Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Panasonic Resmi Hentikan Produksi TV dan Diserahkan ke Skyworth China

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
February 28, 2026
in Berita
0
Samsung Galaxy Buds 4 Series Resmi, Bawa Peningkatan ANC dan Fitur AI untuk Pengguna
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Panasonic, raksasa elektronik asal Jepang yang namanya melegenda di industri televisi global, secara resmi menyerahkan kendali penuh bisnis TV-nya ke perusahaan China, Skyworth. Mereka tidak hanya sekadar mengalihkan produksi—mereka memberikan seluruh wewenang manufaktur, pemasaran, dan penjualan kepada pemain asal Shenzhen itu.

Kabar mengejutkan ini mereka umumkan dalam sebuah acara peluncuran tertutup beberapa waktu lalu. Ya, kalian tidak salah baca. Merek yang dulu menjadi idola para pecinta film dan penggemar teknologi audiovisual itu kini hanya akan menjadi “tamu” di rumahnya sendiri. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi dengan perusahaan yang pernah mendominasi era TV plasma?

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Table of Contents

Toggle
    • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
    • Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI
  • Strategi Baru: Panasonic Tetap Awasi Kualitas, China yang Jalankan Mesin Penjualan
  • Siapa Sebenarnya Skyworth, Penerus Tahta Panasonic?
  • Runtuhnya Imperium: Ketika Era Plasma Berganti Layar LCD
  • Gelombang Pasang China, Air Surut Jepang

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

September 18, 2026

Strategi Baru: Panasonic Tetap Awasi Kualitas, China yang Jalankan Mesin Penjualan

Dalam perjanjian kerja sama ini, Skyworth mengambil alih komando di berbagai lini depan. Mereka akan memimpin seluruh aktivitas penjualan, strategi pemasaran, dan jaringan logistik di wilayah-wilayah kunci, termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Pria-pria marketing Panasonic di kedua benua itu kini secara efektif berada di bawah kendali strategi perusahaan China.

Namun, jangan bayangkan Panasonic akan benar-benar cabut total. Mereka masih menyisakan sejumlah insinyur terbaiknya untuk mengawasi garis start. Perusahaan yang berbasis di Kadoma ini tetap terlibat melalui penyediaan keahlian teknis dan pengawasan kualitas. Mereka ingin memastikan standar audiovisual legendarisnya tidak hilang ditelan zaman. Bahkan, mereka masih berencana mengembangkan bersama model-model OLED kelas atas. Jadi, jika nanti kalian melihat TV OLED Panasonic yang tampil memukau, di baliknya ada kolaborasi riset antara insinyur Jepang dan efisiensi produksi China.

Bagi konsumen setia yang sudah memiliki TV Panasonic di rumah, tidak perlu khawatir. Perusahaan berjanji akan tetap memberikan dukungan penuh untuk seluruh unit yang sudah terjual hingga Maret 2026. Begitu juga dengan produk yang tersedia mulai April 2026 nanti, layanan purna jual akan tetap berjalan seperti biasa.

Siapa Sebenarnya Skyworth, Penerus Tahta Panasonic?

Lantas, siapa gerangan perusahaan yang berani mengambil alih bisnis dari raksasa sekelas Panasonic? Skyworth bukanlah pemain baru di industri ini. Berbasis di Shenzhen, China—kota yang menjadi pusat inovasi teknologi negeri tirai bambu—mereka mengklaim diri sebagai salah satu dari tiga penyedia platform Android TV terbesar di dunia. Bayangkan, setiap kali kalian menyalakan TV Android di berbagai belahan dunia, ada kemungkinan besar perangkat itu dibuat oleh Skyworth.

Laporan dari firma riset Omdia pada Juli lalu bahkan menempatkan Skyworth dalam jajaran lima besar merek TV berdasarkan pendapatan penjualan global pada kuartal I 2025. Memang, posisinya di papan atas masih naik turun dan belum konsisten, tapi pencapaian ini menunjukkan betapa agresifnya perusahaan China ini dalam menggarap pasar global.

Runtuhnya Imperium: Ketika Era Plasma Berganti Layar LCD

Keputusan bersejarah ini sebenarnya bukan terjadi dalam semalam. Panasonic sudah lama perlahan-lahan menarik diri dari panggung utama bisnis televisi. Mereka seperti prajurit tua yang mundur teratur dari medan perang yang terus berubah.

Mari kita flashback ke masa kejayaan. Di era ketika TV plasma masih menjadi primadona, nama Panasonic berkibar dengan gagah. Data dari DisplaySearch menunjukkan, pada 2010 silam, perusahaan ini menguasai 40,7 persen pasar panel plasma global. Angka yang luar biasa! Mereka unggul telak atas rival beratnya, Samsung dan LG. Setiap rumah yang menginginkan kualitas gambar terbaik pasti menjatuhkan pilihan pada Panasonic.

Namun, kejayaan tak selamanya abadi. Pada Maret 2014, palu godam akhirnya diayunkan. Panasonic mengumumkan penghentian produksi TV plasma. Apa penyebabnya? Dua faktor utama menjadi biang kerok: melonjaknya minat konsumen terhadap TV LCD layar datar yang lebih tipis dan hemat energi, serta tekanan ekonomi pasca kebangkrutan Lehman Brothers yang membuat pasar teknologi berguncang hebat. Bisnis TV plasma mereka sudah bertahun-tahun tidak lagi mencetak keuntungan.

Sejak saat itu, langkah Panasonic semakin menjauh dari bisnis ini. Pada tahun yang sama, mereka mulai mengurangi operasi di Amerika Serikat, dan pada 2016, mereka hengkang sepenuhnya dari pasar Negeri Paman Sam. Kemudian pada 2021, perusahaan membuka suara akan mengalihdayakan seluruh produksi TV ke pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya. Meski sempat muncul kembali ke pasar AS pada 2024 dengan TV OLED dan Mini LED yang katanya dirancang di Jepang, angin perubahan sudah terlalu kencang. Pada Februari 2025, Presiden Panasonic Yuki Kusumi bahkan blak-blakan mengatakan perusahaannya “siap menjual” divisi TV jika diperlukan.

Gelombang Pasang China, Air Surut Jepang

Dengan kesepakatan bersama Skyworth ini, Panasonic seperti mendapat dua keuntungan sekaligus. Di satu sisi, mereka bisa mengurangi alokasi sumber daya yang selama ini tersedot untuk bisnis televisi yang margimnya tipis. Di sisi lain, mereka tetap bisa memanen pendapatan dari penjualan TV bermerek Panasonic tanpa pusing memikirkan pabrik dan logistik.

Langkah ini juga menandai titik balik yang signifikan dalam peta industri elektronik global. Produksi TV di Jepang kini semakin langka bagai oase di padang pasir. Satu per satu perusahaan Jepang tumbang atau memilih hengkang. Sharp, Toshiba, Hitachi, dan Pioneer sudah lebih dulu meninggalkan produksi TV mereka. Bahkan awal tahun ini, Sony yang berbasis di Tokyo juga mengumumkan penjualan 51 persen bisnis hiburan rumahnya, termasuk lini TV, kepada TCL—lagi-lagi perusahaan China.

Menariknya, di tengah kabar duka ini, Panasonic masih menyisakan secercah harapan. Dalam acara peluncuran kemitraan tersebut, mereka memamerkan dua prototipe TV OLED yang memukau. Salah satunya bahkan menggunakan panel Tandem WOLED terbaru dari LG Display. Ini mengindikasikan bahwa meskipun produksi dan pemasaran diambil alih China, kita masih mungkin melihat desain-desain baru TV dengan logo Panasonic dalam waktu dekat. Hanya saja, kini mereka tidak lagi bekerja sendirian. Mereka bergandengan tangan dengan raksasa baru dari Timur.

Jadi, apakah ini akhir dari sebuah era, atau justru awal dari kebangkitan baru dengan cara yang berbeda? Yang jelas, industri televisi global sedang menyaksikan pergeseran kekuatan yang luar biasa. Jepang mungkin pensiun dari pabrik, tetapi mereka masih ingin namanya tetap hidup di ruang tamu kita.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Tags: Panasonic
Previous Post

Samsung Galaxy Buds 4 Series Resmi, Bawa Peningkatan ANC dan Fitur AI untuk Pengguna

Next Post

Pengguna YouTube Premium Lite Kini Bisa Memutar Video di Latar Belakang

Next Post
Samsung Galaxy Buds 4 Series Resmi, Bawa Peningkatan ANC dan Fitur AI untuk Pengguna

Pengguna YouTube Premium Lite Kini Bisa Memutar Video di Latar Belakang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Qi2 25W Resmi Diumumkan, ini speknya!

Qi2 25W Resmi Diumumkan, ini speknya!

1 year ago
Black Shark ‘Pindah Haluan’ ??

Black Shark ‘Pindah Haluan’ ??

10 months ago
iQOO 16 Resmi Dipamerkan: Usung Modul Kamera Persegi, Bodi Aluminium, dan Motif Heksagonal

iQOO 16 Resmi Dipamerkan: Usung Modul Kamera Persegi, Bodi Aluminium, dan Motif Heksagonal

4 days ago
Harga Galaxy A07 Desember: Turun atau Tetap Juara?

Harga Galaxy A07 Desember: Turun atau Tetap Juara?

9 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In