian penggunanya, serta StashWorks. StashWorks merupakan program kesejahteraan finansial karyawan yang menyediakan panduan investasi serta akses ke tabungan jangka pendek dan panjang.

Saat ini, Stash tengah mengelola aset dengan nilai mencapai sekitar 5 miliar dolar AS dan memiliki lebih dari satu juta pelanggan berbayar. Hebatnya lagi, perusahaan ini sudah mencetak arus kas positif dan mereka perkirakan akan menghasilkan lebih dari 60 juta dolar AS dalam bentuk adjusted EBITDA pada 2028, demikian Grab mengungkapkan dalam pengumuman resminya.

Yang menarik, setelah transaksi raksasa ini tuntas, Stash tidak akan berubah total. Mereka akan tetap beroperasi sebagai entitas mandiri di bawah naungan Grab. Mereka juga akan mempertahankan model pendapatan berulang, layanan, serta merek yang sudah mereka bangun selama ini.

Anthony Tan, CEO sekaligus cofounder Grab, menyebut akuisisi ini sebagai langkah strategis dalam transformasi bisnis perusahaannya. Dengan nada optimistis, ia mengatakan bahwa langkah ini merupakan tonggak penting dalam evolusi Grab sebagai penyedia layanan keuangan internasional yang tepercaya.

Grab juga berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan Stash di pasar konsumen Amerika Serikat. Lebih dari itu, mereka berencana mengeksplorasi peluang untuk menghadirkan solusi investasi Stash, termasuk fitur AI Money Coach, ke pasar Asia Tenggara dalam jangka panjang. Ini tentu kabar gembira bagi para pengguna Grab di kawasan ini!

Akuisisi ini mereka umumkan bertepatan dengan kabar baik lainnya. Grab melaporkan laba bersih sebesar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun pada 2025. Ini merupakan laba tahunan pertama yang berhasil mereka catatkan! Sungguh pencapaian yang membanggakan mengingat pada tahun sebelumnya mereka masih mencatat rugi bersih 158 juta dolar AS. Pendapatan tahunan Grab pun ikut melonjak 20 persen menjadi 3,4 miliar dolar AS.

“Hal ini memberi kami fleksibilitas lebih besar untuk mempercepat ambisi platform kami sekaligus memberikan nilai bagi pemegang saham,” ujar Peter Oey, Chief Financial Officer Grab, dalam wawancaranya dengan Forbes.

Tak hanya itu, Grab juga menyiapkan dana segar sebesar 500 juta dolar AS atau setara Rp 8,4 triliun untuk program pembelian kembali saham. Langkah ini mereka ambil guna meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang saham yang telah setia mendukung mereka.

Memang, perjalanan Grab di bursa saham tidak selalu mulus. Sejak melantai di Nasdaq pada 2021, saham Grab sempat terpuruk dan turun lebih dari 70 persen seiring kerugian perusahaan yang sempat membesar. Namun kini, dengan fundamental yang semakin kuat, mereka optimis dapat meraih kembali kepercayaan pasar.

Saat ini, Grab memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan di delapan negara Asia Tenggara. Mereka juga mengoperasikan layanan bank digital di Singapura, Malaysia, serta melalui perusahaan asosiasi di Indonesia. Ekspansi demi ekspasi terus mereka lakukan, termasuk sebelumnya mereka mengakuisisi startup robotika AI Infermove pada bulan lalu dengan nilai transasi yang masih mereka rahasiakan.

Tambahkan 4 subjudul yang natural dan sesuai konteks.

Grab Borong Perusahaan Investasi AS: Siap Kuasai Dunia Fintech?

Olympic.or.id – Siapa yang sangka, perusahaan ojek online dan pesan-antar makanan asal Singapura, Grab Holdings, kini melebarkan sayapnya hingga ke negeri Paman Sam dengan cara yang sangat mengejutkan. Mereka resmi mengakuisisi platform investasi digital asal Amerika Serikat, Stash Financial, dalam sebuah kesepakatan yang nilainya bikin melongo!

Gak Main-Main, Nilai Akuisisi Tembus Rp 7,1 Triliun!

Aksi korporasi ambisius ini mereka umumkan langsung di situs resmi Grab pada Kamis, 12 Februari 2026. Bukan tanpa alasan, langkah berani ini mereka ambil untuk memperluas portofolio layanan keuangan mereka, apalagi saat ini super-app tersebut sudah mulai mencetak keuntungan yang cukup gemilang.

Grab tidak main-main dalam aksi korporasi ini. Mereka mengakuisisi Stash melalui skema tunai dan saham yang cukup kompleks. Sebagai langkah awal, Grab akan membeli 50,1 persen saham Stash berdasarkan valuasi perusahaan yang mencapai angka fantastis, yaitu 425 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 7,1 triliun! Bayangkan, uang sebanyak itu mereka keluarkan untuk memborong setengah dari kue kepemilikan Stash.

Sisa kepemilikan perusahaan rintisan tersebut akan mereka akuisisi secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun setelah transaksi pertama selesai. Menariknya, harga untuk sisa saham ini akan mengacu pada nilai pasar wajar yang berlaku saat itu. Kesepakatan ini pun mencakup rencana ambisius untuk mengakuisisi hingga 100 persen ekuitas Stash. Namun, seluruh proses transaksi ini baru akan mereka perkirakan rampung pada kuartal III-2026, tentunya dengan catatan harus mendapatkan persetujuan dari regulator dan memenuhi berbagai syarat penutupan transaksi lainnya.

Siapa Saja Investor di Balik Stash?

Lantas, siapa saja pemilik sisa saham Stash saat ini? Ternyata, mereka dimiliki oleh sederet investor institusional kelas kakap, seperti Union Square Ventures, StepStone Group, Serengeti, University of Illinois Foundation, T. Rowe Price, Breyer Capital, dan Goodwater Capital. Menariknya lagi, Goodwater Capital lah yang sebelumnya memimpin pendanaan Seri H senilai 146 juta dolar AS untuk Stash pada Mei tahun lalu.

Stash Bukan Kaleng-Kaleng, Ini Deretan Produknya!

Stash sendiri bukanlah pemain baru di industri fintech. David Ronick, Brandon Krieg, dan Ed Robinson mendirikan perusahaan ini pada 2015. Mereka menyediakan aplikasi investasi yang user-friendly, kartu debit yang bisa memberikan imbalan saham dari transaksi harian penggunanya, serta StashWorks. StashWorks merupakan program kesejahteraan finansial karyawan yang menyediakan panduan investasi serta akses ke tabungan jangka pendek dan panjang.

Saat ini, Stash tengah mengelola aset dengan nilai mencapai sekitar 5 miliar dolar AS dan memiliki lebih dari satu juta pelanggan berbayar. Hebatnya lagi, perusahaan ini sudah mencetak arus kas positif dan mereka perkirakan akan menghasilkan lebih dari 60 juta dolar AS dalam bentuk adjusted EBITDA pada 2028, demikian Grab mengungkapkan dalam pengumuman resminya.

Yang menarik, setelah transaksi raksasa ini tuntas, Stash tidak akan berubah total. Mereka akan tetap beroperasi sebagai entitas mandiri di bawah naungan Grab. Mereka juga akan mempertahankan model pendapatan berulang, layanan, serta merek yang sudah mereka bangun selama ini.

Bos Grab Buka Suara: Ini Baru Awal!

Anthony Tan, CEO sekaligus cofounder Grab, menyebut akuisisi ini sebagai langkah strategis dalam transformasi bisnis perusahaannya. Dengan nada optimistis, ia mengatakan bahwa langkah ini merupakan tonggak penting dalam evolusi Grab sebagai penyedia layanan keuangan internasional yang tepercaya.

Grab juga berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan Stash di pasar konsumen Amerika Serikat. Lebih dari itu, mereka berencana mengeksplorasi peluang untuk menghadirkan solusi investasi Stash, termasuk fitur AI Money Coach, ke pasar Asia Tenggara dalam jangka panjang. Ini tentu kabar gembira bagi para pengguna Grab di kawasan ini!

Akuisisi ini mereka umumkan bertepatan dengan kabar baik lainnya. Grab melaporkan laba bersih sebesar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun pada 2025. Ini merupakan laba tahunan pertama yang berhasil mereka catatkan! Sungguh pencapaian yang membanggakan mengingat pada tahun sebelumnya mereka masih mencatat rugi bersih 158 juta dolar AS. Pendapatan tahunan Grab pun ikut melonjak 20 persen menjadi 3,4 miliar dolar AS.

“Hal ini memberi kami fleksibilitas lebih besar untuk mempercepat ambisi platform kami sekaligus memberikan nilai bagi pemegang saham,” ujar Peter Oey, Chief Financial Officer Grab, dalam wawancaranya dengan Forbes.

Tak hanya itu, Grab juga menyiapkan dana segar sebesar 500 juta dolar AS atau setara Rp 8,4 triliun untuk program pembelian kembali saham. Langkah ini mereka ambil guna meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang saham yang telah setia mendukung mereka.

Memang, perjalanan Grab di bursa saham tidak selalu mulus. Sejak melantai di Nasdaq pada 2021, saham Grab sempat terpuruk dan turun lebih dari 70 persen seiring kerugian perusahaan yang sempat membesar. Namun kini, dengan fundamental yang semakin kuat, mereka optimis dapat meraih kembali kepercayaan pasar.

Saat ini, Grab memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan di delapan negara Asia Tenggara. Mereka juga mengoperasikan layanan bank digital di Singapura, Malaysia, serta melalui perusahaan asosiasi di Indonesia. Ekspansi demi ekspasi terus mereka lakukan, termasuk sebelumnya mereka mengakuisisi startup robotika AI Infermove pada bulan lalu dengan nilai transasi yang masih mereka rahasiakan.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Tags: Grab
Previous Post

Pemerintah AS Perluas Penggunaan AI, ChatGPT Jadi Andalan Baru Departemen Perang

Next Post

Tak Cukup di Bumi, Elon Musk Pindah Pabrik Satelit AI ke Bulan dengan “Ketapel” Raksasa

Next Post
Grab Resmi Akuisisi Perusahaan Investasi AS Stash Financial

Tak Cukup di Bumi, Elon Musk Pindah Pabrik Satelit AI ke Bulan dengan "Ketapel" Raksasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Jangan Ketinggalan Sensasi Ini! Rahasia “Dame Un Grrr” yang Mengguncang TikTok dan Cara Cepat Ikut Viral Sebelum Semua Orang Tahu!

Jangan Ketinggalan Sensasi Ini! Rahasia “Dame Un Grrr” yang Mengguncang TikTok dan Cara Cepat Ikut Viral Sebelum Semua Orang Tahu!

1 year ago

China Sukses Uji Coba EMALS di Kapal Induk Fujian, Teknologi Peluncuran Jet Tempur Generasi Terbaru

3 months ago
Meta Ketahuan Cuan Gila dari Iklan Scam!

Meta Ketahuan Cuan Gila dari Iklan Scam!

12 months ago
File Google Drive Terhapus? Jangan Khawatir, Ikuti Panduan Pemulihannya

File Google Drive Terhapus? Jangan Khawatir, Ikuti Panduan Pemulihannya

10 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Infinix Resmi Masuk Pasar Portable Power Station, Rilis Seri XENERGY Mulai Rp2 Jutaan
  • Capcom Alami Peretasan Massal: 11,7 Juta Data CAPCOM ID Sempat Diakses Pihak Luar
  • Skema Baru Spotify: Kreator Bisa Kantongi 90% Pendapatan dari Fitur Memberships

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Infinix Resmi Masuk Pasar Portable Power Station, Rilis Seri XENERGY Mulai Rp2 Jutaan

Infinix Resmi Masuk Pasar Portable Power Station, Rilis Seri XENERGY Mulai Rp2 Jutaan

October 25, 2026
Capcom Alami Peretasan Massal: 11,7 Juta Data CAPCOM ID Sempat Diakses Pihak Luar

Capcom Alami Peretasan Massal: 11,7 Juta Data CAPCOM ID Sempat Diakses Pihak Luar

October 25, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In