Olympic.or.id – Intel, raksasa prosesor asal Amerika, baru saja secara resmi meluncurkan jagoan terbarunya untuk laptop mobile yang mereka beri nama Core Series 3. Kode nama kerennya adalah “Wildcat Lake”, terdengar liar dan agresif, bukan? Nah, chip inilah yang menjadi senjata utama Intel untuk mendemokratisasi kecerdasan buatan (AI) ke kelas laptop murah alias entry-level. Selama ini, fitur AI canggih seringkali hanya dinikmati oleh perangkat mahal. Namun, dengan kehadiran Core Series 3, Intel secara aktif mengubah peta persaingan. Mereka secara berani memasukkan teknologi AI ke dalam prosesor yang harganya terjangkau. Jelas, langkah ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan teknisi dan pelajar yang memiliki anggaran terbatas.
AI Canggih Kini Merata: 40 TOPS untuk Semua Kalangan
Intel dengan percaya diri menyebut prosesor ini sebagai seri Core pertama di kelasnya yang sudah hybrid AI-ready. Tapi, apa artinya itu bagi kita? Secara sederhana, Intel mendorong chip ini untuk mampu menangani beban kerja AI secara langsung di perangkat (on-device), tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada internet. Yang lebih mencengangkan, platform ini sanggup memberikan kemampuan hingga 40 TOPS (Trillion Operations per Second). Untuk memudahkanmu membayangkan, semakin tinggi nilai TOPS, maka sang prosesor bakal semakin lincah dan gesit dalam mengolah tugas-tugas AI. Dengan kata lain, Intel sedang membawa kekuatan komputasi masa depan ke saku celana para pengguna budget terbatas. Mereka secara agresif mengejar efisiensi, bukan hanya sekadar kecepatan mentah.
Oleh karena itu, jangan heran jika laptop murah yang akan datang sudah mampu menjalankan berbagai fitur AI canggih. Misalnya saja, kamu bisa melakukan pengolahan gambar dan video berbasis AI tanpa lag, menjalankan asisten pintar yang selalu siap sedia 24 jam, hingga menunjang produktivitas dan pembuatan konten dengan mulus. Intel pun dengan bangga mengeklaim adanya peningkatan performa AI dari sisi GPU hingga 2,8 kali lebih cepat dibandingkan PC yang berusia sekitar lima tahun. Bayangkan loncatannya! Sebuah laptop bekas lima tahun lalu pasti akan tersendat, tetapi dengan Core Series 3, pekerjaan berat seperti menghapus objek di video atau menerjemahkan teks secara real-time akan terasa ringan.
Nah, karena Intel sengaja menghadirkan chip ini untuk laptop murah, maka target pasar Core Series 3 kini secara spesifik menyasar pengguna dengan budget terbatas. Siapa saja mereka? Yaitu para pelajar yang sedang mengerjakan tugas AI, keluarga yang ingin membeli perangkat serbaguna, hingga usaha kecil yang butuh komputasi efisien. Intel secara cerdas memosisikan prosesor ini sebagai alternatif “value” dari lini yang lebih tinggi, yaitu Core Ultra Series 3 (dengan kode nama Panther Lake) yang baru saja diperkenalkan di ajang CES 2026 yang bergengsi. Dengan kata lain, jika kamu gak punya uang banyak, Intel tetap menyediakan pintu masuk ke dunia AI.
Bukan Cuma Laptop: Intel Juga Gas di Sisi Edge Computing
Selain membanjiri laptop entry-level, prosesor Wildcat Lake ini juga secara serius menyasar ranah edge computing. Lho, apa itu edge computing? Secara sederhana, ini adalah komputasi yang dilakukan di dekat sumber data, seperti pada robotika, terminal point-of-sale (POS) di toko modern, smart building (gedung pintar), dan smart metering (alat ukur listrik pintar). Untuk kebutuhan edge yang menantang ini, Intel dengan tegas mengklaim performanya bisa melampaui platform pesaing seperti Nvidia Jetson Orin Nano. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan hingga 1,5 kali untuk deteksi objek, 1,9 kali untuk klasifikasi gambar, dan 2,2 kali untuk analisis video. Tentunya, ini adalah kabar buruk bagi Nvidia, tapi kabar baik bagi produsen perangkat industri yang ingin hemat biaya.
Beralih ke sisi teknis, Intel memproduksi Core Series 3 dengan teknologi fabrikasi terbaru yang disebut Intel 18A. Teknologi ini diklaim sebagai salah satu proses manufaktur paling canggih saat ini, bahkan setara atau lebih baik dari kompetitor. Intel menyediakan beberapa varian dari seri ini, mulai dari Core 3 hingga Core 7. Semua varian tersebut dikonfigurasi hingga 6 core dan kecepatan turbo yang bisa mencapai 4,8 GHz.
Biar lebih jelas, mari kita lihat rinciannya secara berurutan: Pertama, Core 7 360 / 350 membawa 6 core, turbo 4,8 GHz, dan NPU 17 TOPS. Kedua, Core 5 330 / 320 hadir dengan 6 core, turbo 4,6 GHz, dan NPU 16 TOPS. Selanjutnya, Core 5 315 juga 6 core, turbo 4,4 GHz, dengan NPU 15 TOPS. Lalu, Core 5 305 (khusus edge only) memiliki 6 core dan turbo 4,3 GHz. Terakhir, Core 3 304 membawa 5 core dengan turbo hingga 4,3 GHz.
Tidak hanya soal core, Intel secara agresif mengklaim bahwa prosesor ini menawarkan lompatan performa yang signifikan. Dibandingkan dengan PC lawas sekitar lima tahun lalu, Core Series 3 mampu memberikan peningkatan performa hingga 47 persen untuk urusan single-thread (tugas tunggal) dan 41 persen untuk multi-thread (tugas paralel). Yang lebih menarik lagi, konsumsi dayanya tercatat hingga 64 persen lebih hemat. Artinya, laptop murah ini tidak hanya cepat, tetapi juga lebih irit listrik. Sebagai hasilnya, baterai akan tahan lebih lama, dan tagihan listrik pun tidak membengkak. Semua kelebihan ini secara aktif dipromosikan Intel untuk menarik perhatian konsumen yang sadar efisiensi.
Tersedia Pekan Ini: Laptop AI Murah dari Acer, Asus, hingga Lenovo
Selain itu, fitur pendukung lainnya yang turut disematkan Intel pada Core Series 3 juga tidak main-main. Prosesor ini sudah mendukung port Thunderbolt 4 untuk transfer data super cepat, konektivitas Wi-Fi 7 (R2) yang blazing fast, hingga Bluetooth 6 yang lebih stabil dan hemat energi. Dengan kata lain, meskipun ini ditujukan untuk laptop murah, Intel tidak mengorbankan fitur konektivitas modern. Mereka secara sadar melengkapi chip ini dengan standar terbaru agar perangkat tetap future-proof atau tahan terhadap perkembangan teknologi beberapa tahun ke depan.
Yang paling ditunggu-tunggu adalah ketersediaannya. Intel dengan tegas menyebut bahwa perangkat berbasis Core Series 3 sudah mulai tersedia pekan ini. Jadi, kamu tidak perlu menunggu berbulan-bulan lagi. Ke depan, prosesor ini akan secara masif mengotaki berbagai laptop dari mitra-mitra Intel ternama, seperti Acer, Asus, Dell, Lenovo, MSI, dan masih banyak lagi. Perang laptop murah bertenaga AI pun resmi dimulai minggu ini juga.
Sementara itu, untuk perangkat edge computing yang menggunakan chip ini, jadwal peluncurannya sedikit lebih lambat. Intel menjadwalkan gelombang kedua ini mulai meluncur pada kuartal II-2026. Informasi ini dirangkum dari laporan terpercaya XDADevelopers. Kesimpulannya, Intel tidak hanya sekadar merilis produk, tetapi secara strategis mendefinisikan ulang pasar laptop murah dan komputasi pinggiran. Langkah berani ini patut diapresiasi, karena memberikan akses AI untuk semua kalangan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










