Olympic.or.id – Siapa sangka, Misi “Artemis II” milik NASA tidak cuma bikin publik heboh soal eksplorasi luar angkasa, tetapi juga secara tak terduga mengerek popularitas sebuah game lawas hingga melejit tinggi! Ya, Anda tidak salah baca. Game kuno yang nyaris terlupakan ini tiba-tiba jadi primadona di Steam. Nah, game yang dimaksud adalah Kerbal Space Program (KSP). Game buatan studio indie Squad yang pertama kali rilis pada 2015 silam ini mendadak ramai lagi dimainkan oleh para gamer di seluruh dunia. Menariknya, game simulasi penerbangan antariksa yang sudah berusia sekitar satu dekade itu kini kembali melesat di tangga penjualan Steam, meskipun pengembangnya tidak merilis pembaruan besar sejak 2023 dan harganya pun tidak sedang didiskon. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?

Berdasarkan pantauan di platform pencatat performa game, SteamDB, jumlah pemain puncak atau peak online players Kerbal Space Program pada April 2026 ini melonjak drastis sekitar 241 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bayangkan, dari yang tadinya hanya 6.160 pemain di puncak Maret 2026, kini angka itu meroket menjadi 21.037 pemain di April ini. Wow, ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa sejak game tersebut pertama kali dirilis pada 2015 lalu! Kalau bukan karena efek sesuatu yang besar, apa lagi coba?
Yang lebih mencengangkan lagi, rekor pencapaian itu langsung mereka raih hanya dua hari setelah misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi pada 10 April 2026, tepatnya pada 12 April 2026. Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba semua orang sibuk meluncurkan roket virtual dan meledak-ledak di layar komputer mereka. Namun, perlu Anda ketahui, meskipun jumlah pemain tertingginya “hanya” di angka 20.000-an, jumlah ulasan atau review game ini ternyata jauh lebih fantastis, yaitu mencapai lebih dari 134.000 review di Steam.
Dari sekian banyak ulasan tersebut, mayoritas gamer—sekitar 128.000 orang—memberikan ulasan positif. Mereka memuji tingkat realisme dan kebebasan dalam merancang roket. Sementara sisanya, sekitar 6.300 orang, memberikan ulasan negatif karena kurva pembelajaran yang curam. Perlu dicatat juga, statistik di atas baru mencakup platform Steam (PC) saja. Sebab, Kerbal Space Program juga tersedia di berbagai platform lain, mulai dari PlayStation 4/5 hingga Xbox One dan Series X/S. Artinya, jumlah pemain sebenarnya bisa jauh lebih besar!
Lalu, berapa harga game seru ini? Di Steam, masyarakat Indonesia harus merogoh kocek sebesar Rp 379.000 untuk satu game. Namun, jika pengguna ingin sensasi lebih lengkap, mereka bisa membeli paket bundling bersama expansion pack dengan harga Rp 627.300. Lumayan mahal, tapi sebanding dengan euforia antariksa yang sedang melanda dunia, bukan?
Efek Artemis II atau Sekadar Kebetulan? Ini Fakta di Balik Layar!
Banyak pihak menduga lonjakan gila-gilaan ini berkaitan erat dengan euforia misi Artemis II yang baru saja rampung pada 10 April 2026. Misi bersejarah yang membawa manusia kembali mendekati Bulan itu secara langsung memicu ketertarikan publik yang luar biasa terhadap dunia antariksa. Orang-orang yang tadinya tidak peduli, tiba-tiba penasaran bagaimana rasanya menerbangkan roket atau mendarat di permukaan Bulan.
Dugaan kuat efek Artemis II ini semakin mencuat berdasarkan sejumlah ulasan terbaru yang ditinggalkan para pemain di Steam. Di kolom komentar, mereka secara gamblang menyebut bahwa misi NASA yang spektakuler itu membuat mereka ingin segera memainkan Kerbal Space Program. Dalam game ini, para pemain bisa merasakan langsung pengalaman mendarat di Bulan atau mencoba simulasi misi luar angkasa secara mandiri. Jadi, tidak heran jika tiba-tiba ribuan orang bergabung dan membuat server Steam sedikit kewalahan.
Selain itu, komunitas modifikasi visual atau modding juga kabarnya ikut memegang peranan penting dalam menaikkan angka pemain KSP. Sebab, beberapa pemain yang kami pantau banyak mengunduh mod yang bisa menghadirkan wahana Artemis II secara detail ke dalam game. Dengan adanya mod tersebut, pengalaman bermain menjadi terasa lebih relevan dengan misi nyata yang baru saja terjadi. Para pemain tidak hanya meluncurkan roket aneh-aneh, tetapi juga bisa meniru persis misi Artemis II!
Kenapa Game Seumuran Ini Bisa Begitu Dicintai?
Terkait Kerbal Space Program, perlu Anda pahami bahwa ini bukan sekadar game biasa. Ini adalah game simulasi teknik yang memungkinkan pemain merancang, membangun, dan menerbangkan roket mereka sendiri dari nol. Pemain akan berperan sebagai ilmuwan roket sungguhan dengan mengutak-atik berbagai komponen pesawat luar angkasa yang terinspirasi dari teknologi nyata milik astronot NASA. Jadi, jangan heran jika Anda butuh waktu berjam-jam hanya untuk membuat roket tidak meledak saat peluncuran!
Tingkat realisme KSP diakui cukup tinggi oleh para ahli, hingga game ini disebut-sebut memiliki penggemar dari kalangan ilmuwan sesungguhnya, termasuk di badan antariksa seperti NASA. Bahkan, beberapa insinyur NASA mengaku belajar dasar-dasar fisika roket dari game ini. Keren, kan? Adapun nama “Kerbal” sendiri merujuk pada karakter alien hijau kecil yang lucu dan sering panik, yang menjadi awak dalam game ini. Mereka akan tersenyum bahagia meskipun roket yang Anda buat mau meledak. Sungguh karakter yang menggemaskan, sebagaimana dirangkum dari Polygon.
Jadi, tunggu apa lagi? Kalau Anda penasaran merasakan bagaimana sulitnya menjadi ilmuwan roket sekaligus bersenang-senang, segera buruan mainkan Kerbal Space Program. Siapa tahu, Anda bisa menjadi perancang misi ke Mars berikutnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










