olympic.or.id — Pernah nggak sih, lagi asyik ngobrol sama temen tentang sneakers baru, tiba-tiba iklan sepatu itu nongol di feed Instagram kamu? Atau lagi cerita soal liburan ke Bali, eh, iklan hotel di Kuta langsung muncul? Banyak pengguna Instagram yang curiga, jangan-jangan aplikasi ini diam-diam nyuri dengar percakapan lewat mikrofon ponsel. Tapi, benarkah Instagram “menguping”? Adam Mosseri, CEO Instagram, baru-baru ini angkat bicara untuk meluruskan isu ini dengan gaya yang santai tapi jelas.
Dalam video Reels berdurasi hampir dua menit di akun Instagram pribadinya, Mosseri dengan tegas membantah tuduhan bahwa Instagram mendengarkan percakapan penggunanya. Video itu diberi caption yang bikin penasaran: “Membongkar mitos – Saya bersumpah, kami tidak mendengarkan mikrofon Anda.” Wah, langsung bikin orang pengen tahu lebih lanjut, kan?
Bantahan Keras dari Bos Instagram

Mosseri nggak main-main soal bantahan ini. “Kami nggak nguping lewat mikrofon ponsel kalian. Titik. Kalau kami lakuin itu, itu pelanggaran privasi besar-besaran,” tegasnya. Dia juga menjelaskan bahwa kalau mikrofon ponsel beneran aktif, pengguna pasti bakal tahu. “Coba cek, kalau mikrofon nyala, biasanya ada indikator lampu di atas layar ponsel. Plus, baterai ponsel bakal cepet banget habis,” tambah Mosseri.
Isu Instagram “menguping” ini bukan hal baru. Bahkan, keluarga Mosseri sendiri pernah nanya soal ini ke dia! Makanya, dia merasa perlu bikin klarifikasi yang gamblang supaya pengguna nggak terus-terusan curiga.
Kenapa Iklan Kok Bisa Pas Banget?

Lalu, kalau Instagram nggak nguping, kenapa iklan yang muncul di feed kok terasa super pas sama apa yang baru kita omongin? Mosseri punya jawabannya, dan ternyata ini bukan soal mata-mata digital, melainkan kombinasi teknologi canggih, data, dan… kebetulan! Berikut penjelasan lengkapnya:
- Riwayat Pencarian dan Klik
Pernah nyari produk di Google atau klik link di aplikasi lain? Nah, data itu bisa jadi nyambung ke Instagram. Misalnya, kamu browsing sepatu di e-commerce, terus iklan sepatu itu muncul di Instagram. Bukan karena Instagram denger obrolanmu, tapi karena kamu atau temenmu udah “ninggalin jejak” di internet. - Data dari Pengiklan
Instagram bekerja sama dengan banyak pengiklan yang berbagi data kunjungan situs. Jadi, kalau kamu pernah buka website tertentu, pengiklan bisa ngasih tahu Instagram buat nampilin iklan produk yang sama di feed kamu. Ini yang bikin iklan terasa “nggak kaget-kaget amat”. - Algoritma Cerdas Instagram
Algoritma Instagram dirancang untuk ngelupas minat kamu berdasarkan aktivitas di platform, kayak like, komen, atau akun yang kamu ikutin. Bahkan, Instagram bisa nampilin iklan berdasarkan pola pengguna dengan minat serupa. Jadi, meskipun kamu nggak nyari apa-apa, iklan bisa aja muncul karena profil kamu “mirip” sama pengguna lain yang suka produk itu. - Faktor Psikologis
Ini yang menarik! Mosseri bilang, kadang kita udah liat iklan produk itu sebelum ngobrol, tapi nggak sadar. Pas ngobrol soal topik yang sama, otak kita langsung nyambungin, dan kita merasa iklan itu baru muncul. “Kita internalisasikan secara cepat, jadi kayak iklan muncul setelah ngobrol, padahal sebenarnya udah lewat duluan,” jelas Mosseri. - Kebetulan Belaka
Dan yang terakhir, jangan remehkan kekuatan kebetulan! Kadang, iklan yang muncul cuma kebetulan cocok sama apa yang lagi kita pikirin atau omongin. Dunia digital memang penuh kejutan, ya!
Teknologi di Balik Iklan
Instagram emang jagonya bikin iklan yang relevan, tapi ini bukan soal nguping. Mereka pake data yang dikumpulin secara sah dari aktivitas pengguna, kayak apa yang kamu like, share, atau cari. Ditambah lagi, kecerdasan buatan (AI) Instagram bisa nganalisis pola perilaku pengguna dengan akurat banget. Jadi, wajar kalau iklan yang muncul terasa personal.
Mosseri juga ngeyakinin pengguna bahwa Instagram serius soal privasi. “Kami nggak main-main sama data pribadi kalian,” katanya. Dia ngajak pengguna buat lebih aware sama indikator di ponsel, kayak lampu mikrofon atau konsumsi baterai, biar nggak gampang termakan mitos.
Reaksi Pengguna dan Tantangan ke Depan
Meskipun Mosseri udah kasih penjelasan, nggak semua pengguna langsung percaya. Banyak yang masih merasa “jangan-jangan ada sesuatu yang disembunyiin”. Maklum, di era digital ini, isu privasi emang selalu bikin orang was-was. Tapi, penjelasan Mosseri ini setidaknya ngasih gambaran bahwa iklan yang super pas itu lebih karena teknologi dan data, bukan karena mikrofon ponsel kita “disadap”.
Buat Instagram, tantangannya sekarang adalah terus membangun kepercayaan pengguna. Dengan klarifikasi ini, mereka berharap bisa ngurangin spekulasi dan bikin pengguna lebih nyaman. Tapi, di sisi lain, pengguna juga harus lebih cerdas ngelola data pribadi mereka, kayak ngatur izin aplikasi atau ngecek riwayat browsing.
Jadi, Percaya Nggak?
Jadi, apa kesimpulannya? Instagram nggak nguping percakapan kita, guys. Iklan yang terasa “tepat sasaran” itu hasil dari algoritma cerdas, data yang kita kasih (sadari atau nggak), dan kadang-kadang cuma kebetulan. Jadi, lain kali iklan muncul pas banget sama obrolan kamu, coba inget-inget: mungkin kamu udah nyari produk itu di Google, atau mungkin cuma kebetulan doang.
Buat kamu yang masih penasaran, coba deh cek pengaturan privasi di ponsel atau aplikasi Instagram. Siapa tahu, kamu bisa lebih tenang setelah ngeliat sendiri bahwa mikrofon nggak nyala sembarangan. Atau, kalau masih ragu, mungkin saatnya ngobrol sama temen tanpa ponsel di deketmu—siapa tahu iklan tetep muncul, kan? Hehe.
kunjungi laman berita ekslusif di Indonesiaartnews.or.id









