Olympic.or.id – Pertama-tama, bayangkan kamu sedang berada di jalanan Jakarta dan melihat motor Grab dengan kamera kecil yang menjulang aneh di belakangnya. Pastinya, kamu langsung penasaran, bukan? Ternyata, itu bukanlah aksesori modifikasi atau boks makanan biasa, melainkan senjata rahasia Grab untuk membangun peta digital mereka! Ya, akhirnya misteri itu terungkap: perangkat tersebut bernama KartaCam 2, sebuah kamera canggih yang secara aktif memetakan setiap sudut jalan dan gang sempit untuk GrabMaps.
Menurut informasi resmi dari Grab Indonesia yang berhasil kami rangkum, KartaCam 2 merupakan generasi terbaru kamera pemetaan yang mereka luncurkan pada tahun 2024. Secara sekilas, bentuknya mirip action cam yang ringkas, namun jangan salah, teknologi di dalamnya jauh lebih kompleks dan powerful. Grab Indonesia secara tegas menyatakan bahwa mereka menggunakan KartaCam 2 untuk mengumpulkan citra tingkat jalan (street-level imagery) guna secara aktif meningkatkan akurasi dan kualitas peta internal mereka.
Cara Kerja dan Kemudahan bagi Mitra Driver

Lalu, bagaimana cara kerjanya? Grab biasanya memasang kamera ini di helm atau bagasi belakang motor para mitra driver. Setelah itu, sang driver akan menjelajahi kota, menyusuri setiap jalan besar hingga lorong-lorong tersembunyi, sementara KartaCam 2 dengan setia merekam semuanya. Hebatnya, driver tersebut tetap bisa menerima dan menjalankan order layanan Grab seperti biasa, lho! Artinya, pekerjaan pemetaan ini berjalan tanpa mengganggu aktivitas mencari nafkah mereka. Dari sisi kepraktisan, Grab mengklaim KartaCam 2 lebih ergonomis dan mudah dipasang. Sebagai bukti, uji coba di Jakarta menunjukkan waktu pemasangannya 83% lebih cepat daripada generasi sebelumnya. Jadi, mitra driver tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk menyiapkan perangkat ini.
Spesifikasi Teknologi yang Bikin Takjub
Nah, sekarang kita kupas kehebatan teknologinya. Situs InsideGrab membeberkan bahwa KartaCam 2 menyimpan spesifikasi teknis yang sangat serius di balik bodinya yang mungil. Pertama, perangkat ini membawa empat sensor kamera beresolusi 48 MP yang secara simultan menangkap gambar 360 derajat penuh. Dengan kata lain, semua lingkungan sekitar—dari kiri, kanan, depan, belakang, atas, hingga bawah—langsung terekam dalam sekali jalan! Tak hanya itu, soal akurasi lokasi, KartaCam 2 mengandalkan dual-band GPS dengan frekuensi tinggi 10Hz. Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya hanya menggunakan 1Hz.
Berkat dukungan real-time kinematic GPS, posisi jalan, tikungan, dan gang bisa dipetakan dengan presisi yang sangat tinggi, bahkan di area padat dan kompleks seperti permukiman warga. Yang lebih mencengangkan lagi, kamera ini juga terintegrasi dengan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging). Melalui pemindai laser mutakhir ini, KartaCam 2 secara detail mengukur jarak dan bentuk objek di sekitarnya. Alhasil, Grab berpeluang menciptakan pemetaan spasial 3D yang sangat akurat. Seluruh proses pengambilan data berat ini didukung oleh konektivitas 4G dan WiFi untuk konfigurasi jarak jauh, serta Bluetooth yang menghubungkannya dengan ponsel sang mitra driver.
Komitmen Grab Terhadap Privasi Pengguna
Lantas, bagaimana dengan privasi warga? Tenang saja, Grab menegaskan bahwa mereka mengembangkan GrabMaps dengan prinsip privacy by design. Maksudnya, sejak awal sistem mereka rancang agar tidak mengumpulkan data pribadi. Dalam setiap proses pemetaan, Grab menyatakan bahwa tidak ada data personally identifiable information (PII) yang tersimpan di server mereka. Lebih lanjut, data GPS yang mereka kumpulkan sepenuhnya telah teranonimisasi dan hanya berupa koordinat lokasi mentah.
Khusus untuk citra jalan, Grab menerapkan pengaburan otomatis pada elemen sensitif. Artinya, wajah orang, plat nomor kendaraan, dan objek pribadi lainnya akan secara otomatis diblur oleh edge AI yang tertanam di dalam KartaCam 2, bahkan sebelum data tersebut diunggah ke cloud. Bahkan, KartaCam 2 dengan cerdas dirancang untuk berhenti merekam secara otomatis saat mendeteksi dirinya berada di dalam ruangan tertutup. Tak hanya itu, Grab juga memberikan opsi bagi pemilik rumah untuk meminta pengaburan properti mereka jika tidak berkenan.
Dampak dan Target Ambisius GrabMaps ke Depan
Pada akhirnya, semua data yang berhasil dikumpulkan KartaCam 2 menjadi tulang punggung pengembangan GrabMaps. Saat ini, peta internal ini sudah mereka gunakan di seluruh layanan Grab, mulai dari navigasi mitra driver, penentuan tarif yang adil, pencarian merchant, hingga menemukan rute alternatif melalui jalan-jalan kecil yang sering terlewat oleh peta pihak ketiga. Memasuki tahun kelima pengembangannya, Grab mengklaim telah menciptakan lebih dari 800.000 points of interest yang akurat.
Selain itu, inisiatif pemetaan ini telah mereka perluas ke 49 kota dengan melibatkan sekitar 80 kontributor, serta menambahkan lebih dari 193 kilometer data geometri jalan. Ke depannya, Grab menargetkan GrabMaps untuk menjadi solusi peta pilihan nomor satu di seluruh Asia Tenggara. Nah, sekarang kamu sudah tahu ‘kan rahasia teknologi mutakhir yang berseliweran di jalanan kita?
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










